Sabtu, 07 April 2012

Djohar Arifin: KLB di Ancol Tidak Ada Dasar Hukumnya

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, menyambut baik gagasan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) membentuk satuan tugas. Djohar pun menyatakan PSSI siap mendukung kinerja satuan tugas AFC tersebut.

"Kami menyambut baik pembentukan satuan tugas supaya mereka lebih tahu masalah yang sebenarnya terjadi di Indonesia," kata Djohar, Sabtu (7/4/2012).

Satuan Tugas merupakan rekomendasi dari AFC kepada FIFA setelah sebelumnya AFC melakukan rapat Komite Eksekutif AFC pada 23 Maret lalu seperti yang tertuang dalam surat Sekjen AFC Alex Soosay kepada Sekjen FIFA Jerome Valcke pada 26 Maret lalu.
Anggota dari satuan tugas ini di antaranya terdiri dari Wakil Presiden AFC HRH Prince Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah, Anggota Komite Eksekutif FIFA dan AFC Dato' Worawi Makudi, Sekjen AFC Dato' Alex Soosay, serta Kepala Asosiasi Anggota dan Hubungan Internasional AFC James Johnson.

Nantinya satuan tugas bekerja untuk menyelesaikan persoalan asosiasi yang tak sah, yaitu kepengurusan PSSI versi KPSI, serta liga yang tak sah, Indonesia Super League (ISL).

Djohar berharap satuan tugas bekerja dengan bebas dari kepentingan. Pasalnya, AFC berusaha keras membantu Indonesia agar terlepas dari sanksi. "Kami harapkan satuan tugas ini murni," tegasnya.

Selain itu, Djohar pun optimistis kepengurusannya yang sah di mata FIFA. Menurut Djohar, Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar oleh KPSI hingga akhirnya terpilih La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua Umum PSSI tidak ada dasar hukum.
"KLB di Ancol tidak ada dasar hukumnya. Kongres tahunan dan KLB harus mendapatkan izin dari FIFA. Kemudian sudah ada keputusan CAS yang melarang KLB dan KLB dipimpin oleh empat orang yang sebelumnya telah dihukum Komite Etik PSSI," beber Djohar.

@tribunnews

Satgas Rekonsiliasi Inisiatif FIFA, Bukan Hasil Lobi

Satgas Rekonsiliasi Inisiatif FIFA, Bukan Hasil Lobi

Wakil Sekretaris Jenderal PSSI Tondo Widodo menegaskan, satuan tugas (satgas) rekonsiliasi yang dibentuk Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) adalah murni keinginan dari Badan Sepak Bola Dunia (FIFA).

"Kami menjamin pembentukan satgas ini merupakan murni keinginan dari FIFA. Ini dibentuk berdasar surat FIFA, bukan atas permintaan pihak-pihak lain," katanya seperti dikutip dari situs resmi PSSI, Sabtu.

Tondo membantah satgas untuk membantu proses rekonsiliasi di sepak bola Indonesia itu merupakan permintaan dari salah satu pihak yang berseteru dengan PSSI. "Klaim yang
menyatakan bahwa dibentuknya satgas ini merupakan permintaan dari salah satu kelompok tertentu adalah sesuatu yang memutarbalikkan fakta," tegasnya.

Sebelumnya, AFC melalui.surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Alex Soosay telah mengirimkan surat kepada PSSI mengenai pembentukan satgas ini.
Menurut Soosay, dalam surat yang ditujukan pada Sekjen PSSI Tri Goestoro itu, satgas ini akan membantu pihak-pihak yang berseteru untuk mencapai rekonsiliasi sebelum tenggat waktu yang ditetapkan FIFA, 15 Juni mendatang.

"Satgas ini akan memfasilitasi semua kegiatan dalam kaitan dengan proses rekonsiliasi.
AFC melihat bahwa ajakan rekonsiliasi dari PSSI selama ini bertepuk sebelah tangan, tidak mendapat tanggapan dari kubu lainnya," kata Tondo.

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menyambut gembira pembentukan tim satgas (task force) untuk membantu menyelesaikan konflik dualisme kompetisi di Tanah Air oleh federasi sepak bola dunia FIFA.

Tim ini beranggotakan Wakil Ketua AFC Pangeran Abdullah Ibni Ahmad Sultan Shah, Sekjen AFC Alex Soosay, anggota Exco AFC Worawi Makudi, serta Ketua Hubungan Internasional AFC James Johnson.

"Dalam rapat yang diikuti semua anggota AFC sudah disepakati pembentukan tim Task Force untuk Indonesia. Itu dilakukan guna membantu kita menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Terutama masalah dualisme kompetisi," kata Djohar.

Djohar bahkan menunjuk dikeluarkannya penundaan "deadline" untuk PSSI menyelesaikan masalah internal dari 20 Maret 2012 menjadi 15 Juni mendatang sebagai salah satu hasil kerja tim Task Force. "Itu dilakukan, karena memang semua anggota AFC sudah sepakat untuk membantu Indonesia agar tidak sampai terkena sanksi," tegas Djohar.

Pada kesempatan ini, Djohar pun dengan tegas membantah klaim pihak-
pihak tertentu yang menyebutkan pembentukan tim Task Force FIFA adalah hasil lobi mereka. "AFC maupun FIFA sudah pasti tidak akan mengakomodir mereka yang bukan anggota. Karena itu, bohong besar kalau ada yang mengatakan pembentukan tim Task Force adalah hasil kerja mereka," tandas Djohar.

@republika

Sriwijaya FC Ditahan Imbang 4-4 oleh Tim PON Sumsel

Keith Kayamba Gumbs dkk ditahan Tim PON Futsal Sumsel dengan skor 4-4, dalam laga eksibisi turnamen futsal se-Sumsel, Sabtu (7/4/2012).

Dalam fun game ini, Pelatih Kas Hartadi menurunkan dua tim dalam dua babak pertandingan lawan Tim PON. Tim pertama yang diturunkan adalah Lim Jun Sik, Kayamba, Thierry Gathuessi, Jamie Coyne dan Rifky Mokodomvit.

Sementara Tim PON turun dengan formasi terbaiknya seperti Reza, Andre, Reno, Anas, dan Fikri.

Di babak pertama Sriwijaya FC menang dengan skor 4-2. Gol Sriwijaya FC dicetak Kayamba 2 gol, kemudian dua gol lainnya oleh Thiery dan Jamie Coyne. Sementara dua gol lawan Tim PON dilesakkan Andre.

Sementara itu di babak kedua, Kas menurunkan Mahyadi, Jufe, Ponaryo, Hilton Moreira, dan Supardi.

Namun Tim PON justru mencetak 2 gol tambahan lewat striker Reza.
Pelatih Kas Hartadi mengatakan, hasil pertandingan cukup bagus. Ia memuji permainan tim futsal PON. Sementara bagi anak asuhnya, pertandingan sebagai bentuk variasi dari latihan.

"Sifatnya semacam fun game sebagai variasi latihan," jelas Kas Hartadi.

@tribunnews

Naturalisasi Sergio van Dijk Tunggu Kisruh Selesai

Proses naturalisasi dua pemain keturunan Belanda, Sergio van Dijk dan Joey Suk, terancam molor. Alasannya, saat ini kondisi sepak bola Indonesia tidak dalam kondisi yang kondusif akibat dualisme kompetisi dan
federasi.

"Rencana mereka, setelah keadaan membaik di sepak bola nasional (baru menjadi warga negara Indonesia)," kata Iman Arif yang selama ini menjadi fasilitator naturalisasi dua pemain itu, Sabtu, 7 April 2012.

Iman belum bisa memprediksi kapan situasi kondusif itu akan terealisasi.
Namun ia berencana mengundang dua pemain itu untuk menyelesaikan proses
naturalisasi mereka di Indonesia, jika bulan ini kondisi sepak bola Indonesia mulai berangsur membaik.

"April ini, jika semua membaik saya akan undang untuk menjadi WNI," kata Iman Arif.

Soal kabar Sergio berminat untuk bermain di kompetisi Indonesia agar proses naturalisasinya semakin mudah, Iman membenarkannya. Namun, Iman tidak merinci identitas klub yang mengincar pemain berkepala plontos itu.

"Sergio memang dia ada minat ke Liga Indonesia. Tapi menurut saya, ia sebaiknya menunggu dualisme selesai," kata Iman Arif.

Sergio sendiri saat ini bermain untuk Adelaide United di A-League, Australia.
Ia merupakan salah satu pencetak gol Adelaide United saat mengandaskan wakil Indonesia, Persipura Jayapura, di play-off Liga Champions Asia 2011-2012.

Jika Sergio van Dijk dan Joey Suk menjadi WNI, mereka akan menjadi pemain naturalisasi keturunan Belanda keenam dan ketujuh yang dimiliki Indonesia. Saat ini, Indonesia telah memiliki lima pemain keturunan Belanda: Irfan Bachdim, Diego Michiels, Jhonny van Beukering, Ruben Wuarbanaran, dan Stefano Lilipaly. Ada pula dua pemain naturalisasi asal Nigeria, Greg Nwokolo dan Victor Igbonefo; satu naturalisasi asal Uruguay, Christian Gonzales; serta satu
naturalisasi keturunan Jerman, Kim Jeffrey Kurniawan.

Tapi, dari semua pemain naturalisasi itu, hanya segelintir pemain yang baru mencicipi kostum Garuda di timnas senior: Christian Gonzales, Irfan Bachdim dan Diego Michiels. Greg dan
Igbonefo baru sekali memperkuat tim bintang Indonesia saat pertandingan tak resmi melawan LA Galaxy. Sedangkan Kim Jeffrey, Van Beukering, Ruben Wuarbanaran serta Lilipaly belum sekalipun mengenakan jersey 'Merah-Putih.

@12paz

Sriwijaya FC akanTambah Gelandang Pengganti


Sukses mendatangkan defender Australia, James Coyne, Sriwijaya FC terus berburu amunisi untuk menghadapi putaran kedua Indonesia Super League (ISL) musim ini. Salah satunya, mencari pemain tengah untuk mengisi pos yang ditinggalkan Syamsul Chaeruddin ke PSM Makassar.

“Rencananya kami akan mencari pengganti Syamsul. Saat ini masih mencari-cari dulu, siapa pemain yang pas untuk kami rekrut,” kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin, kemarin (6/4).

Maklum, bila Sriwijaya masih akan mencari pemain tengah. Sebab, saat ini, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) hanya mempunyai tiga gelandang. Yakni, Firman Utina, Lim Junsik dan Ponaryo Astaman.

Sementara, Firman Utina sendiri sering diplot oleh coach Kas Hartadi sebagai second striker. Sehingga, tim juara Piala Indonesia edisi 2009 itu tinggal menyisakan Ponaryo dan Lim Junsik. Praktis, melihat kondisi itu, menjadi ancaman tersendiri bagi Laskar Sriwijaya untuk lini tengah yang terkenal solid.

Ya, bila Ponaryo atau Lim Junsik mengalami cedera atau akumulasi kartu, lini tengah besutan Kas Hartadi bakal keropos. Lantaran, tidak ada pemain yang mampu menutupnya. Meski, Siswanto dan Jufiyanto bisa diplot sebagai gelandang, itu tak menjadi jaminan. Sebab, keduanya bukan spesialis di posisi itu.

Meski butuh pemain tengah, Sriwijaya tak mau terburu-buru merekrut pemain. Pasalnya, saat ini pemain dan tim sedang gila-gilaan dalam melakukan negosiasi. Terlebih, tim yang bakal ditinggal pemain.

“Kami tak mau terlalu ngotot cari pemain. Saat ini, permainan bursa transfer betul-betul gila dengan adanya dualisme kompetisi ini. Bahkan, banyak pemain yang menerobos etika. Seperti, Syamsul yang gak mempunyai etika. Seharusnya, Syamsul belum bisa dimainkan karena surat pengeluaran dari Sriwijaya belum dikeluarkan. Inikan, sudah menyalahi aturan,” lanjut anggota DPRD Banyuasin itu.

Apakah sudah ada nama-nama pemain yang dibidik? “Belum ada. Nanti, akan kami umumkan bila sudah ada kepastian. Yang pasti rencana untuk mencari pengganti Syamsul ada, namun itu tak menjadi keharusan. Bila ada dan cocok, diambil, bila tidak gak masalah,” pungkas pria asal Payaraman, Ogan Ilir (OI) itu. (gsm)

@sumeks

Kantung Buah Zakar Sobek , Jerry Boima Karpeh Belum Gabung Latihan Persisam

SAAT Persisam Putra sudah hampir memastikan satu pemain asing Asia, yaitu Kim Dong-chan bergabung dengan tim, satu pemain Asia lainnya, Jerry Boima Karpeh justru belum bergabung dengan pemain lain dalam sesi latihan. Jerry dikabarkan pulang ke Australia untuk memulihkan sakit yang dialaminya.

Seperti diketahui, Jerry harus menepi dari tim setelah skrotum atau kantung zakarnya robek saat jatuh dari tangga.
Menurut Coeng, sebenarnya Jerry sudah bisa berlari kecil dan mulai menjalani latihan bersama pemain lainnya. Namun Jerry mengaku ada sedikit rasa sakit pada luka robek yang dialaminya, ketika ia melakukan lompatan.

"Jerry meminta izin pulang ke Australia. Selain menyembuhkan lukanya, ia juga sekalian mengurus surat tinggal di Indonesia," kata Coeng.
Saat Persisam Putra beruji coba dengan tim sepak bola PON Kaltim beberapa hari lalu, Jerry memang tidak ada. Absennya Jerry saat itu menimbulkan spekulasi kalau pemain keling tersebut sudah dilepas manajemen.

"Kita tak bisa melepas pemain saat ini karena kita sendiri masih kekurangan pemain. Tapi saya tak mau mengatakan apakah Jerry tetap bertahan atau tidak kalau Kim Dong-chan bergabung. Manajemen saya pikir lebih berhak bicara soal itu. Kalau untuk saat ini, Jerry masih milik Persisam Putra," terangnya.

Jerry sebelumnya sempat dikabarkan akan bergabung dengan tim lain di putaran kedua. Namun lanjut Coeng, pihaknya sama sekali belum menerima kabar dari klub bersangkutan soal ketertarikan klub lain tersebut pada Jerry.

"Kami sendiri sampai hari ini (kemarin, Red) masih ditawari pemain asing Asia. Tapi kami tak mau mendatangkannya ke Samarinda untuk diseleksi. Saya pikir Dong-chan sudah cukup mewakili," pungkasnya. (upi)

Dirtek Sriwijaya FC: Santai ... Tanpa Syamsul SFC Bisa


Sriwijaya FC tidak begitu ambisi untuk mencari pengganti Syamsul Khairudin yang hengkang ke PSM Makasar. Hal itu karena stok pemain di posisi gelandang cukup banyak dan tidak terlalu mendesak.

"Kita santai saja karena tidak terlalu mendesak," kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin, Sabtu (7/4/2012).

Dilanjutkan oleh Hendri, SFC masih memiliki Ponaryo Astaman, Lim Jun Sik, Firman Utina, dan Ahmad Jufriyanto yang bisa menggantikan Syamsul.

"Selain itu, jendela transfer baru berakhir pada 22 April mendatang, jadi kita tidak diburu waktu lantaran stok pemain cukup.

Tetapi sekali lagi, pengganti Syamsul tetap kita butuhkan dan manajemen tetap mencari pemain berkualitas untuk menggantikannya," jelas Hendri.

@sripoku

Jumat, 06 April 2012

PSSI Tawarkan Tiga Cara Akhiri Dualisme Klub


Sejumlah klub di Indonesia masih terbelit masalah dualisme. PSSI menawarkan tiga cara guna menyelesaikan permasalahan tersebut. Apa saja?

Empat klub yang hingga kini belum terselesaikan masalah kepemilikan tersebut adalah yang kini bermain di Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) serta Divisi Utama.

Tiga tim main di ISL meliputi PSMS Medan, Persija Jakarta, dan Arema Indonesia. Sedangkan tim yang bermain di IPL dan Divisi Utama adalah Persebaya.

"Kami punya tiga cara akhiri dualisme Persija, PSMS, Persebaya, dan Arema," ungkap Ketua Tim Rekonsiliasi Bernhard Limbong di Jakarta, Jumat (6/4/2012).

"Pertama, kami akan gabungkan mereka. Jika tidak temukan kata sepakat, kita adu saja mereka. Tim terbaik menjadi pemilik sah. Terakhir, jika dua opsi itu tak hasilkan kata sepakat, mau tak mau kita selesaikan masalah ini di jalur hukum positif," tandas anggota TNI berpangkat jendral itu.

Terutama terkait pelaksanaan poin kedua, PSSI siap mendatangkan perangkat pertandingan dari luar negeri. "Kalau perlu kita pakai wasit dari luar negeri biar fair play," sambung Limbong.

"Untuk masalah hukum positif, sampai belum ada putusan inkrah kedua tim dilarang ikut kompetisi," tutupnya sembari menjelaskan mengenai tawaran solusi di jalur hukum.

@detik

Jacksen Tiago Bantah Titus Bonai Keluar Dari Persipura


Pelatih tim Persipura Jayapura Jaksen Tiago mengaku kecewa dengan pemberitaan sejumlah media massa yang menyebutkan salah satu anak asuhnya, Titus Bonay (Tibo), sudah keluar dari tim.

"Saya sangat kecewa dengan itu. Apalagi, mereka (media) menyebutkan kalau saya yang mengatakan Tibo sudah keluar dari Persipura. Sampai saat ini Tibo masih terikat dengan Persipura," tegas Jakson Tiago, Kamis (5/4) malam.

Diakui Jaksen, Tibo memang sudah 3 kali absen, saat timnya melakukan latihan.

"Tidak latihan bukan keluar dari tim. Jujur saya kecewa dengan pemberitaan belakangan ini. Saya tak pernah bicara pada wartawan kalau Tibo sudah keluar dari Persipura," paparnya.

Hanya Imanuel Padwa, pemain yang dicoret tim di putaran kedua ini.

Inilah Tujuan AFC Membentuk Satgas Rekonsiliasi PSSI


Pada tanggal 26 Maret, atau bertepatan jelang pembahasan polemik sepak bola Indonesia di komite sosiasi FIFA, AFC mengirim surat kepada FIFA yang berisi rekomendasi kondisi PSSI. Dalam surat yang kirim Sekjen AFC, Alex Soosay kepada Sekjen FIFA, Jarome Velcke itu terungkap bahwa federasi sepak bola Asia itu meminta perpanjangan waktu penyelesian polemik PSSI hingga setelah Kongres FIFA.

“Deadline untuk mengembalikan breakaway league (liga sempalan) di bawah payung PSSI diperpanjang setelah dan sampai pelaksanaan Kongres FIFA 24/24 Mei 2012. Kami merekomendasikan waktu deadline pada 15 Juni,” tulis AFC dalam surat tertanggal 26 Maret 2012.

Dalam surat itu juga diungkapkan soal tujuan pembentukan satgas AFC untuk Indonesia. “Tim ini dibentuk untuk memberikan fasilitas dan rekonsiliasi bagi sepak bola Indonesia untuk menghindari sanksi.” Diakhir suratnya AFC juga meminta agar segala opsi terkait penyelesian polemik sepak bola Indonesia ditempuh, sebelum FIFA memutuskan menjatuhkan sanksi. “Komite eksekutif AFC menggarisbawahi diperlukannya segala opsi yang memungkinkan untuk penyelesian krisis sebelum adanya sanksi.”

AFC menegaskan bahwa kontrol sepak bola Indonesia harus berada dalam satu badan yang sah. Adanya dualisme kepengurusan sama sekali tidak ditoeransi AFC. “Seluruh aktifitas sepak bola harus berada di bawah kontrol satu otoritas nasional,”

Segala rekomendasi AFC pada 26 Maret itupun akhirnya mendapat lampu hijau dari FIFA. Dalam surat keputusan keputusan yang dikirim pada 30 Maret 2012, FIFA memberi tambahan waktu sampai 15 Juni 2012 untuk memberi waktu bagi tim rekonsiliasi AFC untuk memberi resolusi penyelesian konflik PSSI.

@Republika

Besok, Jamie Ikut Meriahkan Turnamen Futsal Piala Gubernur Sumsel


Turnamen Futsal yang diikuti 32 tim dari perguruan tinggi se-Sumsel, memperebutkan Gubernur Cup I, di Rajawali Futsal, Sabtu (7/3/2012), akan menggelar partai eksebishi yang mempertandingkan tim Sriwijaya FC yang diperkuat Jamie Coyne dkk versus Tim Futsal PON Sumsel.

"Jamie Coyne sudah memberikan jawaban, dia siap bertanding dalam partai eksebishi sebagai pembukaan Turnamen Futsal Gubernur Cup I," jelas Ketua F2S, Islah Taufik, Jumat (6/4/2012).

Menurut Islah, tim Futsal SFC akan diperkuat Keith Kayamba Gumbs, Jamie Coyne, Hilton Moreira, Firman Utina, Ponaryo Astaman, Thierry Gathuessi dan Lim Jun Sik.

Sementara Tim Futsal PON Sumsel diperkuat para pemain nasional Futsal seperti Randias, Jefri Purba, Karismawan, dan Ali Khaidar serta para pemain PON Sumsel.

"Mereka akan bertanding dalam partai eksebishi sebagai partai pembuka turnamen," jelas Islah Taufik.

Khususnya Coyne, memang sangat ingin tampil dalam pertandingan ini untuk menjaga kondisi juga mengenal lebih dekat masyarakat kota Palembang."Dia bahkan langsung setuju ketika diminta," jelas Islah.

@sripoku

Lawan Deltras, Sriwijaya FC Atur Stategi di Sidoarjo


Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi menyatakan, latihan fisik dan teknik tetap dikombinasikan sejak 31 Maret hingga 9 April. Sementara latihan taktik yang sesungguhnya untuk persiapan melawan Deltras Sidoarjo akan dimulai sejak 11-12 April.

"Cukup dua hari, kalau selama ini saya hanya bertugas mengembalikan fisik dan koordinasi pemain," jelas Kas Hartadi, Jumat (6/4/2012).

Menurut Kas, mereka bertolak menuju Sidoarjo pada 10 April pagi dengan membawa 20 pemain, karena setelah dari Sidorjo mereka langsung menuju Kalimantan.

Sementara itu, diperkirakan mereka akan tiba di Sidoarjo sore dan hanya peregangan otot dan baru pada 11-12 mereka latihan serius.

"Istilahnya, di Sidoarjo kami latihan normal seperti biasa, saya akan melihat kondisi pemain, siapa yang paling siap diturunkan dan strategi apa yang menjadi pilihan saya saat melawan Deltras," jelas Kas.

@sripoku

'Papa' Gumbs Terapkan Variasi Latihan Fisik


Kombinasi latihan fisik yang gelar pelatih fisik Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs diyakini sebagai rahasia meningkatkan kebugaran bagi para pemain Laskar Wong Kito. Ia menggabungkan variasi kecepatan, ketahanan, kekuatan dan teknik dalam materi latihan fisik.

"Dia bisa mengombinasikan itu, sekaligus memberikan contoh bagi pemain lainnya karena di usianya yang kini 40 tahun, tetapi bugar selayaknya pemian usia 30 tahun," puji Kas Hartadi.

Kayamba memang ditugaskan mengembalikan kondisi fisik para pemain. Sejak latihan perdana hingga Jumat (6/4/2012), Kayamba masih memimpin latihan fisik. Bagi Kas, fisik dan performa pemain yang paling utama, baru kemudian latihan teknik.

"Fisik dalam hal ini, bagaimana meningkatkan performa pemain agar tetap bugar, yang dikombinasikan dengan latihan teknik. Latihan sesungguhnya dilakukan dua atau tiga hari menjelang pertandingan," jelas Kas.

@sripoku

M Ridwan Cidera Engkel Saat Latihan Bersama SFC


Winger M Ridwan mengalami cedera engkel ringan dalam latihan Rabu (4/4/2012) kemarin.

Dalam latihan Jumat (6/4/2012) pagi, dia masih berlatih terpisah untuk memulihkan kondisi otot di sekitar engkelnya yang sedikit mengalami memar.

"Kondisinya baik-baik saja, hanya sedikit cedera engkel, dia tertekuk saat hendak mengambil bola dari latihan pada Rabu kemarin," jelas Kas Hartadi, Jumat (6/4/2012).

Namun lanjut Kas, kondisi cedera Ridwan termasuk ringan dan tidak terlalu bermasalah. Dia bisa diturunkan saat kami menghadapi Deltras Sidoarjo pada 13 April mendatang.

"Dia akan bisa sembuh dalam satu dua hari ini, tidak ada masalah sebenarnya," jelas pria asal Solo ini.

@sripoku

KPSI : Polisi Tetap Akan Beri Izin LSI


PSSI la Nyalla melalui Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) mengklaim polisi tetap mengizinkan bergulirnya Liga Super Indonesia (LSI).
Anggota Komite Eksekutif PSSI versi KPSI La Siya yakin polisi tidak akan menghentikan kompetisi LSI seperti yang diminta PSSI. Dia beralasan polisi pernah mengizinkan bergulirnya Liga Prima Indonesia (LPI) pada era Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, meski dianggap kompetisi ilegal.

"Saya kira enggak mungkin polisi berbuat seperti itu. Kita masih ingat kan waktu PSSI di zamannya Nurdin Halid, waktu ada LPI, kan tetap polisi izinkan. Tidak mungkin polisi begitu."

Sebelumnya, PSSI mengirim surat ke Kepolisian Indonesia. Dalam surat tersebut, PSSI meminta kepolisian tidak lagi memberi izin pertandingan Liga Super Indonesia. PSSI beralasan bergulirnya kompetisi itu dapat mempersulit upaya rekonsiliasi dan perdamaian antara induk olahraga itu dengan klub-klub peserta LSI.

@12paz

Rekonsiliasi PSSI-KPSI, KONI Tunggu Deadline FIFA

Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menyatakan akan menunggu keputusan Federasi Internasional Sepak Bola (FIFA) terkait rekonsiliasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).

Hal ini disampaikan Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/4). "Menyangkut rekonsiliasi (PSSI-KPSI) kita tunggu sampai tanggal 15 Juni 2012 nanti," kata Tono.

Sebagaimana diketahui, FIFA akhirnya memberi batas akhir hingga 15 Juni 2012 bagi PSSI untuk merampungkan tugas rekonsiliasi dengan Liga Super Indonesia (LSI).

KONI Pusat sendiri ditegaskan Tono, tidak akan mengambil alih tongkat kepengurusan PSSI. Melainkan hanya bertindak untuk memfasilitasi saja terkait rekonsiliasi PSSI-KPSI.

Ketika ditanyakan apakah KONI Pusat akan kembali menggelar pertemuan antara PSSI-KPSI, Tono hanya menjawab agar sabar menunggu keputusan FIFA pada 15 Juni 2012. "Jadi kita tunggu saja dulu jangan berandai-andai. Lihat dulu apa yang diputuskan (FIFA) pada tanggal itu," lugas Tono.

Melihat konflik yang tengah memanas di tubuh kepengurusan sepok bola di Indonesia, FIFA tampaknya benar-benar serius menaruh perhatian. Setelah memperpanjang batas waktu untuk menyelesaikan kisruh, FIFA juga menugaskan Asian Footbal Confederation (AFC) untuk membentuk tim Task Force guna menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di sepakbola Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, FIFA juga menugaskan Asian Footbal Confederation (AFC) untuk membentuk tim Task Force untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di sepakbola Indonesia. Seperti yang dilansir dari Goal.com, kabar tersebut tertera dalam surat dari AFC yang ditujukan ke Sekjen PSSI Tri Goestoro pada 4 April lalu.

Dalam surat tersebut, tertulis jika langkah AFC membentuk tim Task Force merupakan arahan FIFA saat mengikuti rapat komite Asosiasi dan Exco FIFA pada akhir Maret lalu.

Anggota tim Task Force yang ditugaskan ke Indonesia adalah wakil presiden AFC Prince Abdullah Ibnu Sultan Ahmad Shah, Anggota Exco FIFA dan AFC Dato' Worawi Makudi, Sekjen AFC Alex Soosay, dan ketua asosiasi anggota dan hubungan internasional James Johnson.

Hingga kini, FIFA tetap mencantumkan nama Djohar Arifin Husin sebagai Ketua PSSI yang sah beserta Farid Rahman sebagai wakil. Sebaliknya, pukulan telak harus dirasakan PSSI versi KPSI yang dianggap ilegal oleh FIFA.

@republika

Deltras vs SFC, Bek Anyar SFC, Jamie Pasti di Turunkan


Tak ada pilihan lain buat Sriwijaya FC selain menurunkan pemain baru, James Coyne. Pemain asal Australia ini diproyeksikan jalani debut pada putaran kedua Indonesia Super League (ISL) musim ini menghaapi tuan rumah Deltras Sidoarjo, di Stadion Delta (13/4) nanti.

Sebab, dua defender yang dimiliki Sriwijaya, yakni Thierry Gathuessi dan Achmad Jufriyanto harus absen lantaran akumulasi kartu. Otomatis, tim juara double winner 2007 itu terpaksa menurunkan James Coyne untuk berduet dengan defender yang masih tersisa, Nova Ariyanto. “James (James Coyne) pasti kami turunkan lawan Deltras nanti. Sebab, tak ada pilihan lain. Semua bek yang kami miliki absen,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, kemarin (5/4).

Keputusan itu terbilang berani. Karena, James (sapaan James Coyne) merupakan pemain baru yang belum menjalani adaptasi. Pemain kelahiran, Sydney, Australia, 2 Januari 1981 itu baru bergabung bersama Ponaryo Astaman dkk mulai, kemarin (5/4).

“Dia (James, red) masih mempunyai waktu sekitar lima sampai enam hari untuk menjalani latihan dan memaksimalkan adaptasi dengan pemain lainnya. Jadi, tidak ada masalah soal adaptasi, meski baru bergabung. Kami yakin, James bisa cepat menyatu dengan pemain lainnya. Apalagi, dia (James, red) pemain profesional,” lanjutnya.

Mantan pelatih SYSA Muba ini yakin mantan pemain West Ham United itu bisa cepat adaptasi. Namun Kas Hartadi tak menyiapkan drill khusus. “Pemain sekelas James, saya rasa tidak perlu ada latihan khusus. James pasti tahu, tugasnya sebagai defender seperti apa. Mudah-mudahan, di pertandingan nanti James bisa bermain maksimal,” tambahnya.

Pelatih asal Solo ini belum bisa memberikan penilaian lebih terhadap James Coyne pada latihan perdana, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin. Pasalnya, fokus saat uini masih pada pengembalian fisik James dan pemain lainnya.
“Secara keseluruhan saya belum tahu.Tadi (kemarin, red) belum ada latihan teknik. Dilihat dari passing dan membawa bola, James mempunyai kualitas sekelas pemain asing,” pungkas mantan pelatih SFC U-21 itu. (gsm)

@sumeks

Kabar Kepindahan Tibo ke Pelita Jaya Belum Jelas


Kabar kepindahan Titus Bonai ke Pelita Jaya, mendapat tanggapan dari asisten pelatih klub berjuluk Young Guns, Djajang Nurjaman.

Saat ditemui di Mess Pelita Jaya, Jumat (6/4/2012), Djajang mengatakan hingga kini pihaknya belum mengetahui kabar kepindahan Tibo (sapaan Titus Bonai) dari Persipura Jayapura, dari pihak Manajemen.

"Biasanya kalau ada pemain baru, langsung bergabung ke mess Pelita Jaya di Sawangan ini. Saat ini kami hanya sedang menyeleksi satu pemain asal Korea," ujar Djajang.

Sebelumnya, beredar kabar Tibo bakal hengkang dari klub yang telah membesarkan namanya, Persipura Jayapura, dan segera berlabuh ke Pelita Jaya. (*)

@tribunnews

Hendri Zainuddin : Sriwijaya Bidik Titus Bonai - Padwa

Sukses mendatangkan defender asing Asia, Michael Jamie Coyne, kini Sriwijaya berburu striker lokal berkualitas. Beberapa nama sudah masuk daftar bidik Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC). Diantaranya, duo pemain Persipura, Titus Bonay dan Imanuel Padwa.

“Informasinya, Tibo (Titus Bonay) dan Imanuel Padwal keluar dari Persipura. Untuk itu, kami akan melakukan penawaran kepada dua pemain ini untuk bergabung bersama Sriwijaya FC,” kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin, kemarin (4/4).
Hendri melanjutkan, perekrutan duo Persipura itu diproyeksikan untuk mengisi kekosongan Sriwijaya FC. Tibo sendiri diproyeksikan untuk mengisi pos Rachmat”Poci”Rivai yang diputus kontrak pada putaran kedua musim ini. Sedangkan,Imanuel Padwa akan mengisi posisi Syamsul Chaeruudin yang hengkang ke PSM Makassar.

“Kuota asing Asia kan sudah penuh, setelah mengambil Coyne. Jadi, untuk striker kami harus mencari pemain lokal yang benar-benar berkualitas. Sehingga, bisa semakin mempertajam lini depan Sriwijaya,” lanjutnya.

Ambisi Sriwijaya untuk mendatangkan Tibo jelas sesuai dari keinginan pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi. Ya, pelatih asal Solo itu berharap, striker yang bakal direkrut kualitasnya diatas striker lokal yang dimiliki, yakni Rizky Novriansyah. “Striker lokal harus lebih bagus dari Rizky. Sebab, tujuan kami merekrut striker untuk antisipasi bila Kayamba absen,” ungkap Kas Hartadi, Selasa (3/4) lalu.
Dilihat dari pengalaman dan kualitas, Tibo memang lebih baik dari Rizky Novriansyah. Tibo tak jarang masuk skuad inti Persipura Jayapura. Pemain asal Papua itu pernah diminati klub asal Malaysia, Selangor FC, dan klub asal Thailand, Chonburi FC. Namun, saat didekati di akhir tahun kemarin, ujung tombak Persipura itu menolak.

Tibo adalah jebolan Persipura U-21 di tahun 2008. Ia sempat bergabung dengan PKT Bontang pada 2009 dan kemudian bertahan selama semusim di Persiram pada 2010. Kemampuannya yang luar biasa membuat Persipura kembali menariknya sejak akhir 2010. Dengan kematangannya, Tibo juga menjadi andalan di Timnas SEA Games XXVI dan Pra Piala Dunia 2014.

Tibo dan Imanuel Padwa sendiri resmi hengkang dari Persipura sejak 1 April lalu. Hal itu langsung diungkapkan oleh Pelatih Persipura Jayapura Jackson. Imanuel Padwa dipastikan keluar karena faktor nonteknis, sementara penyerang andalan Persipura, Tibo, memilih bergabung bersama tim dari luar Papua. “Kita sudah lepas, Tibo dari informasinya sementara didekati klub luar Papua," kata Jacksen, Selasa 3 April 2012.

Keluarnya dua pemain tersebut, kata Tiago, tidak sampai mengganggu jadwal rutin latihan dan komposisi tim Mutiara Hitam. “Kita masih punya pemain lain. Kalau Tibo anaknya juga mau sekolah di luar," pungkasnya. (gsm)

@12paz

Petar Segrt: Syamsul Sudah Milik PSM Seminggu Lalu

Pelatih PSM Makassar, Petar Segrt, membuka sedikit rahasia terkait kedatangan Syamsul Bahcri Chaerudin ke PSM Makassar yang sempat menciptakan spekulasi. Menurutnya, usaha manajemen PSM mendatangkan Syamsul sudah profesional.

Keterbukaan Petar ini sekaligus membantah penilaian beberapa kalangan yang menganggap bahwa kepindahan Syamsul menyalahi aturan. Pasalnya, Syamsul bergabung setelah pintu transfer sudah ditutup.

Syamsul resmi menandatangani kontrak bersama PSM pada Senin (2/4) kemarin. Sementara pintu transfer untuk pemain lokal sudah ditutup 28 Maret lalu. Tapi menurut Petar, Syamsul sudah digaet PSM sebelum pintu transfer ditutup.

"No, kedatangan Syamsul tidak menyalahi aturan. Karena Syamsul sebenarnya sudah menjadi milik PSM sejak seminggu lalu. Hari Senin (2/4) itu tinggal penandatanganan kontrak saja," kata Petar.

"Kami memang tidak menyampaikan ini ke media dan juga manajemen lokal. Nanti setelah semuanya selesai, baru kami berani bicara terbuka ke semuanya. Kami ini tidak mau banyak bicara tapi bekerja," ujarnya.

"Sebelumnya saya sudah katakan kepada Anda bahwa Syamsul pasti akan kembali ke PSM, tapi kalian tidak percaya. Sekarang ini terbukti," ungkapnya. (nda/dzi)

@bolanet

AFC Bakal Kirim Tim Task Force (Satuan Tugas) Dari FIFA


Permasalahan kisruh sepak bola di Indonesia benar-benar menjadi perhatian FIFA. Selain telah memperpanjang waktu deadline untuk menyelesaikan kisruh di tanah air, FIFA juga menugaskan AFC untuk membentuk tim Task Force.

Kabar tersebut tertera dalam surat dari AFC yang ditujukan ke Sekjen PSSI Tri Goestoro pada 4 April lalu. Dalam surat tersebut, tertulis jika langkah AFC membentuk tim Task Force merupakan arahan FIFA saat mengikuti rapat komite Asosiasi dan Exco FIFA pada akhir Maret lalu.
"Tim Task Force dibentuk untuk memfasilitasi resolusi yang saat ini sedang dihadapi Indonesia," seperti tertera di surat tersebut.

Dalam surat tersebut, juga tercantum beberapa nama yang masuk dalam formasi anggota tim Task Force. Mereka adalah wakil presiden AFC Prince Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah, Anggota Exci FIFA dna AFC Dato Worawi Makudi, Sekjen AFC Alex Soosay, dan ketua asosiasi anggota dan hubungan internasional James Johnson.

Saat dikonfirmasi, ketua umum PSSI Djohar Arifin membenarkan hal tersebut. Dia menyebutkan pembentukan tim task force sebenarnya sudah diberitahukan pasca rapat Exco FIFA. Namun, keputusan ini tidak tercantum dalam rilis resmi hasil rapat FIFA.

Tugas tim tersebut, menurut Djohar adalah untuk melakukan monitoring terhadap permasalahan kisruh sepak bola yang terjadi di Indonesia. Dan mereka akan membantu menjembatani permasalahan yang terjadi dengan PSSI dan Indonesia Super League (ISL).

"Kami senang. Bagus ada orang yang ngerti dengan masalah kami akhirnya dilibatkan. Mereka ini langsung tugas dari FIFA," katanya saat dihubungi tadi malam.

Sayang, Djohar belum tahu kapan tim tersbeut mulai bekerja meskipun di dalam surat tersebut tercantum Task Force akan bekerja dalam waktu dekat.

"Tim tersebut masih ada di London. Mungkin sepulang dari sana akan langsung bekerja untuk permasalahan ini," ucapnya.
Sementara itu, Azwan Karim, media officer PT Liga Indonesia (PT LI) yang mengoperatori ISL, menyebut jika tim itu cukup bagus karena akan memperjelas akar kisruh yang terjadi di Indonesia selama ini. Mengenai keputusan yang nantinya akan diambil, PT LI menurut dia juga tidak takut .

"Tanggapan kami tentu senang ada tim ini. Kami tidak takut karena kami benar, kami memiliki 2/3 suara yang cukup legitimate," ujarnya. (aam/jpnn/upi)

FIFA Kirim Surat untuk PSSI


Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) tak lagi melihat permasalahan yang menimpa PSSI hanya sekadar dualisme kompetisi. FIFA kini menyadari bahwa terdapat juga konflik di tubuh PSSI.

Dalam suratnya kepada PSSI pada 21 Desember lalu, FIFA hanya meminta PSSI untuk menyelesaikan persoalan dualisme kompetisi. FIFA meminta PSSI agar segera bersikap terhadap kehadiran Liga Super Indonesia (ISL) yang dianggap sebagai breakaway league.

Namun pada rapat Komite Eksekutif FIFA yang digelar di Swiss, akhir Maret lalu, FIFA mulai melihat ternyata ada permasalahan yang menimpa internal PSSI. Hal ini telah dijelaskan FIFA kepada PSSI melalui surat yang dikirimkan kepada PSSI pada 30 Maret 2012.

Dalam surat tersebut, FIFA menyatakan bahwa telah terjadi perselisihan di dalam kepengurusan PSSI saat ini. Dan puncaknya adalah saat kedua kubu sama-sama menggelar Kongres 18 Maret lalu. Kedua kubu juga mengaku kongresnya sah dan memenuhi kuorum.

"Komite Eksekutif FIFA sangat memperhatikan resiko yang menanti terkait keberadaan dualisme organisasi dan kompetisi," tulis FIFA dalam surat resmi kepada Sekjen PSSI, Tri Goestoro.

FIFA juga mencatat bahwa PSSI berjanji akan membawa situasi ini kembali di bawah satu kontrol. Dan pimpinan PSSI menyatakan siap untuk membentuk kompetisi baru musim depan dengan nama baru, yang terbuka bagi peserta di dua kompetisi yang ada (ISL dan IPL).

"Dengan situasi ini, maka Komite Eksekutif FIFA memutuskan untuk kembali memberikan waktu hingga 15 Juni 2012 (kepada Indonesia) untuk menyelesaikan masalahnya atau akan menghadapi sanksi yang telah menunggu," lanjut surat FIFA tersebut.
Penjelasan Kubu Johar

Sementara itu, Ketua Umum PSSI hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Solo, Djohar Arifin Husin menilai internal PSSI tidak ada masalah. Menurutnya, permasalahan yang ada hanyalah kehadiran breakaway league, yakni Liga Super Indonesia (ISL).

Dengan alasan ini, Djohar hanya bersedia berunding dengan klub-klub ISL. Sedangkan bagi pengurus PSSI yang dibentuk lewat Kongres Luar Biasa (KLB), Jakarta, Djohar justru mengaku tidak mengenalnya.
"Kami tidak kenal dengan kegiatan itu. Mereka itu bukan PSSI," kata Djohar saat dimintai tanggapannya soal KLB yang digelar Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) di Ancol, Jakarta, 18 Maret lalu.

@vivabola

PSSI Tantang Klub ISL

PSSI kembali gagal mendatangkan klub Indonesia Super League (ISL) untuk urun rembuk. PSSI pun lantas menangan klub ISL untuk menyampaikan keinginan mereka.

Bertempat di Hotel Atlet Century Jakarta, Kamis (5/4/2012). PSSI mengundang 12 klub ISL. Namun, lewat dari waktu yang ditentukan, tidak ada satu pun klub ISL yang hadir.

Dalam pertemuan tersebut hanya terlihat beberapa pengurus PSSI, yakni Ketua Tim Rekonsiliasi Bernhard Limbong, Direktur Legal Finantha Rudi, Wakil Komisi Disiplin Catur Agusaptono, dan Staff Khusus Sekjen Rudolf Yesayas.

PSSI kemudian mengatakan bahwa mereka merasa tidak dihargai atas usaha rekonsiliasi itu. Mereka kemudian menantang dan meminta kepada klub ISL untuk bicara langsung kepada mereka.

''Dari sini kita bisa lihat siapa yang punya niat tidak baik. Kami ada di sini untuk memperbaiki, klub-klub ISL yang tidak hadir. PSSI menantang kepada mereka sampaikan apa yang mereka mau,'' tegasnya.

''Kalau begini kapan selesainya. Jelas terlihat siapa yang tidak mau menyelesaikan. Mereka jangan hanya berani lewat media-media saja. Kepada kami, mereka diam seribu bahasa,'' tuntas dia.

Limbong sendiri berharap, FIFA tidak menjatuhkan sanksi kepada Indonesia. Oleh karenanya, ia tetap meminta klub-klub ISL bertatap muka dengan PSSI dan menyampaikan maksud satu sama lain.

"Tentunya kita tidak ingin sepak bola Indonesia diberikan sanksi oleh FIFA. Kalau ah mereka mau duduk bareng dengan kita dan mau menyampaikan formula mereka kepada kita, kenapa tidak kita terima? Kalau dalam permasalahan ini terus berlangsung dengan alot, mungkin FIFA akan datang," katanya.

FIFA telah memberikan tenggat waktu kepada PSSI untuk menyelesaikan masalah internal hingga 15 Juni mendatang. Federasi sepakbola dunia itu meminta PSSI untuk menyelesaikan masalah dualisme kompetisi yang saat ini tengah berlangsung.

@detiksport

Kamis, 05 April 2012

Rekonsiliasi Gagal Lagi, PSSI Pantang Menyerah

Upaya rekonsiliasi yang dilakukan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan merangkul klub-klub Indonesia Super League (ISL) kembali gagal. Para klub ISL memilih tidak memenuhi undangan rekonsiliasi PSSI di Atletic Century Park Hotel, Kamis (5/4/2012).

Sudah dua kali PSSI mengundang klub-klub ISL untuk datang ke pertemuan rekonsiliasi. Namun, PSSI selalu menemui jalan buntu karena klub-klub tersebut menolak untuk datang. Dalam pertemuan pertama yang digelar 14 Maret 2012, hanya Persib Bandung yang muncul menemui pengurus PSSI. Sementara itu, dalam pertemuan kedua pada 29 Maret 2012, tak satu pun klub hadir memenuhi undangan PSSI di Hotel Crown, Jakarta.

Meski demikian, PSSI masih akan terus melakukan konsolidasi. Jika sampai gagal merangkul ISL, Indonesia terancam mendapatkan sanksi dari FIFA sebagaiman telah ditetapkan dalam rapat Komite Eksekutif FIFA pada 30 Maret 2012. Dalam keputusannya, FIFA memberikan toleransi kepada PSSI untuk menyelesaikan dualisme kompetisi hingga 15 Juni 2012.

"Kita sudah tidak sebut ini rekonsiliasi lagi. Kalau namanya rekonsiliasi, sepertinya kita mau perang. Jadi kita sebut sebagai konsolidasi," kata Ketua Tim Rekonsiliasi PSSI, Bernhard Limbong.

"Tentunya kita tidak ingin sepak bola Indonesia diberikan sanksi oleh FIFA. Kalaulah mereka mau duduk bareng dengan kita dan mau menyampaikan formula mereka kepada kita, kenapa tidak kita terima. Kalau dalam permasalahan ini terus berlangsung dengan alot, mungkin FIFA akan datang," ujarnya.

Staf ahli PSSI Bidang Luar Negeri Rudolf Yesayas menyayangkan absennya klub ISL dalam pertemuan hari ini. "Mungkin kita sudah membuka diri sampai kesekian kalinya. Namun, klub ISL tidak memiliki niat baik terhadap sepak bola Indonesia. Namun, saya yakin pasti suatu saat niat baik ini akan sampai," katanya.

@kompas.com

La Nyalla: 1000% Saya Masih Sah Jadi Ketum PSSI

Ketua Umum PSSI versi KPSI, La Nyalla Mattalitti menegaskan bahwa dirinya masih sah memimpin organisasi ini, meski sempat beredar bahwa organisasai ini telah dibubarkan oleh Nirwan Bakrie.

Saat dihubungi wartawan, La Nyalla mengatakan kabar yang menyebut PSSI yang dipimpinnya telah dibubarkan adalah berita yang tidak bisa dipertangungjawabkan.

"Saya tetap sah sebagai Ketua Umum PSSI (versi KPSI) karena dipilih oleh 2/3 anggota sah PSSI. Berita yang menyebut organisasi pimpinan saya sudah dibubarkan, itu bohong besar," tegasnya, Kamis (5/4/2012).

Ia pun tetap pada keyakinannya akan langgeng memimpin PSSI bersama Rahim Soekasah selaku Wakil Ketua Umum PSSI sesuai hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, 18 Maret 2012 lalu.

"Saya tegaskan, 1000 persen saya masih sah sebagai Ketua Umum PSSI," tandasnya

@tribunnews

Jamie Sudah Latihan Bersama Sriwijaya FC

Pemain anyar Sriwijaya FC Palembang, Jamie Coyne, mulai berlatih bersama skuad Sriwijaya FC di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kamis (5/4). Pemain Australia ini digadang-gadang akan mengisi kuota terakhir pemain asing Asia yang masih tersisa.

Jelang dimulainya putaran kedua kompetisi Indonesia Super League (ISL), Laskar Wong Kito memang terlihat sangat fokus mencari pemain-pemain baru. Pasalnya, mereka telah melepas lima pemain.

"Kami akan melihat kemampuan Jamie pada latihan kali ini. Dilihat dari pengalamannya, dia memiliki catatan yang meyakinkan. Namun kami akan tetap mengujinya dan melihat seberapa besar kontribusi dia di lapangan," ujar pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi.

Kas akan melihat sejauh mana kondisi Jamie, terutama soal urusan fisik dan performanya. Hal ini berkaitan dengan perbedaan kondisi cuaca dan atmosfer Liga Australia dengan ISL.

"Kompetisi dan cuaca antara Indonesia dan Australia jauh berbeda. Kami berharap dia dapat beradaptasi dengan baik bersama Sriwijaya FC, lingkungan serta rekan satu tim," jelas pelatih asal Solo ini. (Jhon)

@duniasuccer

Bertandang Ke Sidoarjo, Nova Siap Di Turunkan


Defender Nova Arianto menyatakan siap diturunkan saat menghadapi Deltras Sidoarjo pada 13 April mendatang. Baginya kepercayaan dari pelatih adalah kepercayaan dari masyarakat Sumsel dan ia tidak akan membuat kecewa pendukung Sriwijaya FC.

Dia pun berharap duetnya bersama bek anyar Jammie Coyne ataupun Seftiahadi yang juga disiapkan sebagai center bek, bisa berjalan baik dan meraih clean sheet.

"Karena sangat penting meraih clean sheet di laga perdana. Hal itu bisa memberikan poin untuk SFC," jelas Nova, Kamis (5/4/2012).

Diakui Nova perjalanan masih panjang, SFC memiliki waktu sekitar satu pekan untuk mempersiapkan diri, sebagai pemain dia akan profesional mengikuti saran dan instruksi pelatih.

"Saya pikir semuanya tergantung kepada pelatih. Instruksi dan kepercayaannya adalah tanggungjawab bagi kami pemain," jelas Nova.

@sripoku

Jamie tak Sabar Bela Sriwijaya FC

Jamie Coyne tidak sabar untuk segera membela Sriwijaya FC dalam pertandingan resmi. Tugas beratnya adalah bagaimana segera bergabung dan beradaptasi dengan cuaca, skema permainan dan atmosfer di Indonesia Super League (ISL).

"Itu tugas berat saya dan berharap semua bisa berjalan lancar. Karena bagi seorang pemain, proses adaptasi dalam sistem permainan, dan atmosfer kompetisi di suatu negara adalah hal yang sulit," jelas Jamie kepada Sripoku.com, Kamis (5/4/2012).

Karena, lanjut Jamie, ISL sangat berbeda dengan Liga Australia. Dia pun tidak banyak melihat pemain-pemain Australia dengan mudah beradaptasi di Indonesia. Namun dia kenal dengan Robby Gaspar yang kini eksis bermain di ISL.

"Saya kenal dia, dan berhasil di sini dan ingin mengikuti jejaknya," jelas Jammie.

Biodata:
Nama: Michael Jamie Coyne
TTL: Sydney, Australia, 2 Januari 1981
Postur: 187 cm/80kg
Istri: Tanja
Anak: Lucas (6)
Posisi: Belakang
1998-1999 West Ham United
2000-2002 Perth SC
2002-2004 Perth Glory
2004-2005 ADO Den Haag
2005-2011 Perth Glory
2011-2012 Sydney FC
2012-? Sriwijaya FC

@sripoku

Padukan Duet Jamie-Nova Di Lini Belakang SFC


Jamie Coyne sudah bergabung dengan Sriwijaya FC dan mengikuti latihan sejak Kamis (5/4/2012). Namun tugas berat menantinya, Jamie diharapkan secepatnya beradaptasi terutama saat berpasangan dengan bek Nova Arianto di sebagai center bek.

"Latihannya kita biasa kedua bermain bersama, karena menghadapi Deltras Sidoarjo, keduanya akan diandalkan, mengingat Jufe dan Thierry kena akumulasi kartu kuning," kata pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi, Kamis (5/4/2012).

Menurut Kas, dia akan melihat sejauh mana kondisi Jamie terutama soal urusan fisik dan performanya. Maklum, kondisi cuaca dan atmosfer Liga Australia akan sangat berbeda dengan Indonesia Super League (ISL) yang lebih keras dan kompetitif.

"Sebab ISL dan cuaca di Indonesia berbeda, kami berharap dia segera nyetel bersama SFC dan secepatnya beradaptasi," jelas pelatih asal Solo ini.

@sripoku

Kelantan vs Arema IPL = 3-0 , Klub IPL berada Di Level Mana Sebenarnya ???


Aib kembali diukir . Kali ini yang mengukir adalah ARema IPL. Setelah Sulit bagi klub indonesia untuk mengukir prestasi di ajang liga champions , Ajang AFC cup jadi ajang unjuk gigi klub-klub indonesia untuk setidaknya menunjukan kualitas mereka di asia . NAmun entah mengapa tahun ini, wakil indonesia , yang hanya diwakili arema ipl sudah kempes bahkan di fase grup .
Melawan klub malaysia kelantan , Arema IPL mempermalukan indonesia dengan kalah secara telak 3-0.
Pada menit-menit awal, tempo pertandingan antara Kelantan FA melawan Arema Indonesia di laga ketiga AFC Cup Grup H di Stadion Sultan Muhammad IV, Kota Bharu, Kelantan, Malaysia, Rabu (4/4) malam, berjalan cukup cepat.

Kedua tim saling menyerang, bahkan saat pertandingan memasuki menit ke-3, Kelantan FA hampir mencetak gol pertamanya, namun sayang masih gagal menembus gawang Arema yang dijaga oleh Dennis Romanov. Pada menit ke-7, giliran Arema yang membalas melalui tendangan Putut Waringin Jati, namun tendangannya masih melenceng di sisi kiri gawang Kelantan.

Pada menit ke-10, giliran tendangan pemain Kelantan FA, Denis Antwy dari luar kotak penalti yang membahayakan gawang Arema. Tetapi tendangannya masih melambung di atas mistar gawang. Memasuki menit ke-19, striker Kelantan itu kembali berusaha mencetak gol melalui heading, tetapi lagi-lagi bola melambung di atas mistar gawang.

Gagal mencetak gol, tak membuat para pemain Kelantan FC mengendorkan serangan. Hasilnya, di menit ke-24 sontekan mendatar pemain depan Mohammed Ghaddar mampu mengoyak gawang Arema Indonesia. Skor 1-0 untuk Kelantan FA bertahan sampai turun minum.
Baru memasuki menit kedua di babak kedua, striker tim nasional Lebanon tersebut kembali membuat gawang Arema yang dijaga Deniss Romanovs kembali bergetar. Kali ini Mohammed Ghaddar memanfaatkan sepak sudut yang disambut dengan sundulan yang masuk ke gawang Arema.
Di menit-menit akhir babak kedua, Kelantan FA kembali berhasil menyarangkan bola ke gawang Arema. Mohammed Gaddar menjadi orang kedua yang menyarangkan tiga gol ke gawang Arema dalam satu pertandingan setelah striker Navibank Saigon, Edison Fonseca, dalam ajang Piala AFC musim ini. Kedudukan berakhir untuk kemenangan Kelantan FA 3-0 atas Arema FC.
Pada pertandingan lain di Grup H, Navibank Saigon berhasil mengalahkan Ayeyawady United dengan skor 4-1. Hasil pertandingan malam ini membuat Navibank Saigon memimpin klasemen Grup H dengan 7 (tujuh) poin diikuti Ayeyawady dan Kelantan dengan meraih 4 (empat) poin. Pertandingan selanjutnya di Grup H akan mempertemukan Arema menjamu Kelantan dan Ayeyawady United bertindak sebagai tuan rumah menghadapi Navibank Saigon pada tanggal 10 April 2012 mendatang.

JADI SEBENARNYA , KLUB -KLUB IPL BERADA DI LEVEL MANA ??????????

@12pas

Sriwijaya FC Incar Tibo-Padwa

Sukses mendatangkan defender asing Asia, Michael Jamie Coyne, kini Sriwijaya berburu striker lokal berkualitas. Beberapa nama sudah masuk daftar bidik Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC). Diantaranya, duo pemain Persipura, Titus Bonay dan Imanuel Padwa.

“Informasinya, Tibo (Titus Bonay) dan Imanuel Padwal keluar dari Persipura. Untuk itu, kami akan melakukan penawaran kepada dua pemain ini untuk bergabung bersama Sriwijaya FC,” kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin, kemarin (4/4).

Hendri melanjutkan, perekrutan duo Persipura itu diproyeksikan untuk mengisi kekosongan Sriwijaya FC. Tibo sendiri diproyeksikan untuk mengisi pos Rachmat”Poci”Rivai yang diputus kontrak pada putaran kedua musim ini. Sedangkan,Imanuel Padwa akan mengisi posisi Syamsul Chaeruudin yang hengkang ke PSM Makassar.

“Kuota asing Asia kan sudah penuh, setelah mengambil Coyne. Jadi, untuk striker kami harus mencari pemain lokal yang benar-benar berkualitas. Sehingga, bisa semakin mempertajam lini depan Sriwijaya,” lanjutnya.

Ambisi Sriwijaya untuk mendatangkan Tibo jelas sesuai dari keinginan pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi. Ya, pelatih asal Solo itu berharap, striker yang bakal direkrut kualitasnya diatas striker lokal yang dimiliki, yakni Rizky Novriansyah. “Striker lokal harus lebih bagus dari Rizky. Sebab, tujuan kami merekrut striker untuk antisipasi bila Kayamba absen,” ungkap Kas Hartadi, Selasa (3/4) lalu.

Dilihat dari pengalaman dan kualitas, Tibo memang lebih baik dari Rizky Novriansyah. Tibo tak jarang masuk skuad inti Persipura Jayapura. Pemain asal Papua itu pernah diminati klub asal Malaysia, Selangor FC, dan klub asal Thailand, Chonburi FC. Namun, saat didekati di akhir tahun kemarin, ujung tombak Persipura itu menolak.

Tibo adalah jebolan Persipura U-21 di tahun 2008. Ia sempat bergabung dengan PKT Bontang pada 2009 dan kemudian bertahan selama semusim di Persiram pada 2010. Kemampuannya yang luar biasa membuat Persipura kembali menariknya sejak akhir 2010. Dengan kematangannya, Tibo juga menjadi andalan di Timnas SEA Games XXVI dan Pra Piala Dunia 2014.

Tibo dan Imanuel Padwa sendiri resmi hengkang dari Persipura sejak 1 April lalu. Hal itu langsung diungkapkan oleh Pelatih Persipura Jayapura Jackson. Imanuel Padwa dipastikan keluar karena faktor nonteknis, sementara penyerang andalan Persipura, Tibo, memilih bergabung bersama tim dari luar Papua. “Kita sudah lepas, Tibo dari informasinya sementara didekati klub luar Papua," kata Jacksen, Selasa 3 April 2012.

Keluarnya dua pemain tersebut, kata Tiago, tidak sampai mengganggu jadwal rutin latihan dan komposisi tim Mutiara Hitam. “Kita masih punya pemain lain. Kalau Tibo anaknya juga mau sekolah di luar," pungkasnya. (gsm)

@sumeks

Jamie Janjikan Kemenangan Untuk SFC

PEMAIN anyar Sriwijaya FC, Michael Jamie Coyne mengaku siap membawa istri dan anaknya ke Palembang. Mengingat saat ini dirinya sudah dikontrak oleh manajemen SFC selama lima bulan. Namun diakuinya, akan membutuhkan biaya yang besar jika harus pulang pergi Australia-Palembang.

“Ya kemungkinan dalam beberapa hari ini, anak dan istri saya akan menyusul ke Palembang,” kata pemain berpaspor Australia ini ketika dibincangi Sripo, usai pesawatnya mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Rabu (4/4) malam pukul 20.30.

Pantauan Sripo, tiba dari Jakarta, Coyne (sapaan akrabnya) terlihat menggunakan setelan santai dengan celana pendek dan baju kaos berwarna hitam. Mengetahui ada pemain SFC yang baru saja direkrut, langsung saja beberapa orang-orang yang berada di sekitar bandara langsung minta foto bersama. Pemain kelahiran 2 Januari 1981 yang akan menjadi tandem Thierry Ganthuesi dengan ramah melayaninya.

Sebelumnya ia berangkat dari Sydney, Australia, menuju Jakarta pukul 12.00 kemarin dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-713 dan kemudian melanjutkan pesawat GA-126 menuju Palembang.

Meski baru saja melakukan perjalanan jauh dengan perbedaan waktu dan suhu, Coyne mengaku tidak begitu mengalami gejala jetlag (kondisi seperti mual, tidak enak badan dan lainnya). Dirinya merasa kondisi psikologisnya siap untuk menjalani latihan besok bersama pemain lainnya, begitupun dengan kondisi fisiknya yang terbilang bugar.

“Saya baru sekitar beberapa minggu saja menyelesaikan kompetisi di Australia, jadi kondisi saya masih sangat siap. Saya selalu rutin lari pagi untuk menjaga kebugaran,” kata mantan pemain Sidney FC dan West Ham United (Ingris) ini.

Berbicara soal targetnya di SFC, pemain yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Palembang ini berjanji akan berusaha untuk memberikan kemenangan dalam setiap pertandingan. Ia mengaku sangat serius untuk bermain di liga Indonesia, makanya pemilik tinggi/berat 187 cm/80kg, berusaha untuk dapat beradaptasi dengan pola permainan SFC secepatnya, sehingga bisa selalu tampil bersama Laskar Wong Kito.

“Saya siap bersaing dengan klub-klub yang berada di Indonesia. Kalau untuk target pastinya ingin menjadi juara. Ada pemain di Liga Indoenesia yang saya kenal dan berasal dari Austalia juga, yaitu Robby Gaspar (Persib Bandung). Saya nilai Robby pemain yang bagus dan saya akan mencoba untuk mengikuti jejaknya untuk berkarir di sini (Liga Super Indonesia),” ujar pemain yang identik dengan nomor punggung tiga ini.

Ketika ditanya apakah siap memakai nomor punggung delapan bersama SFC? Coyne hanya menjawab tentu saja siap. “Tidak menjadi persoalan nomor apa yang diberikan manajemen kepada saya,” tegasnya. (Cw2)

@sripoku

Jamie : Cuaca Palembang Tidak Masalah

Bek asal Australia Michael Jamie Coyne telah tiba di Palembang, tadi malam. Mantan punggawa Sydney FC tidak mempermasalahkan cuaca panas Palembang dan siap berjibaku membela Sriwijaya FC.
Jamie mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di Palembang. Meski belum mengenal Palembang, Jamie ingin mempersembahkan yang terbaik bagi klub kebanggaan masyarakat Sumsel, Sriwijaya FC.
“Bagi saya cuaca Palembang tidak ada kendala sama sekali. Sebelum saya tiba di Palembang stamina dan kebugaran saya tetap terjaga dengan jogging,” ujarnya saat disodori pertanyaan setibanya di bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, tadi malam.
Pria yang telah memiliki satu orang anak laki- laki ini, tidak mempermasalahakan nomor punggung delapan yang telah diberikan kepadanya. Menurutnya semua nomor punggung bisa memberikan keberuntungan.
“Tidak masalah, itu semua tergantung dengan trik permainan kita. Target saya memberikan yang terbaik untuk SFC, sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Disinggung mengenai pengetahuannya tentang SFC dan kota metropolis ini, Jamie menyatakan dapat informasi dari internet. “Saya beberapa kali menonton permainan SFC melalui layar televisi, dan memang menakjubkan. Ketika saya diberikan tawaran untuk bergabung di SFC maka saya tidak berpikir panjang untuk bergabung,” ungkapnya.
Sementara itu untuk budaya kuliner dan tradisi lainnya di Palembang, Jamie akan perlahan untuk mengenal dan berbaur dengan masyarakat. “Saat ini keluarga saya belum saya bawa, namun ketika telah memiliki rumah yang tepat, maka keluarga akan diboyong,” tukasnya.
Sementara ini Jamie tinggal di hotel Swarna Dwipa Palembang. Sebagai pemain asing, Jamie nantinya akan mendapat fasilitas rumah dan mobil pribadi. (nik)

@12paz

Saleh Tanggapi Pembubaran PSSI Versi KPSI

Meski masih simpang siur, namun kabar dibubarkannya kepengurusan PSSI versi KPSI di bawah pimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti mendapatkan tanggapan serius dari banyak pihak, salah satunya Sekretaris Jenderal PSSI Bidang Kompetisi, Saleh Ismail Mukadar.

Sebelumnya, tersiar kabar bahwa Nirwan Bakrie, notabene sang bos besar yang selama ini berada di belakang layar KPSI, telah membubarkan organisasi pimpinan La Nyalla.

Nirwan dinilai merasa jengah dengan dagelan yang dipertontonkan oleh La Nyalla dan kawan-kawan hingga merasa perlu untuk menghentikan apa yang sudah diberikan.

Terlebih, berdasarkan surat dari Departermen Media FIFA pada 3 April 2012, pengurus PSSI yang diakui hanya hasil KLB di Solo, yakni Djohar Arifin Husin. Alhasil, PSSI versi KPSI dianggap sebagai organisasi tanpa bentuk dan hanya buang-buang duit secara percuma.

"Sudah saya katakan sejak awal, KPSI atau PSSI-nya, sama sekali tidak diakui oleh FIFA dan AFC. Terlebih, apa yang mereka lakukan selama ini hanya memperkeruh dan memperparah kondisi persepakbolaan nasional. Sebab, mana mungkin seseorang yang sudah dilarang mengurus sepakbola lalu mengaku sebagai pengurus PSSI. Ini sangat keliru," terang Saleh kepada Bola.net.

"Kalau berita pembubaran itu ternyata benar, maka langkah Nirwan Bakrie sangat tepat. Bahkan, arwahnya (La Nyalla, Tony, Erwin, dan Robertho) pun dilarang mengurus sepakbola," tuturnya.

PSSI selumnya memang telah memecat La Nyalla Mattalitti, Erwin Dwi Budiman, Robertho Rouw dan Tony Aprliani dari kursi Komite Eksekutif, 22 Desember 2011, karena dinilai melanggar kode etik. Mereka akhirnya diberhentikan secara permanen (untuk seumur hidup) dari jabatan dan tidak diperkenankan lagi beraktivitas di lingkup persepakbolaan tanah air.

Diungkapkan Saleh, itu karena mereka tidak melaksanakan apa yang diminta komite etik tentang pemberhentian mereka yang tertuang dalam SK No.002/PTS/M-ke/PSSI/12/2011 berdasarkan Rapat Komite Etika pada 26 Desember 2011, dengan pelanggaran Pasal 36 ayat 5 statuta PSSI, Pasal 42 statuta PSSI, Pasal 6 kode etik fair play PSSI, Pasal 9 kode etik fair play PSSI, Pasal 12 kode etik PSSI, dan Pasal 18 kode etik fair play PSSI. (esa/gia)

@bola.net

Nirwan Disebut Bubarkan KPSI, La Nyalla Cuek

Ketua Umum PSSI versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) La Nyalla Mahmud Mattalitti, sama sekali tidak terganggu dengan beredarnya isu pembubaran organisasi yang kini dipimpinnya.

Sebelumnya, La Nyalla Mattalitti dan Rahim Soekasah terpilih sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI versi KPSI melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu (18/3).

Selain menetapkan keduanya, KLB tersebut juga menetapkan anggota Komite Eksekutif (Exco). Dalam rapat Exco, juga telah tersusun kepengurusan di bawah pimpinan La Nyalla untuk masa bakti 20012/2016.

"Saya tetap sah sebagai Ketua Umum PSSI (versi KPSI) karena dipilih oleh 2/3 anggota sah PSSI. Berita yang menyebut organisasi pimpinan saya sudah dibubarkan, itu bohong besar. Saya tegaskan, 1.000 persen saya masih sah sebagai Ketua Umum PSSI," kata La Nyalla kepada Bola.net.

Hal tersebut bermula dari pemberitaan yang tersiar luas bahwa La Nyalla beserta pengikutnya mendatangi rapat luar biasa yang sengaja diadakan Nirwan Bakrie di hotel Nikko, Jakarta, Rabu (04/4). Rapat yang digelar sejak sore hingga tengah malam tersebut memiliki agenda utama mendengarkan pandangan dari Nirwan, notabene sang bos besar yang selama ini berada di belakang layar KPSI.

Jalannya rapat diwartakan cukup tegang karena membahas kelanjutan organisasi yang dipimpin La Nyala serta pemecatan Dali Tahir di komite AFC.

Pasalnya, berdasarkan surat dari Departermen Media FIFA pada 3 April 2012, yang diakui hanya pengurus PSSI hasil KLB di Solo, yakni Djohar Arifin Husin. Alhasil, KPSI dianggap sebagai organisasi tanpa bentuk dan hanya membuang-buang duit secara percuma.

Hal tersebutlah yang menyebabkan Nirwan merasa jengah dengan dagelan yang dipertontonkan oleh La Nyala dan kawan-kawan hingga merasa perlu untuk menghentikan apa yang sudah diberikan.

Dengan demikian, menurut berita yang sumbernya sudah diketahui La Nyalla tersebut, Nirwan Bakrie mengharapkan La Nyalla dan kawan-kawan tidak melakukan hal-hal yang kontra produktif demi kemajuan persepakbolaan Indonesia.

Masih dalam warta tersebut, Nirwan juga berpesan agar semua pihak dapat berkonsentrasi untuk membangun sepakbola nasional tanpa mengutamakan kepentingan kelompok. Tidak ada lagi diskriminasi, jadi dukunglah PSSI yang sah dan diakui FIFA demi sepakbola Indonesia di masa depan.

"Itu saya pastikan Nirwan Bakrie palsu. Pokoknya, itu berita bohong. PSSI pimpinan saya tetap solid dan terus bekerja," tegasnya.

Selama ini, Nirwan dinilai jor-joran dalam memberikan waktu, uang dan tenaga untuk menghidupi klub Indonesia Super League (ISL) di bawah operator PT Liga Indonesia (PT LI).

Ditambah lagi, ahli lobi mereka di luar negeri, Dali Tahir sudah dikeluarkan dari zona nyaman (comfort zone) sehingga kelompok Nirwan tidak bisa leluasa lagi menutupi berita-berita miring yang menyangkut mereka di hadapan AFC maupun FIFA

Hasil Keputusan Rapat Versi Sumber Berita Yang Dianggap Palsu:

1. Ceased operations/pembubaran KPSI (pimpinan Toni A) dan semua bentuk produknya termasuk PSSI versi La Nyala.

2. Untuk menghindari kekecewaan pendukung fanatik klub-klub ISL dan kontrak bisnis dengan third party, seperti hak siar dan lain-lain, maka kompetisi ISL tetap dilanjutkan sampai akhir musim kompetisi, selanjutnya tergantung keputusan dewan rekonsiliasi.

3. Dibentuk dewan rekonsiliasi untuk mengadakan pertemuan formal dan informal dengan PSSI Djohar Arifin untuk membahas format yang terbaik untuk tercapainya win-win solution dari konflik yang terjadi selama ini.

4. Peserta rapat diharapkan tidak mempublikasi hasil dari rapat ini mengingat harkat dan martabat personal-personal yang terlibat dalam kisruh selama ini (tidak ada yang merasa embarrased) serta tetap low profile untuk kestabilan politik menjelang Pilpres 2014. (esa/gia)

@bola.net

'Semua Pihak Harus Hormati Putusan FIFA'


Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Rohmani, yang membidangi olah raga, pendidikan, budaya dan pariwisata, meminta

Semua pihak diminta menghormati keputusan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terkait kepengurusan PSSI. "Keputusan Komite Eksekutif FIFA menegaskan hanya mengakui PSSI hasil kongres Solo pada Juli 2011, yang memutuskan Djohar Arifin sebagai ketua umum," kata di Jakarta, Rabu (4/4).

Jadi, ketika keputusan FIFA ini keluar, maka segala polemik tentang kepengurusan PSSI telah selesai. Apa yang diputuskan oleh FIFA itu yang benar, tambahnya. Untuk itu, kata dia, pemerintah harus tegas terhadap pihak-pihak yang tidak mematuhi keputusan FIFA.

"Kalau perlu pemerintah memberikan sanksi tegas terhadap pihak-pihak yang ingin merusak sepak bola nasional," katanya menegaskan. Rohmani mengatakan keputusan FIFA itu harus dihormati semua pihak demi kepentingan masa depan sepak bola di Tanah Air, dan tidak perlu lagi memperdebatkan hal tersebut.

Sekarang, menurut dia, yang terpenting adalah bagaimana semua pihak peduli terhadap sepak bola dengan memperbaiki kondisi yang ada. Terkait dengan keputusan FIFA tersebut, anggota Fraksi PKS itu meminta pihak yang selama ini berseberangan dengan pengurus PSSI Djohar Arifin untuk segera melakukan rekonsiliasi.

"Pihak-pihak yang terkait dengan sepak bola seperti klub, Pengprov, PSSI, pemain dan pelatih untuk bersedia melakukan rekonsiliasi. Karena PSSI yang diakui FIFA, itu sudah jelas," katanya.
Kepada PSSI Rohmani meminta untuk mengakomodasi dan menerima masukan dari semua pihak. "Kepentingan masa depan sepak bola nasional harus diutamakan," katanya.

@republika

Rabu, 04 April 2012

Jamie Siap Boyong Anak-Istri


Defender anyar Sriwijaya FC, Jammie Coyne tiba di Palembang Rabu (4/4/2012) pukul 20.30. Dia dipastikan menjalani latihan bersama SFC sejak Kamis (5/5/2012) dan menyatakan serius memperkuat Laskar Wong Kito.

Bahkan Jamie menyatakan siap memboyong anak istrinya dalam waktu dekat ke Palembang, agar lebih fokus membela tim kebangaan wong Sumsel."Saya dalam waktu dekat akan memboyong anak istri saya ke Palembang. Saya serius ingin bermain di Indonesia dan mewujudkan target SFC," jelas Jammie kepada Sripoku.com, Rabu (4/4/2012) malam.

Jammie didampingi agen perjalanan rekanan SFC, Bambang dan staf ofisial Iwan. Masyarakat dan sejumlah pengunjung di Bandara tampak mengabadikan pemain yang akan memperkuat Laskar Wong Kito di putaran pertama melawan Deltras Sidoarjo 13 April mendatang. Ia langsung menginap di Hotel Swarna Dwipa.

@sripoku

Apakah Tibo Pemain Incaran SFC?


Penyerang Titus Bonai kemungkinan besar bakal hengkang dari Persipura Jayapura jelang putaran kedua Indonesia Super League (ISL) musim ini. Tibo mangkir dari latihan sepanjang hari ini. Hal ini sseiring dengan absennya Tibo. Sementara itu, Sriwijaya FC kini tengah memburu striker berkualitas untuk mengarungi putaran kedua.

Apakah Tibo pemain yang diburu SFC? Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin belum mau berkomentar terkait dengan perburuan pemain di posisi striker. Sebab Laskar Wong kito saat ini tengah fokus menyelesaikan administrasi rekrutmen Jammie Coyne.

"Untuk sementara kami belum mau komentar, kini kami baru saja mendapatkan center bek yang sesuai dengan kebutuhan tim," jelas Hendri.

Sementara itu pelatih Persipura Jayapura Jaksen F Tiago seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (3/4/2012) malam membenarkan kabar itu."Kemungkinan besar seperti itu karena dia tidak latihan pagi dan sore tadi," kata Jacksen.

Jacksen mengaku belum berkomunikasi dengan Tibo terkait hal ini. Oleh karena itu, pelatih asal Brasil itu belum mengetahui alasan Tibo hengkang dari klub berjuluk "Mutiara Hitam". "Saya hanya mendengar-dengar, Tibo akan membela klub di luar Papua. Alasan sebenarnya saya tidak tahu," kata Jacksen.

Tibo sendiri belum bisa dikonfirmasi terkait kabar ini. Ketika dihubungi Kompas.com, Tibo tidak mengangkat telepon genggamnya. Kantor berita Antara menyebutkan, Tibo sudah menyatakan hengkang mulai 1 April 2012. Selain Tibo, Imanuel Padwa juga dikabarkan hengkang.

Sementara Persipura sedang menyeleksi dua pemain baru, yakni Petrus Asmuruf dari Persidafon Dafonsoro dan Ki Joo Hwan asal Korea Selatan yang sebelumnya pernah bermain di klub Gaylang United asal Singapura.

@sripoku

Lagi . . . PSSI Ajak Klub ISL Rujuk


Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali berencana memanggil klub peserta Indonesia Super League (ISL), Rabu (4/4/2012). PSSI tak menyerah untuk duduk bersama dengan klub-kub ISL dan menemukan solusi terhadap dualisme kompetisi seperti yang diamanatkan FIFA.

"Surat sudah kita kirimkan kepada klub ISL, Jumat kemarin. Kita akan menghadirkan beliau-beliau besok. Mudah-mudah dengan rekonsiliasi bisa menemukan solusi yang terbaik," jelas Ketua Tim Rekonsiliasi PSSI, Bernhard Limbong, kepada wartawan di kantor PSSI, Rabu (4/4/2012).

Sudah dua kali PSSI mengundang klub-klub ISL untuk datang ke pertemuan rekonsiliasi. Namun, PSSI kerap menemui jalan buntu karena klub-klub tersebut menolak untuk datang.

Dalam pertemuan pertama yang digelar 14 Maret lalu, hanya Persib Bandung yang muncul menemui pengurus PSSI. Sementara itu, dalam pertemuan kedua yang direncanakan 29 Maret 2012, tak satu pun klub hadir memenuhi undangan PSSI di Hotel Crown, Jakarta. Meskipun upaya rekonsiliasi selalu gagal, Limbong mengaku tak menyerah untuk merangkul klub ISL.

"Namanya islah tidak gampang. Kita harus sabar," tegasnya.

Limbong sendiri belum bisa menyebutkan klub-klub yang sudah mengonfirmasi kedatangan mereka dalam undangan kali ini. Tim juga belajar dari pengalaman lalu untuk menggelar pertemuan yang tidak tiba-tiba.

"Saya yakin mereka akan datang," tegasnya.

PSSI dituntut untuk segera menyelesaikan dualisme kompetisi setelah pada 30 Maret lalu, FIFA memutuskan memberikan toleransi kepada PSSI untuk menyelesaikan dualisme kompetisi hingga 15 Juni 2012. Jika masalah ini tak kunjung kelar pada waktu yang ditetapkan, FIFA menegaskan akan membawa kasus tersebut ke Komite Darurat FIFA dan Indonesia kemungkinan besar akan dikenakan sanksi.

@kompas.com

Juara Paruh Musim, Sriwijaya FC Dapat Sponsor Baru


Menghadapi putaran kedua kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) akan mendapat sponsor baru.

Direktur Keuangan Sriwijaya FC Augie Bunyamin, Rabu (4/4), mengatakan, “Menghadapi putaran kedua LSI, Sriwijaya FC kebanjiran sponsor. Sriwijaya FC sekarang sedang jadi incaran sejumlah perusahaan dan BUMN yang menyatakan minatnya menjadi sponsor.”

Pasca Sriwijaya FC menjadi peraih puncak klasemen sementara LSI 2011/2012, menurut Augie, sudah ada beberapa sponsor baru yang menyatakan akan menjadi sponsor.

“Pada putaran kedua ini Sriwijaya FC bakal memperoleh dana dari sponsor sekitar Rp7 miliar. Dana sponsor tersebut akan masuk ke kas PT Sriwijaya Optimis Mandiri selaku perusahaan pengelola Sriwijaya FC sebelum dimulainya laga perdana putaran kedua saat Sriwijaya FC melawan Deltras Sidoarjo 13 April mendatang,” katanya.

Sebelumnya sudah ada beberapa perusahaan dan BUMN/ BUMD yang sudah menjadi sponsor Sriwijaya FC, diantaranya PTBA Tbk, Bank Sumselbabel dan PT Thamrin Brothers. “Sekarang ada perusahaan termasuk bank yang ingin menjadi sponsor Sriwijaya FC. Sepertinya ini berkah Sriwijaya FC setelah menjadi pimpinan klasmen sementara,” tambahnya.

Menurut Augie, dengan dana yang masuk ke dalam kas menejemen segera dimanfaatkan membiayai tiga laga tandang dan dua laga kandang, serta membayar down payment pemain asal Australia yang dikontrak pada paruh musim kedua.

Kepada wartawan, Direktur Keuangan Sriwijaya FC tersebut belum mau menyebut nama perusahaan dan bank yang akan menjadi sponsor baru klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut.

“Khusus untuk sponsor dari perbankan kita akan berhati-hati karena akan menggandeng dua bank, karena sebelumnya Sriwijaya FC sudah terikat kontrak dengan Bank Sumselbabel yang sudah menjadi sponsor sejak musim kompetisi lalu. Jadi kami akan mencari celah untuk menggandeng perbankan ini,” ujar Augie.

Sementara itu pelatih Sriwijaya FC Kas hartadi menyambut baik tingginya animo masyarakat dalam membesarkan klub. “Kondisi ini sebagai suatu langkah yang baik untuk menggapai target di musim 2011/2012. Ini kenyataanya, setelah kami jadi pemimpin klasemen maka akan semakin banyak yang tertarik,” ujarnya.

@Republika

Malam Ini Michael Jammie Coyne Tiba di Palembang


Defender anyar Sriwijaya FC, Michael Jammie Coyne, dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Palembang, Rabu (4/4/2012) malam ini.

Dia akan segera bergabung dengan Sriwijaya FC dan mengikuti latihan pada Kamis (5/4/2012) bersama Keith Kayamba Gumbs.

"Malam ini dia dijadwalkan datang ke Palembang dan akan dijemput oleh ofisial SFC di Bandara," jelas Wakil Manajer SFC, Jamaludin, kepada Sripoku.com.

Berdasarkan jadwal, Jammie sudah bertolak dari Sidney, Australia, menuju Jakarta pukul 12.00 dengan Garuda Indonesia GA713 dan dijadwalkan tiba di Jakarta pada 18.50. Setelah itu ia langsung bertolak menuju Palembang dengan GA126.

"Jika perjalanan lancar dia sudah ada di Palembang paling lambat pukul 20.00," jelas Jamal.

@sripoku

PSSI Surati Polri Untuk Hentikan Izin Pertandingan ISL

Peringatan PSSI untuk menghentikan izin pertandingan yang diselenggarakan PT Liga Indonesia (LI), Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama ternyata bukan pepesan kosong.

Buktinya, Ketua Tim Rekonsiliasi PSSI, Bernhard Limbong, memastikan telah mengirimkan surat kepada Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo.

Menurut Limbong yang ditemui Bola.net di kantor PSSI, Senayan, izin pertandingan seharusnya hanya diberikan kepada klub-klub yang bermain di liga resmi PSSI, di bawah pengelolaan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).

“Saya sudah mengirimkan surat kepada kepala kepolisian RI, Rabu (04/4). Dalam waktu dekat, semoga mendapatkan balasan dan saya juga berharap sesegera mungkin bertemu dengan bapak Timur Pradopo,” kata Limbong.

Hal tersebut dilakukan Limbong agar Indonesia terhindar sanksi dari FIFA. Sebab, merujuk pada hasil rapat Komite Eksekutif FIFA pada Jumat (30/3) lalu, memberi tambahan waktu kepada PSSI untuk menyelesaikan dualisme kompetisi hingga 15 Juni 2012.

Sebab, FIFA memberikan peringatan pada PSSI jika hingga batas waktu tersebut dualisme kompetisi belum berakhir, kemungkinan akan menjatuhkan sanksi kepada Indonesia.

Tidak hanya itu, Limbong menuturkan bahwa PSSI terus berupaya merangkul kembali klub-klub ISL untuk berembuk kembali. (esa/end)

@bolanet

La Nyalla: Hasil KLB Telah Dikirim ke FIFA

Ketua Umum PSSI yang terpilih melalui Kongres Luar Biasa (KLB), La Nyalla Mattalitti, menolak disebut sebagai PSSI tandingan. Sebab menurutnya hasil KLB yang digelar di Hotel Mercure, Jakarta, 18 Maret lalu telah sesuai dengan statuta PSSI.

La Nyalla juga mengaku telah mengirim hasil KLB tersebut ke AFC dan FIFA. Dia juga berjanji akan berusaha maksimal agar kepengurusan yang dibentuknya mendapat legitimasi dari FIFA sebelum 15 Juni 2012.

"Yang jelas hasil KLB di Ancol sudah dilaporkan ke FIFA dan AFC. Rencananya, keputusan baru diumumkan 15 Juni mendatang. Tapi sebelum 15 Juni kami sudah tahu mana yang sah,” ujar La Nyalla kepada wartawan di Gedung KONI Jatim, Senin, 2 April 2012.

La Nyalla menjelaskan, 81 voter yang hadir pada KLB di Jakarta sama dengan yang hadir dalam KLB 19 Juli 2010 di Solo. Karena itu, La Nyalla menilai saat ini tidak ada lagi PSSI tandingan.

"Dengan 2/3 anggota yang sudah memberikan mandat untuk mengajukan mosi tidak percaya dan digantikan dengan KLB (18/12), harusnya mereka sadar posisinya,” ujar La Nyalla.

"Apakah keinginan 2/3 anggota PSSI yang tidak puas dengan kepemimpinan Djohar Arifin dianggap menyalahi statuta? Dengan adanya KLB maka kepengurusan Djohar sudah tidak sah lagi. Mereka sudah tamat," katanya.

FIFA sebelumnya telah memperpanjang tenggat waktu bagi PSSI untuk menyelesaikan berbagai isu termasuk dualisme kompetisi hingga 15 Juni 2012. Bila kembali gagal, maka Indonesia terancam kena sanksi FIFA.

© VIVAbola