Sabtu, 07 April 2012

Satgas Rekonsiliasi Inisiatif FIFA, Bukan Hasil Lobi

Wakil Sekretaris Jenderal PSSI Tondo Widodo menegaskan, satuan tugas (satgas) rekonsiliasi yang dibentuk Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) adalah murni keinginan dari Badan Sepak Bola Dunia (FIFA).

"Kami menjamin pembentukan satgas ini merupakan murni keinginan dari FIFA. Ini dibentuk berdasar surat FIFA, bukan atas permintaan pihak-pihak lain," katanya seperti dikutip dari situs resmi PSSI, Sabtu.

Tondo membantah satgas untuk membantu proses rekonsiliasi di sepak bola Indonesia itu merupakan permintaan dari salah satu pihak yang berseteru dengan PSSI. "Klaim yang
menyatakan bahwa dibentuknya satgas ini merupakan permintaan dari salah satu kelompok tertentu adalah sesuatu yang memutarbalikkan fakta," tegasnya.

Sebelumnya, AFC melalui.surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Alex Soosay telah mengirimkan surat kepada PSSI mengenai pembentukan satgas ini.
Menurut Soosay, dalam surat yang ditujukan pada Sekjen PSSI Tri Goestoro itu, satgas ini akan membantu pihak-pihak yang berseteru untuk mencapai rekonsiliasi sebelum tenggat waktu yang ditetapkan FIFA, 15 Juni mendatang.

"Satgas ini akan memfasilitasi semua kegiatan dalam kaitan dengan proses rekonsiliasi.
AFC melihat bahwa ajakan rekonsiliasi dari PSSI selama ini bertepuk sebelah tangan, tidak mendapat tanggapan dari kubu lainnya," kata Tondo.

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menyambut gembira pembentukan tim satgas (task force) untuk membantu menyelesaikan konflik dualisme kompetisi di Tanah Air oleh federasi sepak bola dunia FIFA.

Tim ini beranggotakan Wakil Ketua AFC Pangeran Abdullah Ibni Ahmad Sultan Shah, Sekjen AFC Alex Soosay, anggota Exco AFC Worawi Makudi, serta Ketua Hubungan Internasional AFC James Johnson.

"Dalam rapat yang diikuti semua anggota AFC sudah disepakati pembentukan tim Task Force untuk Indonesia. Itu dilakukan guna membantu kita menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Terutama masalah dualisme kompetisi," kata Djohar.

Djohar bahkan menunjuk dikeluarkannya penundaan "deadline" untuk PSSI menyelesaikan masalah internal dari 20 Maret 2012 menjadi 15 Juni mendatang sebagai salah satu hasil kerja tim Task Force. "Itu dilakukan, karena memang semua anggota AFC sudah sepakat untuk membantu Indonesia agar tidak sampai terkena sanksi," tegas Djohar.

Pada kesempatan ini, Djohar pun dengan tegas membantah klaim pihak-
pihak tertentu yang menyebutkan pembentukan tim Task Force FIFA adalah hasil lobi mereka. "AFC maupun FIFA sudah pasti tidak akan mengakomodir mereka yang bukan anggota. Karena itu, bohong besar kalau ada yang mengatakan pembentukan tim Task Force adalah hasil kerja mereka," tandas Djohar.

@republika

Tidak ada komentar: