Selasa, 14 Februari 2012

Sosok Sederhana Seorang Pelatih, Kas Hartadi.

Pelatih Kepala Sriwijaya Football Club (SFC) Kas Hartadi menolak untuk mendapatkan fasilitas mewah seorang pelatih kepala yang seharusnya diberikan kepadannya.
Pasalnya tempat ideal seorang pelatih berada di hotel dan terpisah dari pemain Sriwijaya FC lainya.

“Saya tidak mau tinggal di hotel lebih baik bersama-sama dengan pemain lainya di mess pertiwi, “kata Kas Hartadi Pelatih Kepala Sriwijaya FC kepada Palembang Ekspres Senin,(13/2).

Menurut ayah satu anak ini, dirinya pun pernah ditawarkan manajemen
Sriwijaya Optimis Mandiri (PT.SOM) untuk mencari rumah sebagai tempat penginapan.
“ Saya merasa.lebih nyaman disini dari pada saya menerima fasilitas seorang pelatih. Karena disana juga sendiri tidak nyaman lebih baik disini dekat dengan pemain dan kita selalu bisa berdiskusi dan berbincang-bincang“ tambahnya.

Dimasa kepemimpinan Ivan Venkov Kolev, pelatih asal Bulgaria ini mendapatkan fasilitas mobil dan menginap di hotel Swarna Dwipa. Tidak hanya itu saja Kolev juga mendapatkan supir pribadi yang diberikan manajemen kepadanya.
Kesederhanan Kas Hartadi ternyata tidak klop dengan fasilitas yang seharusnya didapatkannya.

Menurut informasi yang didepankan koran ini mantan asisten Ivan Kolev ini dimalam harinya sering berkujung ke kamar anak asuhnya sekaligus memberikan motivasi.
“Malam-malam mas Kas, sering berkujung ke kamar-kamar pemain mempertanyakan kendala-kendala apa saja yang dipemain pada saat latihan atapun bertanding. Mas Kas, sangat dekat dengan pemain-pemain kita beda dengan pelatih Sriwijaya FC sebelumnya, “ujarnya yang enggan disebutkan namanya.

Sebagai pelatih kepala Sriwijaya FC Kas Hartadi hanya mau menerima fasilitas
mobil yang diberikan kepadanya. “Saya tidak mau pikirkan macam-macam yang jelas ingin wujudkan musim ini kita dapatkan tropy ISL.
Untuk fasilitas-fasilitas itu juga tidak nyaman bagi saya karena sendiri di hotel dan tidak ada kawan ngobrol juga
tidak enak, “ tutupnya.

Sementara itu untuk pemain Sriwijaya FC manajemen memberikan fasilitas terbaiknya bagi pemain asing yang mendapatkan mobil pribadi dan diinapkan di hotel Swarna Dwipa. Sedangkan pemain lokal Indonesia diinapkan di mess pertiwi yang berada di Sekip.
Manajemen SFC juga sempat mengusulkan para pemain untuk menempati wisma atlet komplek Jakabaring Sport City (JSC) dikarenakan akses ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) lebih dekat.

Dengan alasan jauh dari akses pusat kota para punggawa Laskar Wong Kito enggan untuk meninggakan mess
pertiwi.

(MLM)
©Palpres

Tidak ada komentar: