Jumat, 27 April 2012

Minim Persiapan, PSMS Tak Gentar Hadapi SFC

Meski dengan persiapan yang minim, PSMS Medan siap mengimbangi permainan Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12, Sabtu, 28 April 2012. Derbi Andalas ini akan digelar di kandang SFC, Stadion Jakabaring, Palembang.

Pertemuan PSMS dan SFC kerap berjalan sengit. Rivalitas masa lalu menjadi bumbu penyedap dalam setiap pertemuan kedua tim ini.

Rivalitas PSMS dan SFC ini diawali saat keduanya bertemu di final Liga Indonesia 2007-08. Bertanding di Stadion si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat, Laskar Wong Kito berhasil mengubur mimpi Ayam Kinantan untuk menjadi juara setelah menang dengan skor 3-1.

"Kami datang ke sini dengan persiapan yang minim usai melakoni dua laga kandang terakhir melawan Deltras dan Persidafon. Tetapi meskipun begitu, kami tetap optimis untuk laga besok," kata Pelatih Caretaker, Suharto kepada VIVAbola, Kamis, 26 April 2012.

Tak hanya minim waktu recovery, Suharto juga dipusingkan dengan cederanya tiga pemain belakang PSMS, yakni Denny Rumba, Rahmad, dan Wawan Widiantoro. Absennya ketiga pemain ini berpotensi membuat barisan pertahanan Ayam Kinantan terancam keropos.

"Tapi kami yakin pemain yang telah saya siapkan untuk menggantikan mereka kualitasnya tidak akan berbeda jauh karena selama ini saya sering melakukan rotasi dalam tim agar kami tidak tergantung kepada satu pemain saja," kata Suharto.

Suharto memang telah menyiapkan dua nama untuk menambal lubang yang ditinggalkan ketiga pemain itu. Mereka adalah Ledi Utomo dan pemain PSMS U21 yang naik kelas ke tim senior, Wiganda.

"Ledi sebenarnya bukan bek sayap. Tetapi saat melawan Persidafon dia sukses memerankan tugasnya di posisi itu. Dia sering mematikan pergerakan pemain Persidafon. Sedangkan Wiganda memang berposisi bek sayap, dia juga sudah kami turunkan saat menghadapi Deltras kemarin, hasil tidak terlalu buruk," ujar Suharto.

Meski diselimuti rasa percaya diri yang tinggi, Suharto tidak ingin gegabah dalam menghadapi SFC. Sebaliknya, dia meminta para pemainnya agar mewaspadai permainan kolektif Laskar Wong Kito. Dia menilai SFC yang kini berada di puncak klasemen sementara ISL memiliki pemain yang dengan kemampuan individu yang mumpuni.

"Kekuatan SFC terletak pada permainan kolektivitas mereka. Mereka juga memiliki dua striker haus gol. Selain itu, di sana juga terdapat dua pemain timnas, Firman Utina dan kiper Ferry Rotinsulu yang kerap menjadi kunci kemenangan SFC," kata Suharto.
"Kami tidak akan fokuskan menjaga individu, tetapi seluruh pemainnya akan kami kunci agar sulit mengembangkan permainannya."

@VIVAbola

Tidak ada komentar: