Sabtu, 26 Mei 2012

Berkah Tiket Bagi Anak Panti

Nikmat berbagi dilakukan Sriwijaya FC dengan menyisihkan sedikit keuntungan hasil penjualan tiket. Ya, sebagian rezeki yang dimiliki adalah hak anak yatim piatu.

CUACA terik, Jumat (25/5) kemarin siang, begitu pekat. Matahari seakan tidak bersahabat dan terasa membakar tubuh. Maklum saja, jam masih menunjukkan pukul 13.30 WIB, puncak cuaca panas ekstrim yang tengah melanda Kota Palembang.

Tapi, halangan itu tidak bisa menghalangi niat manajemen Sriwijaya FC untuk beramal ke Panti Asuhan Darur Rahma, yang terletak di Jalan Banten II Plaju Palembang. Bantuan ini, merupakan sedikit rezeki yang dikumpulkan dari hasil penjualan tiket pertandingan.

Beberapa karung beras dan kantong sembako adalah bekal yang diberikan kepada anak panti asuhan. Hadir dalam acara itu Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin, Wakil Manajer Djamaluddin, Pelatih SFC Kas Hartadi, dan gelandang enerjik Firman Utina.

Mendapat bantuan plus kunjungan para bintang lapangan hijau membuat senang 24 anak panti asuhan. Raut kesedihan berganti rasa bahagia dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam itu.

“Saya senang bisa melihat Firman dan Kas Hartadi. Biasanya kami hanya lihat di televisi,” ungkap Adi salah satu anak panti asuhan saat dijumpai di sela kegiatan, Jumat (25/5).

Momentum emas ini dimanfaatkan mereka dengan berfoto dengan punggawa Sriwijaya FC. Ya, ini kesempatan yang sangat langka. Tidak pernah terbersit mereka bisa sedekat ini dengan sang idola.

“Apa yang kita berikan adalah hasil uang yang kita sisihkan Rp100 dari setiap lembarnya dari penjualan tiket saat SFC vs Persiwa,” timpal Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin.

Dia menambahkan, bantuan berupa uang dan sembako diharapkan bisa meringankan beban hidup anak panti asuhan. Dan kegiatan bertajuk Sriwijaya FC For Charity ini akan terus berlangsung termasuk saat menjamu Persipura Jayapura, Minggu (27/5) besok.

“Kita akan menjalani laga berat melawan Persipura, kami harapkan adik-adik mendoakan kita untuk menang, sebab ini bisa dikatakan laga final,” jelasnya. /rizal effendi

@BP

Sriwijaya FC vs Persipura, Jangan Nodai Laga Kandang!

Optimisme diusung skuad Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura, saat melakoni duel klasik di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (25/5) malam. Apalagi, kedua tim memiliki motivasi yang sama yakni merebut tropi juara Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012.

Skuad Laskar Wong Kito harus betul-betul memanfaatkan posisinya sebagai tuan rumah. Jangan sampai rekor laga kandang yang selalu menang ternoda. Pasukan Kas Hartadi juga harus mewaspadai ‘emosi’ Persipura yang ingin membalaskan dendam atas kekalahan tim-tim asal Papua oleh Sriwijaya FC pada pertandingan sebelumnya.

Pelatih SFC Kas Hartadi menegaskan, anak asuhnya sudah siap menghadapi Persipura. Dua misi diusung yakni meraih tiga poin dan mempertahankan rekor 100 persen kemenangan.

“Semua pemain dalam keadaan baik dan siap untuk menghadapi pertandingan nanti, kita berharap tidak ada hal lain yang mengganggu persiapan kita. Hanya kondisi Jamie Coyne yang masih akan kita pantau karena kakinya lecet,” kata Kas Hartadi, Jumat (25/5).

Soal hasil akhir pertandingan nanti, Kas juga optimis menang. Ia berharap anak asuhnya dapat meraih poin penuh agar memudahkan perjalanan menuju capolista.

”Kita optimis untuk pertandingan nanti, ini kandang kita, optimisme itu harus, saya berharap anak-anak bisa menerjemahkan latihan dalam permainan mereka nanti, sehingga bisa memudahkan jalan kita menuju tahta juara. Terkait lawan, kita sudah sering menghadapi dan kita juga sering lihat Persipura bertanding, kita berharap semua akan berjalan sesuai rencana kami dengan pemain,” papar arsitek asal Solo itu.

Soal persiapan tim, dia mengaku tetap akan mengusung pola 4-2-3-1. Tidak ada persiapan khusus termasuk perubahan komposisi pemain di starting IX. Permainan menyerang tetap akan diperagakan karena bermain bertahan lawan Persipura, sama seperti bunuh diri.

“Kita harus tampil menyerang sejak menit awal dengan cara ini kita berpeluang mengalahkan Persipura. Meskipun kita main di kandang sendiri bukan jaminan kita akan mudah mengalahkan Persipura, makanya dibutuhkan kerja keras dan disiplin tinggi,” tandasnya.

“Sangat sulit mengalahkan Persipura karena mereka tim yang konsisten dan kekuatannya merata di semua lini. Persipura memiliki pemain utility yang bisa ditempatkan dimana saja. Artinya, kekuataan Persipura tidak akan berkurang kendati ditinggalkan pemain pilarnya,” timpal Kapten SFC, Ponaryo Astaman.

“Kami harus menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Ini merupakan cara jitu untuk mengatasi permainan cepat khas Persipura,” beber mantan pemain Persija Jakarta.

Yakin Menang

Keyakinan tinggi juga diusung skuad Mutiara Hitam. Mereka bertekad mempertahankan rekor baik saat bermain di Jakabaring. Kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga asa juara.

“Kita percaya dapat menang dari SFC sebab secara kualitas kedua klub sama. Dengan begitu kami bisa menggeser Sriwijaya karena setelah ini Sriwijaya akan melakoni dua laga tandang,” kata Asisten Pelatih Persipura, Mettu Duaramurry.

Mengusung permainan menyerang, tetap akan diperagakan Zahrahan Krangar dkk, mengingat laga ini adalah laga dengan hasrat mencuri tiga poin.

“Tak ada dalam kamus kita untuk bertahan. Kita akan bertahan dan menyerang, kita akan bermain terbuka dan tetap dengan gaya permainan kita meski lawannya SFC sekalipun,” jelasnya.

“Kami kesini untuk berusaha mencuri poin tiga, seluruh pemain kami dalam keadaan siap. Kami akan berusaha untuk bisa mencuri poin di sini,” ujarnya.

Sementara playmaker Persipura, Zah Rahan Krangar berjanji tidak akan melakukan selebrasi berlebihan andaikata dirinya mencetak gol ke gawang mantan klubnya.

“Perasaan saya biasa saja menghadapi mantan klub sendiri, namun kalaupun saya berhasil mencetak gol jelas saya tidak akan melakukan selebrasi secara berlebihan,” ujar pemain yang sudah mengoleksi delapan gol ini.

Zah menilai timnya wajib menang pada partai bigmacth tersebut jika masih ingin bersaing dalam perebutan gelar juara di musim ini, meskipun saat ini timnya sekarang sedang dilanda berbagai masalah dengan banyak pemain yang absen.

Meski begitu dirinya tetap optimis kekurangan tersebut bukanlah masalah besar bagi timnya, sebab motivasi ganda akan diperlihatkan pada saat pertandingan nanti. “Kami yakin menang. Nanti akan kami buktikan di lapangan,” pungkasnya. /fer/zal

@BP

Sriwijaya FC vs Persipura, Kesampingkan Sejarah

Rekor tidak pernah menang di Jakabaring akan coba dihapus musim ini. Semua demi memuluskan langkah menuju tangga juara.

Bermain di kandang sendiri ternyata tak banyak membantu Sriwijaya FC saat menjamu Persipura Jayapura, Minggu (27/5) besok malam. Hal itu dibuktikan dengan rekor tidak pernah menang saat bersua skuad Mutiara Hitam di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Berbicara rekor pertemuan di pentas Liga Indonesia Persipura jauh lebih unggul. Dari tujuh pertemuan, Sriwijaya baru satu kali mengalahkan Persipura. Itu terjadi di edisi (2/12/2009), di Stadion Andi Mattalata Makassar. Sriwijaya menang 2-1 lewat suntingan gol Rahmat Rivai dan Zah Rahan Krangar. Sisanya berakhir dengan empat kekalahan dan satu hasil imbang.

Musim lalu, Sriwijaya hanya mampu bermain imbang kontra Persipura. Hasil lebih buruk justru ditorehkan pada pentas Indonesia Super League (ISL), (7/5/2010), dimana SFC harus menyerah dengan skor 1-2. Dua gol kemenangan Persipura dicetak Boaz Salossa menit 73 dan Yustinus Pae menit 83. Sementara gol balasan SFC dicetak Zah Rahan Krangar menit 79, yang ironisnya sudah berbaju Persipura.

Sedangkan di pentas ISL tahun 2008, Sriwijaya hanya mampu bermain imbang 2-2, berkat gol yang dicetak Ngon A Djam Claude Parfait dan Anoure Obiora Richards. Artinya, laga kandang tidak bisa dijadikan jaminan untuk meraih kemenangan.

Tapi, cerita kali ini bisa berbeda karena kemenangan menjadi syarat mutlak buat Sriwijaya mempertahankan posisi puncak plus menjaga peluang menjadi juara.

“Sriwijaya belum pernah menang di kandang lawan Persipura selama empat musim. Laga nanti tentu tidak akan mudah bagi kami. Tapi kami saat ini merasa tengah berada dalam kondisi terbaik dan siap mengakhiri rekor buruk,” kata pelatih SFC Kas Hartadi, Jumat (25/5).

Pelatih asal Solo itu mengaku, optimis musim ini bisa menghentikan dominasi Persipura atas Sriwijaya. Dan Kas sangat yakin bisa mengalahkan Zah Rahan cs di stadion kebangaan masyarakat Sumsel.

“Tak ada pertandingan yang lebih besar lagi selain menghadapi Persipura. Kami berharap bisa mengakhiri rekor buruk karena kami tak pernah menang dalam beberapa musim belakangan,” tegasnya.

“Semua pemain sudah berlatih keras. Kami tampil sangat baik saat melawan Persiwa dan itu merupakan sebuah kemenangan besar. Kami tengah dalam kondisi sulit karena harus melakoni beberapa laga sulit dalam rentan waktu yang sangat sedikit. Semoga saja kami mampu melewatinya dengan baik,” pungkasnya.

Optimisme tinggi juga diusung tim lawan. Apalagi, seluruh pemain Persipura bisa tampil. Termasuk gelandang enerjik Gerrad Pangkali, yang sebelumnya dikabarkan absen akibat akumulasi kartu.

“Selain Boaz seluruh pemain bisa tampil. Dengan begitu kami optimis bisa membuat kejuatan,” ungkap Asisten Pelatih Persipura, Mettu Duaramurry.

Dia mengatakan, timnya sengaja tidak melakukan latihan fisik dan memilih berlatih di kolam renang. Latihan ini dimaksudkan untuk menjaga kebugaran dan membuat pemain lebih enjoy.

“Besok (hari ini-red) pelatih Jacksen F Tiago akan melihat fisik pemain dan menjajal stadion Jakabaring. Termasuk menentukan line up yang bakal diturunkan,” tutupnya. /fer/zal



Rekor Pertemuan

28/01/2012 ISL Persipura 2 – Sriwijaya FC 1

23/03/2011 ISL Sriwijaya FC VS Persipura 0-0

30/01/2011 ISL Persipura VS Sriwijaya FC 3-2

27/7/2010 Piala Indonesia Sriwijaya FC VS Persipura 5-3 (Adu Penalty)

07/5/2010 ISL Sriwijaya FC VS Persipura 1-2

02/12/2009 ISL Persipura VS Sriwijaya FC 1-2

07/10/2009 Community Shield Persipura VS Sriwijaya FC 3-1

10/6/2009 ISL Persipura VS Sriwijaya FC 4-1

28/6/2009 Final Copa Sriwijaya FC VS Persipura 1-0

12/7/2008 ISL Sriwijaya FC VS Persipura 2-2

13/1/2008 Final Copa Persipura VS Sriwijaya FC 1-4 (Adu Penalty)

@BP

Persipura Mulai Lempar Handuk

Meski kompetisi masih menyisahkan delapan laga lagi, namun kubu Persipura Jayapura mulai pesimis bisa menjuarai tropi Indonesia Super League (ISL) musim ini. Hal itu tidak terlepas dari hasil imbang 1-1 saat menghadapi Deltras Sidoarjo.

Sebab hasil itu membuat kans mereka untuk mempertahankan gelar juara ISL dirasa kian menipis. Dan Persipura kian jauh tertinggal dengan pemuncak klasemen sementara, Sriwjaya FC.

“Hasil imbang lawan Deltras mengecewakan bagi kami, karena kami memang menargetkan kemenangan di laga tersebut,” terang asisten pelatih Persipura, Mettu Dwaramurry, Jumat (25/5).

“Hitungannya, jika kami menang lawan Deltras maka peluang mempertahankan juara masih ada. Tapi kalau seri seperti ini, ya agak sulit,” sambungnya.

Persipura kini tertinggal enam angka dengan Sriwijaya FC dan mereka sekali lebih banyak melaksanakan pertandingan dengan si pemuncak klasemen tersebut. Jika gagal meraih kemenangan atas skuad Laskar Wong Kito, Minggu (27/5) besok, maka peluang juara tinggal kenangan.

“Tanpa mengesampingkan pemain lain, absennya Boaz memang berpengaruh dengan perbendaharaan gol kami. Dia adalah pemain luar biasa dan beda dengan yang lainnya,” tandas Mettu.

Pelatih Persipura Jacksen F Tiago mengatakan, timnya masih punya spirit mengejar selisih enam poin. Tapi, untuk mewujudkan target itu dibutuhkan kerja keras dan perjuangan tidak kenal lelah.

“Kami tetap optimis dan berusaha keras mengejar ketertinggalan. Dalam dunia sepakbola sesuatu bisa terjadi. Karena itu kami akan berusaha memenangkan delapan laga sisa termasuk saat menghadapi Sriwijaya,” kata Jacksen di situs Persipura.Com

Momentum untuk bangkit akan dimulai saat menghadapi Sriwijaya. Jika menang, Alberto Goncalves dan kawan kawan bisa terus membayangi dan memperpendek jarak poin di klasemen.

“Kuncinya adalah laga menghadapi Sriwijaya. Jika menang peluang juara masih ada karena setelah ini kami akan memainkan dua partai kandang lawan PSMS Medan dan PSAP Sigli, sedangkan Sriwijaya akan dijamu Persiba dan Gresik,” tandas arsitek asal Brasil itu. /fer

@BP

Firman Utina, Usung Memori 1999

Permainan kolektivitas akan diterapkan Sriwijaya FC saat menjamu Persipura Jayapura, Minggu (27/5) besok malam. Strategi seperti ini merupakan cara ampuh untuk meraih kemenangan. Siapapun yang mempunyai peluang akan diberikan bola untuk dapat mencetak gol.

“Pemenangnya adalah tim yang bisa memainkan sepakbola kolektif. Jadi, kami harus bekerjasama di setiap lini,” ungkap Firman Utina, Jumat (25/5).

Dia mengatakan, Persipura adalah tim yang kuat seperti halnya Sriwijaya. Kedua tim juga memiliki cara bermain yang sama. Sehingga diperlukan permainan disiplin untuk meraih kemenangan.

“Sebagai gelandang saya harus kreatif dan memiliki celah untuk menerobos pertahanan Persipura. Kami harus konsentrasi selama 90 menit dan meminimalisir kesalahan sekecil apapun,” tegas pemilik jersey 15 ini.

Harapan sedikit mengudara karena Firman termasuk pemain yang sering menjebol gawang Mutiara Hitam. Tepatnya, saat dia masih berbaju Persita Tanggerang musim 2009/2010. Selanjutnya, saat masih membela Persema Manado.

“Saya pernah beberapa kali menjebol gawang Persipura, dan semoga trend positif itu kembali terulang. Tapi, khusus laga nanti yang paling penting adalah kemenangan bukan target cetak gol. Terserah siapa yang cetak gol yang penting kami bisa menang,” kata mantan pemain Persija Jakarta itu. /zal

@BP

Sriwijaya FC Janjikan Permainan Agresif

Permainan agresif bakal diterapkan Sriwijaya FC untuk meredam Persipura dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (27/05) malam. Duet gelandang jangkar Ponaryo Astaman dan Lim Jun Sik akan dibebankan untuk strategi tersebut.

“Semua pemain memiliki peran yang sama dalam setiap pertandingan. Tetapi memang pemain yang berposisi gelandang jangkar punya beban tersendiri,” ujar pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi.

Menurut Kas, semua pemain terbaiknya hampir dipastikan bisa tampil dalam pertandingan tersebut. Ponaryo dan Firman Utina telah pulih sepenuhnya dari cedera. Saat ini tinggal menunggu kondisi bek Jamie Coyne yang mengalami lecet kaki kanan.

Pola 4-2-3-1, ditegaskan Kas tetap menjadi andalan. Keseimbangan dalam bertahan dan menyerang harus dikedepankan untuk menghadapi tim sekelas Persipura. Apalagi Ponaryo dan Thierry Gathuessi sangat bugar karena tidak bermain dalam pertandingan lawan Persiwa (21/05).

“Pola permainan Persipura hampir sama dengan tim-tim Papua lainnya, yaitu mengandalkan kecepatan. Yang membedakan, materi pemain Persipura jauh lebih baik,” imbuhnya.

Pertemuan pertama yang dilangsungkan di stadion Mandala, Jayapura (28/01) dimenangkan tuan rumah dengan skor 2-1. Namun Sriwijaya FC mengklaim banyak kontroversial dalam pertandingan tersebut dan menyatakan lebih berhak menang.
Memori kelam tersebut, dijelaskan Kas tidak akan menghantui anak-anak asuhnya dan justru menjadi motivator untuk mengalahkan Persipura.

“Kala bermain di Jayapura, kita mampu mendominasi penuh. Seharusnya kita juga bisa melakukan serupa di Palembang, bedanya kali ini kita yang harus menang,” tegas Kas.

Absennya Boaz Solossa dan Titus Bonay di lini depan Persipura, dikatakan Kas tidak akan terlalu menguntungkan timnya. Kas menilai Persipura tim kolektif dan tidak bertumpu pada satu pemain.

“Masih ada Beto Goncalves, Tinus Pae, atau striker baru Choi Dong Soo. Jadi lini belakang Sriwijaya FC harus tetap waspada,” urai Kas.

Sementara Lim ketika dihubungi mengaku sangat antusias menyambut duel lawan Persipura. Dibeberkannya, hampir semua pemain Sriwijaya FC sudah tidak sabar menantikan pertandingan tersebut.

“Hasil yang sangat positif dicapai tim dalam tur Papua melawan Persidafon dan Persiram. Kemudian dilanjutkan kemenangan atas Persiwa, tentunya bekal berharga lawan Persipura,” tegasnya.

Lim mengaku siap diberi tugas untuk menghadang Zah Rahan ataupun Beto. Tetapi dirinya menyatakan kolektifitas harus lebih dikedepankan.

“Terpenting kita bisa bermain normal dan lebih percaya diri. Namun tentunya fokus pertahanan jangan dilupakan dan tidak boleh membuat kesalahan sedikitpun,” pungkasnya. (kie)

@palpos

Oknum Petugas Dicurigai Kerap Memasukkan Penonton Tanpa Tiket

Jelang bigmatch lawan Persipura Jayapura, Minggu (27/5/2012), pengelola tiket pertandingan Sriwijaya FC memperketat pengawasan. Sebab, ditenggarai ada oknum petugas nakal yang memasukkan penonton tanpa tiket.

Sebab, pratik ini yang diduga kuat membuat pengelola tiket mengalami kerugian besar saat SFC menjamu Persiwa Wamena, Senin (21/5/2012), lantaran banyaknya kursi yang sudah terisi, tetapi ribuan lembar tiket tidak terjual.

"Meski demikian masih perlu ditelusuri lagi. Kami memperketat pengawasan terhadap ulah oknum yang tidak bertanggungjawab," jelas Panitia Tiket Pertandingan Rasyid Irfandi kepada Sripoku.com Sabtu (26/5/2012).

Menurut Andi, seharus penontonnya sudah berpikir bagaimana memberikan kontribusi kepada SFC, dengan cara membeli tiket dan menyaksikan langsung pertandingan. Bukan justru menyogok petugas agar bisa masuk stadion untuk menyaksikan pertandingan SFC.

"Untuk itu, kami sangat memberikan apresiasi kepada para pendukung SFC yang telah membeli langsung tiket, itu menunjukkan bahwa mereka berkontribusi kepada klub," ujar Andi sapaannnya.

@sripoku