Senin, 23 April 2012

Manajemen Sriwijaya FC Siapkan Jalan Masuk Khusus Suporter mulai 28/04/12

Selama ini pintu masuk serta jalur kendaraan roda dua, roda empat, kendaraan umum, pribadi serta angkutan supporter ke dalam Stadion Jakabaring Palembang masih satu jalur melewati gerbang utama dan belum dipisahkan. Ini menyebabkan sering terjadi kemacetan di dalam komplek Stadion Jakabaring Palembang.

Karena itulah untuk kelancaran lalu lintas keluar masuk komplek Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, maka akan diberlakukan pintu masuk khusus suppoter, kendaraan ber motor dan mobil mulai tanggal 28 April 2012 saat Sriwijaya FC menjamu PSMS Medan.

“Mulai pertandingan Sriwijaya FC menghadapi PSMS Medan, kita akan bedakan jalur masuk kendaraan supporter dengan kendaraan pribadi roda empat dan dua . Ini kita lakukan demi kelancaran lalu lintas di dalam komplek.

Bukan hanya jalur masuk dan keluar yang dibedakan, tempat parkir kendaraan penonton dan supporter juga kita bedakan,” kata Sekretaris Umum PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Faisal Mursyid, Minggu (22/04) kepada
GOAL.com Indonesia .


Faisal merincikan untuk pintu masuk dan keluar supporter disiapkan jalur masuk dari samping Bank Sumsel Babel dan tembus ke lapangan Perbakin Jakabaring. Tempat parkir khusus supporter juga disiapkan di samping Tribun Timur

Sementara untuk jalur masuk kendaraan pribadi roda dua, masuk dari samping lapangan baseball dan softball melewati jembatan serta parkir di samping Tribun Selatan. Sedangkan kendaraan pribadi roda empat tetap menggunakan jalur semula, gerbang utama Stadion Jakabaring dan parkir di sebelah wisma atlet.

”Dengan diberlakukannya jalur khusus supporter dan kendaraan pribadi ini, kita harapkan lalu lintas di dalam Komplek Jakabaring akan lancar. Jalur khusus ini akan kita ujicobakan saat Sriwijaya menjamu PSMS Medan tanggal 28 April,” ujar Faisal.Mursyid.. (gk-42)

@goal.com

Bravo, Sriwijaya FC Luar Biasa!

Selain memperkokoh posisi puncak klasemen, Sriwijaya FC mencetak rekor dan prestasi baru. Tak pernah kalah dalam 10 laga terakhir, tiga kali menang beruntun pada laga tandang, dan mampu menjaga gawang tak kebobolan selama 360 menit.

Kemenangan 1-0 atas Mitra Kukar pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012, di Stadion Aji Imbut Tenggarong, Minggu (22/4) malam, memiliki makna ganda bagi Sriwijaya FC. Gol semata-wayang Hilton Moreira, tidak hanya memperkokoh posisi puncak klasemen, tetapi juga melahirkan dua rekor baru.

Dua rekor yang tercipta yakni SFC tidak pernah kalah pada 10 pertandingan terakhir. Ini merupakan prestasi terbaik SFC setelah tahun 2007. Selain itu, SFC mampu mencatat clean sheet dengan tidak kebobolan selama 360 menit atau setara dengan empat pertandingan.

Terakhir kali gawang SFC kemasukkan gol saat menang 4-3 atas Mitra Kukar, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kamis (18/3) lalu.

Bahkan, SFC menjadi satu-satunya tim yang mampu.meraih tiga kemenangan
tandang secara beruntun. Masing-masing menang tipis 1-0 atas Deltras Sidoarjo, Persisam Samarinda, dan Mitra Kukar.

Dengan hasil ini, SFC semakin mempertegas hegomoni sebagai penguasa ISL musim ini. Sriwijaya kini mengoleksi 45 poin dari 20 laga yang dilakoni. Skuad Laskar Wong Kito unggul tiga poin dari sang rival, Persipura Jayapura yang baru mengumpulkan 42 poin. Tapi, Persipura berpeluang menyamai poin SFC andai mampu memenangkan Derby Papua kontra Persiwa Wamena, Selasa (24/4) besok.

Sedangkan kekalahan kemarin membuat Mitra Kukar gagal menembus lima besar dan harus puas berada di peringkat ketujuh dengan nilai 30 dari 19 pertandingan.

“Para pemain saya melakukan hal-hal yang luar biasa musim ini. Kami belum terkalahkan pada sepuluh pertandingan terakhir dan itu catatan yang fantastis.

Apalagi, kini kami unggul tiga poin dari Persipura,” ujar pelatih SFC Kas Hartadi usai pertandingan.

Meski tampil mengesankan dan mencatat hasil positif Kas mengaku, gelar juara lebih penting daripada menciptakan rekor tak terkalahkan. “Kami memang tampil bagus dan sangat konsisten di awal putaran kedua dan ini membuat kami bangga. Tapi, mempertahankan raihan ini hanya akan berarti jika kami memenangi sesuatu di akhir musim, yakni menjadi juara ISL” tegas pria asal Solo itu.

”Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain yang telah berjuang sangat luar biasa. Hasilnya hebat. Kami mampu mendulang 9 poin dari tiga laga tandang,” katanya.

Meski menang, Kas tetap memuji permainan Mitra Kukar yang sangat menyulitkan timnya. Namun, secara umum SFC tetap menguasai permainan dan memiliki peluang lebih banyak untuk menciptakan gol ketimbang Mitra Kukar.

“Permainan imbang dan berat, terlebih karena hujan turun menambah berat permainan. Tetapi kita memang lebih banyak mendapatkan peluang dan pertahanan kita cukup kuat.
Jamie Coyne dan Thierry beberapa kali menyelamatkan gawang kita. Ini kemenangan tim,” pungkasnya.

* Mental Juara *

Duel yang mempertemukan Mitra Kukar melawan Sriwijaya FC berlangsung seru dan cukup ketat. Dengan skuad yang mumpuni, kedua tim langsung menunjukkan jati dirinya sebagai tim kuat dengan saling menyerang.
Berkat berbagai upaya, Mitra Kukar yang berstatus tuan rumah lebih dulu dihampiri peluang. Namun, dewi fortuna belum berpihak. Bola sepakan Hamkah Hamzah dari luar kotak penalti pada menit ketujuh masih tipis di sisi kanan gawang SFC.

Meski begitu, tim berjuluk Si Naga Mekes itu tetap tak berhenti. Namun apa mau dikata, sejumlah peluang yang tersaji hanya terbuang sia-sia. Kurang apiknya penyelesaian akhir dan kuatnya pertahanan yang digalang oleh skuad SFC menjadi penyebabnya.

Kendala itu ternyata tak hanya menghampiri kubu tuan rumah. SFC yang datang dengan misi menjaga tren kemenangan di laga tandang,merasakan hal serupa di babak pertama. Pada menit ke-36, sebuah upaya gagal menemui hasil.

Begitu juga upaya Keith Kayamba Gumbs dan Firman Utina, di lima menit waktu normal babak pertama tersisa. Hingga laga berakhir, kedua tim harus puas bermain imbang tanpa gol.

Di babak kedua, Mitra Kukar dan SFC juga masih kesulitan untuk mencetak gol. Pada menit ke-52, Septiahadi yang mengambil tendangan bebas untuk SFC gagal memanfaatkan peluang yang dimilikinya. Sepakan yang
sebenarnya tepat menuju sasaran, masih terlampau pelan sehingga masih mudah diamankan Joice Sorongan, kiper Mitra Kukar.

Kesempatan yang dimiliki Ahmad Bustomi pada menit ke-57 juga belum menemui hasil. Bola sepakannya dari sisi kiri pertahanan SFC masih melebar jauh di atas mistar gawang.

Kendati gagal, kedua kubu tetap menunjukkan hasrat besarnya meraih hasil bagus. Hanya saja upaya yang dilakukan para punggawa SFC lebih dulu membuahkan hasil. Tepatnya menit ke-74, Laskar Wong Kito mencetak gol lewat kaki Hilton Moreira dengan memanfaatkan kesalahan pemain belakang Mitra Kukar mengantisipasi bola, 1-0 untuk SFC.

SFC kemudian berusaha mempertahankan kemenangan dengan
memasukan Ahmad Jupriyanto. Sebaliknya, Mitra Kukar masih terus berupaya mencetak gol penyeimbang di laga yang sempat terhenti lantaran lampu padam.

Namun, hingga laga berakhir, upaya yang dilakukan Mitra Kukar tak juga membuahkan hasil. SFC pun keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0. /fer/ton

@beritapagi

Debut Dirusak Sriwijaya FC, Hansson Tak Panik

Pelatih baru Mitra Kukar, Stefan Hansson, tidak panik meski debutnya bersama tim Naga Mekes dirusak Sriwijaya FC. Hansson menegaskan dirinya membutuhkan waktu untuk membangkitkan Mitra Kukar.

Menjamu Sriwijaya FC di Stadion Aji Imbut, Minggu 22 April 2012, Mitra Kukar tumbang 0-1 lewat gol Hilton Moreira. Ini adalah kekalahan ketiga Mitra Kukar di kandang sendiri.

Kekalahan tersebut membuat Hamka Hamzah di kawan-kawan berada di posisi ketujuh klasemen Indonesia Super League dengan 30 poin.

Usai pertandingan, Hansson mengaku tidak panik dengan kekalahan di laga debutnya. Pelatih yang menggantikan peran Simon McMenemy tersebut menilai tim asuhannya tidak bermain buruk saat menghadapi Sriwijaya FC.

"Tak ada tim yang mau kalah, apalagi bermain di depan pendukung sendiri. Kami berusaha untuk menang, tapi hasilnya tak seperti yang diinginkan," ujar pelatih asal Swedia tersebut.

Selanjutnya Mitra Kukar harus melakoni laga derby melawan Persisam Putra Samarinda di Stadion Aji Imbut, 29 April 2012, dan Hansson berharap timnya bisa bangkit dari kekalahan.

"Di laga selanjutnya, tim akan bertanding tanpa beberapa pemain. Ada yang terkena akumulasi. Tapi, perbaikan akan dilakukan dalam waktu
cepat. Kami berharap semua berjalan dengan lancar," papar mantan Direktur Teknik timnas Myanmar itu. (ren)

© VIVAbola

Kashartadi : Hilton Pemain Terbaik Saat Lawan Mitra Kukar

Saat menghadapi Persisam Putra Samarinda, pelatih Sriwijaya FC Kashartadi menyematkan pemain terbaik di pundak Ponaryo Astaman,maka pada pertandingan menghadapi Mitra Kukar, Minggu (22/04) yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Sriwijaya, pelatih kepala Sriwijaya ini menyebut Hilton Moirera sebagai pemain terbaik dan pahlawan kemenangan Sriwijaya.

Menurut Kashartadi yang dihubungi usai pertandingan, semua pemain tampil sangat baik. Ferry mampu menjalankan tugasnya dengan baik di bawah mistar gawang. Supardi, Jamie, Thiery ataupun Septiahadi juga tampil gemilang menjaga pertahanan Sriwijaya dari serangan pemain Mitra Kukar.

Begitupun dengan lini tengah Sriwijaya yang tidak henti-hentinya mensuply bola ke lini depan. Kayamba dan M Ridwan pun tampil sangat baik. Namun Hilton dianggap sedikit lebih baik dari semua pemain Sriwijaya karena berhasil mencetak satu-satunya gol kemenangan untuk Sriwijaya pada menit ke-74.

“Kalau pemain terbaik kali ini adalah Hilton Moirera, karena dia bermain baik dan mencetak gol kemenangan untuk Sriwijaya. Semua pemain tampil sangat baik, namun Hilton hari ini lebih baik karena mencetak gol,” kata Kashartadi.

Menurut Kashartadi, Hilton punya potensi untuk meraih gelar topskor musim ini bersaing dengan Kayamba. “ Saat ini Hilton sudah berada di peringkat tiga , pertandingan masih panjang, masih ada kesempatan bagi Hilton mengejar posisi Topskor. Target kita musim ini adalah meraih juara Liga Super dan menempatkan pemain kita meraih gelar Topskor. Kita ada dua pemain yang punya peluang meraih gelar Topskor yaitu Kayamba dan Hilton, kita harapkan satu dari mereka bisa meraih Topskor musim ini,” harap Kashartadi.

Selain membahas tentang Hilton, Kashartadi juga mengatakan kunci kemenangan Sriwijaya karena semua pemain tampil baik baik dalam melakukan serangan maupun counter attach.” Permainan kita hari ini sangat baik, terutama counter attach. Para pemain tidak henti-hentinya kerja keras untuk memenangkan pertandingan,” ujarnya.

Kashartadi juga menyebut selain gol yang dicetak Hilton, keberhasilan Sriwijaya memenangkan pertandingan karena kepiawaian Jamie Coyne mematikan pergerakan striker anyar Mitra Kukar asal Belanda Kelvin Olieviera .” Keberhasilan para pemain belakang mematikan pergerakan striker lawan juga menjadi andil kemenangan kita hari ini,” katanya.

Sementara itu satu gol yang dicetak Hilton ke gawang Mitra Kukar semakin mendekatkan torehan golnya dengan Topskor sementara Kieth Kayamba Gumbs. Kini Hilton sudah mengoleksi 13 gol atau tertinggal dua gol dari Kayamba yang sudah mencetak 15 gol. Hilton berada di posisi tiga di bawah Kayamba dan Bambang Pamungkas yang berhasil mengoleksi 14 gol.

”Sebenarnya target utama saya adalah membawa Sriwijaya meraih juara liga super, itu yang terpenting, sementara target kedua barulah meraih topskor liga super,” kata Hilton Moirera.

Hilton bertekad menciptakan gol demi gol untuk membawa Sriwijaya meraih kemenangan demi kemenangan” Yang terpenting bagaimana Sriwijaya bisa meraih kemenangan. Namun jika ada kesempatan saya akan cetak gol untuk Sriwijaya pada setiap laga. Karena selain membawa Sriwijaya meraih juara, target saya juga ingin menjadi topskor,” katanya.

Hanya tertinggal dua gol dari topskor sementara, tidak terlalu sulit untuk dikejar oleh Hilton, jika dalam satu pertandingan, dia bisa mencetak hatrick, maka Hilton bisa melampaui perolehan gol yang dimiliki Kayamba.

SFC vs PSMS, Tatap Ayam Kinantan

Sukses jalani tiga away dengan nilai sempurna 9 poin, Sriwijaya FC langsung pulang kampung. Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu segera mempersiapkan diri untuk menjalani laga home. Yakni, melawan PSMS Medan, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (28/4) nanti.

“Masih banyak tugas yang akan kami jalani. Kami tak boleh terlalu santai. Sehingga kami akan langsung mempersiapkan diri untuk menjalani laga selanjutnya. Apalagi, kami akan bermain di kandang, perlu persiapan yang matang,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi.

Meski perlu persiapan matang, coach Kas Hartadi tak langsung menggenjot fisik anak asuhnya. Tactician asal Solo itu akan memberikan istirahat kepada pemain yang tampil full time ketika melawan Mitra Kukar, kemarin (22/4).

“Sesampai di Palembang, kami akan langsung menjalani latihan. Seperti biasanya, pemain yang gak turun menjalani latihan. Sedangkan yang bertanding akan istirahat. Mungkin hanya latihan ringan, dan penjagaan kondisi, seperti renang dan lainnya,” lanjutnya.

Maklum bila Sriwijaya tak mau bersantai saat menjamu PSMS Medan. Ya, meski Ayam Kinantan (julukan PSMS) masih bercokol di peringkat ke-13 dengan 22 poin dari 20, tetap tim yang tak boleh dianggap remeh.

Terbukti, beberapa tim pernah ditahan imbang oleh PSMS saat bermain di kandangnya sendiri. Seperti, sukses menahan imbang 1-1 dari PSPS Pekanbaru, (9/4). Bahkan, Deltras Sidoarjo harus tumbang di hadapan pendukungnya sendiri dengan skor 0-1 (3/3). Pelita Jaya, Jabar juga bermain imbang 2-2 (5/1) lalu.

Praktis, melihat hasil itu, tim asal Medan itu bakal menjadi ancaman tersendiri bagi Sriwijaya. Apalagi, duel nanti merupakan penuh revans untuk membuktikan siapa tim terbaik di tanah Andalas itu.

“Kami tak memikirkan siapa tim yang akan dihadapi. Terpenting, pemain selalu fokus pada pertandingan. Dan kami ingin memetik hasil maksimal di setiap laga. Terlebih bermain di kandang sendiri,” pungkasnya. (gsm/ce2)

@sumeks

Peluang SFC Menjadi Juara Liga Terbuka


Meski baru saja memasuki putaran kedua, skuad Sriwijaya FC sudah memiliki peluang besar untuk meraih juara Liga Super Indonesia 2011/2012.

Pada tiga tur kandang SFC (Deltras, Persisam da Mitra Kukar) semuanya berhasil disapu bersih dengan kemenangan.

Lawan terakhir, Mitra Kukar yang baru saja dikalahkan, Minggu (22/4/2012) harus berlapang dada setelah dihancurkan melalui gol tunggal yang berhasil disangkan oleh striker SFC, Hilton Moreira pada menit ke-72.

SFC berhasil meraih sembilan point pada awal putaran kedua ini dan menjadikannya tetap kokoh berada di puncak klasemen dengan total 45 point dari 20 kali pertandingan.

Alasan lain yang menjadikan kans SFC untuk bisa meraih juara di musim ini adalah karena laskar wong kito masih menyisahkan delapan laga kandang lagi dari 14 sisa pertandingan yang akan dijalani.

@sripoku

Minggu, 22 April 2012

Sriwijaya Ingin Pulang Kampung Dengan Point Penuh

Hampir dua pekan Sriwijaya FC meninggalkan kandangnya di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Dalam dua laga Liga Super Indonesia (LSI) terakhir, klub berjuluk Laskar Wong Kito itu selalu meraih hasil fositif.

Usai berlaga di kandang Mitra Kukar, Ahad, 22 April 2012, pukul 18.30, Sriwijaya siap berkemas untuk menjamu PSMS Medan di Gelora Sriwijaya Jakabaring pada 28 April mendatang. Pelatih Sriwijaya, Kas Hartadi mengatakan, timnya berkeinginan pulang kampung dengan poin penuh.

»Kita mampu raih point di kandang Deltras dan Persisam, mudah-mudahan ini akan berlanjut pada laga petang nanti,” ujar Kas, Ahad, 22 April 2012. Kas yakin timnya mampu menghalau serangan anak-anak Mitra Kukar, karena kondisi tim siap tempur.

»semua pemain siap turun, tidak ada yang cedera ataupun terkena akumulasi kartu.”

Selain itu, kata Kas, dirinya sudah memahami track record pemain Mitra.Kukar dari semua lini. Dia pun sudah.memberikan arahan kepada Ponaryo.Astaman dan kawan-kawan untuk mewaspadai sejumlah pemain Mitra.yang dinilai paling berbahaya.
»Yang berbahaya itu tetap di garis tengah, Mitra punya gelandang yang super hebat. Makanya anak-anak sudah saya minta untuk jaga mereka.”

Melihat kekuatan lawan seperti itu, Kas.menginstruksikan Ponaryo Astaman dan Lim Joon Sik untuk mejaga tekanan kepada lini tengah Mitra Kukar yang dijaga Ahmad Bustomi dan serta Nemanja Obric.
Menurut Kas, Ahmad Bustomi memiliki pergerakan yang konsisiten dan agresif. »Dia (Bustomi) tipikal pemain yang bisa dimainkan di sisi manapun. Itu berbahaya, Kalau bola sudah di kakinya.”

Direktur Keuangan Sriwijaya FC, Augie Bunyamin, meminta Keith Kayamba Gumbs dan rekan-rekan untuk melanjutkan trend positif saat mengalahkan Deltras Sidoarjo dan Persisam Samarinda beberapa waktu lalu.
Dia meminta pemain agar.menikmati waktu permainan dengan enjoy tanpa beban. Menurut Augie, kondisi kejiawan pemain juga sangat menentukan hasil yang akan didapat.

»nikmati saja permainan, jangan ada yang terbebani. Kita ingin mereka (pemain) pulang bawa hasil yang mengembirakan,” ujar Augie.

Augie belum dapat memastikan pola.yang bakal diturunkan oleh Kas untuk menghadapi tuan rumah petang ini. Namun, ia memperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan kondisi yang disuguhkan sang pelatih dalam dua laga terakhir.

Bila memakai pola atau formasi 4-3-3 maka diperkirakan Sriwijaya FC akan diisi oleh Muhammad Ridwan, Kieth Kayamba, Hilton Moreira, Ponaryo Astaman, Lim Jun Sik, Firman Utina, Mahyadi Panggabean, Jamie Coyne, Thierry Gathuessi, Supardi serta Ferry Rotinsulu.

@tempobola