Kamis, 22 November 2012

RESMI: Djohar Tak Akan Mundur Walau Timnas Gagal Di AFF 2012

Arifin Husin menepis rumor yang menyatakan dirinya siap mundur jika timnas Indonesia gagal di Piala AFF 2012. Menurut Djohar, isu tersebut hanya dihembuskan oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh situasi sepakbola di tanah air.

Sebelumnya, sebuah akun Facebook dengan nama Bola Tanah Air melansir pernyataan Djohar Arifin yang meminta La Nyalla cs dan Menpora untuk mengundurkan diri jika skuad 'Garuda' juara di Piala AFF. Dan, dia pun siap mundur seandainya Bambang Pamungkas dkk tidak lolos ke semifinal.

"Itu bohong tidak benar. Itu angan-angan pihak sebelah atau jurus mabok pihak sebelah. Itu permainan media mereka saja. Untuk menjegal usaha-usaha kita," tegas Djohar saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (22/11) siang.

Namun, Djohar engan membeberkan siapa pihak sebelah yang dimaksud. Djohar hanya menegaskan pernyataan yang beredar di masyarakat saat ini hanya berita bohong belaka.

Saat ini, Djohar Arifin sedang berada di Malaysia untuk mendampingi timnas Indonesia yang akan berlaga di Piala AFF 2012. Djohar menegaskan seluruh pemain dalam kondisi baik dan siap bertanding.

"Anak-anak baik, semangat dan kebersamaannya luar biasa sekali. Mudah-mudahan ini akan berdampak baik pada pertandingan nanti,"tandasnya.

Di Piala AFF 2012, timnas Indonesia tergabung di Grup B bersama Malaysia, Thailand dan Laos. Pada laga perdana pasukan 'Merah-Putih' akan menghadapi Laos di Stadion Nasional Bukit Jalil, Malaysia, Minggu (25/11) sore WIB.

Berikut pernyataan resmi Djohar Arifin Husin membantah rumor tersebut dalam email yang diterima oleh Jaringnews.com:

JURUS MABUK PENGACAU SEPAKBOLA INDONESIA

Bohong besar ada pernyataan saya jika Indonesia juara Piala AFF maka diminta La Nyala mundur, tetapi jika timnas Indonesia gagal maka Djohar akan mundur.
Ini adalah cara- cara kotor pihak pengacau untuk mengacaukan sepakbola Indonesia dan mengacaukan konsentrasi timnas. Ini angan-angan dan mimpi mereka untuk merebut yang bukan hak.

Terima kasih.

Maju terus menegakkan yang benar.

Djohar Arifin Husin

Moha Dicoret, SRIWIJAYA FC Nego Noh Alam Shah

Pemain seleksi asal Brasil berpaspor Lebanon, Melhores Momentos Moha, atau dengan nama Lebanon Mahmed Reda, resmi dicoret dari daftar seleksi pemain asing Sriwijaya FC.

Moha dinyatakan tidak lolos seleksi karena tidak sesuai dengan kebutuhan tim. Sebagai gantinya, Sriwijaya FC kini sedang melakukan negosiasi dengan pemain asal Singapura, Noh Alam Shah.

Direktur teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin mengatakan, keputusan untuk mencoret Moha dari daftar pemain seleksi juga dilakukan atas rekomendasi dari pelatih kepala Kas Hartadi. Pencoretan Moha setelah melihat penampilannya saat Sriwijaya FC menghadapi Arema, di mana tim asal Sumatera Selatan ini harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 1-0.

“Moha sudah resmi kita coret dari daftar pemain seleksi. Setelah kita pertimbangkan dengan matang, Moha tidak sesuai dengan kebutuhan tim. Pencoretan ini kita lakukan setelah mendapat masukan dari pelatih,” ujar Hendri kepada GOAL.com Indonesia, Kamis (22/11).

Dengan gagalnya Moha, Sriwijaya FC kini masih mencari satu pemain asing Asia untuk menggantikan posisi Jerry Karpeh. Dari sekian banyak pemain Asia yang diincar, bidikan kini mengerucut kepada pemain asal Singapura Noh Alam Shah.

Dalam melakukan proses negosiasi dengan Noh Alam Shah, Hendri meminta bantuan dengan agen pemain, Eko Soerbekti. Saat ini proses negosiasi sedang berjalan dan diharapkan dalam waktu dekat, keputusannya sudah bisa didapat.

“Proses negosiasi dengan Noh Alam Shah masih berlangsung. Mudah-mudahan negosiasi bisa berjalan lancar sehingga Noh Alam Shah bisa bergabung dengan kita. Jika dia bergabung lini depan kita bisa tambah kuat,” ujar Hendri.

Dikatakan Hendri, Noh Alam Shah sudah lama bermain di Indonesia, jadi kemampuannya sudah bisa diketahui. Karena itulah dalam merekrut Noh Alam Shah, Sriwijaya FC tidak perlu melakukan proses seleksi, tetapi langsung melakukan negosiasi harga.

“Kalau Moha kita belum tahu kemampuannya, jadi harus ikut seleksi, sementara Noh Alams Shah, sudah kita ketahui kualitasnya karena lama bermain di Indonesia. Setelah Moha tidak lolos seleksi, kita harapkan nego dengan Noh Alam Shah bisa lancar,” kata Hendri. (gk-42)

©goal

Persiapan ICC, SRIWIJAYA FC Langsung Latihan

Tim Sriwijaya FC saat ini sedang dalam perjalanan dari Malang menuju Palembang usai menghadapi Arema pada laga uji coba, semalam di Stadion Kanjuruhan Malang. Demi mempersiapkan diri menghadapi turnamen Inter Island Cup (IIC), Sriwijaya FC akan langsung menggelar latihan di Palembang tanpa libur satu haripun.

Pelatih kepala Sriwijaya FC Kas Hartadi mengatakan, tim Sriwijaya FC akan tiba di Palembang, Kamis malam dan Jumat sore akan langsung menggelar latihan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

“Kita langsung latihan, tidak ada libur. Banyak yang harus kita benahi dan evaluasi sebelum mengikuti turnamen Inter Island Cup. Apalagi kita punya target menjadi juara grup, karena itu persiapan harus benar-benar matang,” ujar Kas kepada GOAL.com Indonesia, Kamis (22/11).

Kas mengatakan, semua pemain akan langsung ke Palembang dan bersiap kembali menjalani latihan rutin. Evaluasi secara menyeluruh akan dilakukannya bersama pemain saat menggelar latihan perdana.

Kekalahan dari Arema juga akan dijadikan pelajaran bagi Kas, untuk lebih mempersiapkan tim lebih baik lagi. IIC saat ini menjadi fokus utama pelatih asal Solo ini sebelum menghadapi kompetisi sebenarnya di ISL.

“IIC adalah turnamen bergengsi sebelum kompetisi. Sebagai tuan rumah tentunya kita ingin memenangkan semua pertandingan dan menjurai grup A untuk lolos ke babak selanjutnya. Juara grup wajib kita raih, karena hanya juara grup yang akan melaju ke babak berikutnya,” kata Kas.

Untuk kondisi pemain, Kas mengatakan tidak ada masalah, Diogo dan Aliyuddin yang mengalami cidera pada turnamen Celebes Cup sudah mulai pulih dan bisa kembali menjalani latihan. Kas juga berharap Erick Weeks bisa segera menyelesaikan Kitas-nya agar bisa gabung latihan.

Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin mengatakan, Sriwijaya FC mengusung target tinggi pada turnamen IIC, karena itu persiapan secara matang harus dilakukan tim. Pada tahap awal Hendri menargetkan Sriwijaya FC bisa menjadi juara grup A, dan kemudian bisa menjuarai turnamen IIC.

Hendri mengatakan untuk lolos ke babak selanjutnya, Sriwijaya FC wajib mengalahkan Persija Jakarta, Persita Tangerang dan PSPS Pekanbaru. Meskipun optimis bisa menjadi juara grup, namun Hendri meminta tim tidak menganggap remeh lawan. (gk-42)

©goal.com

Kashartadi: Lawan Arema Ujian Sebenarnya Lini Belakang

Minus Diogo Rangel Santos yang masih dalam masa pemulihan dari cedera dislokasi bahunya, membuat Abdul Rahman, Ahmad Jufriyanto, bersama Taufik Kasun serta Mahyadi bekerja keras mengatasi gelombang serangan dari para striker Arema Indonesia.

Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi menyebutnya sebagai ujian sesungguhnya bagi lini belakang Sriwijaya FC yang selama ini diragukan untuk tampil solid, pasca dilepasnya Jamie Coyne dan Thierry Gathuessi.

"Ini ujian sesungguhnya bagi lini belakang. Kita tahu bagaimana kualitas striker Arema. Tadi malam pertahanan SFC benar-benar diuji. Tentunya ada beberapa evaluasi yang saya lakukan, meski kinerja lini belakang sudah semakin baik," jelas Kas Hartadi kepada Sripoku.com, Kamis (22/11/2012).

Menurut Kas, masih ada beberapa pembenahan, termasuk dengan absennya Diogo Rangel Santos juga menjadi evaluasi tersendiri bagi SFC.

Kini yang dibutuhkan Kas adalah sedikit ujicoba ringan sebelum menghadapi laga Inter Island Cup (IIC) pada awal Desember nanti.

"Ujicoba tetap perlu tetapi sifatnya yang ringan untuk lebih mematangkan adaptasi antar para pemain satu sama lainnya," jelas Kas Hartadi.

Setelah ini SFC akan langsung bertolak ke Palembang guna mempersiapkan beberapa laga penting IIC.

©sripo

RD: Kami Di Paksa Bekerja Keras Oleh SFC

Jika Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi memuji Arema Indonesia sebagai tim dengan pemain kualitas nomor satu, sebaliknya Rahmad Darmawan mengakui Sriwijaya FC sebagai salah satu tim kuat selama Arema menjalani beberapa pertandingan uji coba.

Menurut RD, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini secara materi tim juga dihuni oleh pemain-pemain berkualitas.

Pada pertandingan tersebut Arema hanya bisa mencetak 1 gol lewat tendagan penalti Alberto Goncalves.

Dia mengaku, cukup beruntung timnya bisa menjajal kekuatan Sriwijaya FC pada pertandingan yang digelar di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Rabu (21/11/2012).

"Kita beruntung mendapat lawan yang kuat dalam organisasi bertahan. Kita dipaksa bekerja keras," ungkap RD ini.

Sriwijaya FC pada pertandingan tersebut memang cukup rapi, terutama dalam membentengi daerah pertahanannya.

Pemain-pemain di lini belakang seperti Taufik Kasrun, Abdul Rahman dan Mahyadi Pangabean mendapatkan instruksi khusus untuk mengawal pemain-pemain kunci Arema, seperti Alberto Goncalves dan Greg Nwokolo.

Kas Hartadi, Kamis (22/11/2012) mengatakan, kekuatan Arema terletak pada sosok pemain berpengalaman seperti Kayamba, Beto, dan Greg dan diimbangi dengan kualitas di semua lini yang merata.

Faktor kuat dari karakter Rahmad Darmawan melekat pada permainan Arema.

"Sehingga Arema adalah tim yang paling sulit dihadapi. Kami merasa beruntung melawan Arema sehingga tahu jelas kekurangan tim ini," jelas Kas.

©sripo

Moha Gagal Sriwijaya FC Bidik Along

Manajemen Sriwijaya FC mempercepat rencana penandatangan kontrak striker asal Liberia Boakay Eddie Foday. Selain itu, Sriwijaya FC juga menyimpan hasrat untuk mendatangkan striker timnas Singapura Noh Alamsyah.

Menurut Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin mengatakan, keputusan manajemen untuk mengontrak Boakay, setelah mendapat rekomendasi dari pelatih kepala Kas Hartadi. “Setelah ada rekomendasi dari Kas, kita langsung membuka negosiasi dengan Foday dan agennya Eko Soebekti. Kita bersyukur tidak ada kendala dan langsung tercapai kesepakatan,” kata Hendri.

Informasinya, pemain yang tujuh tahun memperkuat Persiwa Wamena ini dikontrak dibawah angka Rp 1 miliar. Pengikatan kontrak akan dilangsungkan di hotel Swarna Dwipa, Jumat (23/11).

“Mendapatkan Foday merupakan keuntungan bagi Sriwijaya FC. Soalnya dari segi kualitas sangat baik, selain itu kerjasamanya dengan Erick Weeks dipastikan akan padu karena lama bersama di Persiwa,” sambung Hendri.

Setelah mencapai kesepakatan dengan Boakay, kini Sriwijaya FC tinggal menyisahkan satu kuota pemain asing Asia untuk menggantikan posisi Jerry Boimah Karpeh yang dipecat. Dikatakan Hendri, untuk pengganti Jerry kemungkinan akan ditempati striker asal Lebanon, Moha Melhores. Namun, kepastian apakah Moha akan menjadi pemain asing terakhir Sriwijaya FC akan diputuskan, Kamis (22/11), usai Sriwijaya FC bertanding menghadapi Arema dalam laga uji coba di Stadion Kanjuruhan Malang.

“Kita masih menunggu laporan pelatih soal Moha Melhores. Kalau bagus mungkin diambil, tergantung dari pertandingan lawan Arema,” paparnya.
Menurut Hendri, jika Moha jelek, pihaknya sudah mengontak Along (panggilan Noh Alamsyah). Untuk menghubungi Along, manajemen Sriwijaya FC akan meminta bantuan Eko Soerbekti. “Jadi kuota satu pemain Asia Sriwijaya FC satu lagi, antara Moha atau Noh Alamsyah. Lihat saja nanti,” tegas Hendri.

Sementara pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi tidak menampik dirinya juga tergiur untuk mendapatkan Noh Alamsyah. Mantan juru gedor Arema dan Persib Bandung ini dinilai punya kualitas diatas rata-rata.

“Noh juga sangat ngotot dalam bermain. Jadi sangat cocok dengan gaya sepakbola Indonesia yang banyak mengandalkan duel-duel keras,” imbuh Kas.

Dilanjutkan pria asli Solo ini, satu kuota asing Asia yang masih lowong memang diprioritaskan untuk striker. “Foday sudah sangat bagus, tetapi akan lebih bagus kalau punya tandem berkualitas. Saya sendiri sudah coba menghubungo Noh Alamsyah, tetapi kita tunggu saja,” tandasnya. (kie)

©pp

Walau Kalah 0-1 Dari Arema, SFC Tetap Apresiasi

Sriwijaya FC harus mengakui keunggulan Arema dengan skor 1-0 dalam pertandingan ujicoba di stadion Kanjuruhan, Malang, tadi malam. Meski kalah, pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi tetap mengapresiasi dengan kinerja anak-anak asuhnya. Gol tunggal kemenangan Arema dicetak Beto Goncalves dari titik penalti menit 28.

“Saya lihat kerjasama tim meningkat dari sebelum-sebelumnya. Kita kebobolan lewat titik putih, secara umum saya cukup puas dengan kinerja tim dan memberikan apresiasi atas kerja keras yang ditunjukkan,” ujar Kas.

Dilanjutkan pria asli Solo ini, masih ada titik lemah dari anak-anak asuhnya, khususnya akurasi umpan. Perbaikan akan dilakukan saat tim kembali menjalani sesi latihan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, sore ini.

Tampil dihadapan pendukung sendiri, Arema mampu mendominasi pertandingan sejak kick off babak pertama. Lima menit awal, striker Arema Keith Kayamba Gumbs membuat dua peluang emas, beruntung semuanya dapat dimentahkan kiper Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu.

Gelombang serangan tuan rumah terus meluncur deras ke jantung pertahanan Sriwijaya FC. Kebuntuan akhirnya pecah menit 28 lewat eksekusi penalti striker Arema Beto Goncalves. Wasit memberikan hadiah penalti kepada Singo Edan (julukan Arema) setelah sebelumnya bek kiri Laskar Wong Kito Mahyadi Panggabean kedapatan hands ball. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Singo Edan tampil makin trengginas. Kayamba tampil sangat ngotot dan beberapa kali mendapat peluang emas, tetapi selalu gagal. Sementara Sriwijaya FC coba membalas sesekali lewat serangan balik. Menit 64 Sriwijaya FC mendapatkan peluang terbaiknya lewat striker asal Liberia Boakay Eddie Foday.

Lolos dari kawalan lini belakang, Foday berhadapan satu lawan satu dengan kiper Arema Kurnia Meiga, sayang eksekusinya masih melambung ke atas mistar gawang. Terkejut mendapat serangan balik, Arema kembali menggebrak lewat Beto. Tapi lagi-lagi pemain asal Brazil tersebut gagal memanfaatkan peluang emas. Hingga peluit akhir, Arema tetap menang 1-0 atas Sriwijaya FC. (kie)

©pp