Kamis, 22 November 2012

Dari Malang Skuad SFC Langsung Ke Palembang

Usai melakukan laga ujicoba kontra Arema Malang di stadion Kanjuruhan, tadi malam, Sriwijaya FC hari ini langsung ke Palembang. Soalnya besok sore, Laskar Jakabaring akan langsung menggelar latihan rutin di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Dijadwalkan, seluruh punggawa Sriwijaya FC akan berangkat dari Malang menuju Jakarta dengan menumpang pesawat Lion Air pada pukul 13.00 WIB. Kemudian penerbangan dilanjutkan pada pukul 17.50 menuju Palembang.

Kas memastikan, seluruh anak-anak asuhnya akan ikut serta. “Tidak ada yang libur, tim akan langsung latihan di Jakabaring. Soalnya usai lawan Arema, harus ada evaluasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Dilanjutkan pria asli Solo ini, ajang Inter Island Cup (IIC) 2012 akan jadi fokus dirinya. “Bagaimanapun juga, IIC cukup bergengsi. Terlebih lagi nanti akan jadi tuan rumah, jadi tim harus bisa mencapai level maksimal,” tambahnya.

Demi IIC 2012, Kas sengaja menyimpan stoper asal Timor Leste Diogo Santos Rangel dan striker Aliyudin dalam laga lawan Arema tadi malam. Meski keduanya sudah pulih, Kas enggan memaksakan agar bisa tampil 100 persen di IIC 2012.

“Saya juga berharap Erick Weeks sudah kembali bergabung usai menyelesaikan KITAS-nya. Dengan kekuatan penuh, saya cukup optimis dengan peluang Sriwijaya FC (juara, Red),” tandasnya. (kie)

©pp

Jadwal Piala AFC 2012

Berikut ini jadwal pertandingan Piala AFF 2012 yang dilaksanakan di Thailand dan Malaysia mulai 24 November hingga 22 Desember mendatang.
Penyisihan Grup:

Sabtu (24/11):
Vietnam vs Myanmar
Thailand vs Filipina

Minggu (25/11):
Indonesia vs Laos
Malaysia vs Singapura

Selasa (27/11):
Vietnam vs Filipina
Myanmar vs Thailand

Rabu (28/11):
Indonesia vs Singapura
Laos vs Malaysia

Jumat (30/11):
Filipina vs Myanmar
Thailand vs Vietnam

Sabtu (1/12):
Singapura vs Laos
Malaysia vs Indonesia

Semifinal
Sabtu (8/12)/SF1: Peringkat kedua A vs Juara B

Minggu (9/12)/SF2: Peringkat kedua B vs Juara A

Rabu (12/12)/SF1: Juara B vs Peringkat kedua A

Kamis (13/12)/SF2: Juara A vs Peringkat kedua B

Final
Rabu (19/12): Juara SF1 vs Juara SF2
Sabtu (22/12): Juara SF2 vs Juara SF1

Pembagian Grup

Grup A (Stadion Rajamangala Stadion)
Thailand
Vietnam
Filipina
Myanmar

Grup B (Stadion BukitJalil Kuala Lumpur)
Malaysia
Indonesia
Singapura
Laos

Rabu, 21 November 2012

Timnas PSSI Tak Takut Bermimpi Menang Terus

Hingga detik-detik terakhir penentuan 22 nama skuad inti Timnas Indonesia ke Piala AFF, pemain Indonesia Super League (ISL) tetap 'dilupakan'. Bahkan, mereka optimistis bisa berbuat banyak tanpa pemain terbaik dan berpengalaman dalam event internasional di Malaysia nanti.

Semangat Pelatih Nilmaizar tetap menyala meski tim asuhannya tidak diperkuat pemain terbaik Indonesia yang mayoritas bermain di ISL. Suaranya tetap lantang saat pimpin latihan dan sorot matanya juga tajam menatap harapan.

Keoptimisan terhadap Timnas Indonesia di Piala AFF 2012 yang mengawali perjuangan lawan Laos pada 25 November semakin meninggi. Modal untuk optimistis adalah hasil imbang 0-0 lawan Kamerun. Tim asal Afrika berperingkat 59 dunia dipaksa puasa gol di SUGBK Senayan Jakarta Sabtu malam (16/11).

"Secara umum penampilan anak-anak cukup bagus, motivasi cukup tinggi. Bersungguh-sungguh pantang lelah. Semoga penampilan ini bisa jadi motivasi di Piala AFF. Mudah-mudahan ini akan memberikan berkah bagi kami dalam turnamen nanti," jelas Nilmaizar, pelatih Timnas Indonesia.

Nil panggilan akrabnya itu menjelaskan, anak asuhnya saat ini bisa dikatakan siap menjalani turnamen dua tahunan antar negara Asia Tenggara tersebut. Mereka siap lahir batin. Menurutnya, atmosfer pertandingan sudah didapat saat Bambang Pamungkas dan kawan-kawan melawan Timnas Vietnam di Hanoi. Saat itu, mantan pelatih Semen Padang itu menilai pasukan Indonesia tak hanya melawan satu tim.

Di sana, sambung Nil, Timnas Indonesia juga lawan tekanan dari suporter dan wasit yang berpihak pada tuan rumah. Kemudian saat melawan Brunei Darussalam dengan kemenangan 5-0. Saat di Brunei, Irfan Bachdim dan kawan-kawan sukses menjalankan instruksi pelatih yang menerapkan formasi 4-4-2 atau 4-4-1-1.

Dua pertandingan itu menjadi modal bertanding di kandang lawan, mengingat di AFF nanti Indonesia tampil di Malaysia selama babak penyisihan Grup B. Kemantapan permainan Pasukan Garuda diklaim meningkat setelah menang 1-0 atas Timor Leste (14/11) lalu dan imbang tanpa gol dua hari kemudian kontra Kamerun.

"Yang ada saat ini memimpikan dan menginginkan menang lawan Laos, menang lawan Singapura, dan bahagia lawan Malaysia. Tapi manusia hanya bisa bermimpi semua tidak bisa dipastikan," jelasnya.

Nil berani bermimpi menang terus di Malaysia dan lolos semifinal di Piala AFF karena telah analisis kekuatan lawan. Menurutnya, tiga tim yang berada satu grup dengan Indonesia memiliki karakter masing-masing. Lawan Indonesia di laga perdana Laos yang kini berperingakt 194 FIFA memiliki keistimewaan permainan dari kaki ke kaki. Mereka juga suka andalkan pemain sayap. Serangan dari bola crossing menjadi favorit tim asuhan Kokichi Kimura.

Singapura yang jadi lawan Indonesia di pertandingan kedua merupakan ancaman senjutnya Indonesia karena kekompakan mereka terjamin. Skuad Tim Singa didominasi pemain muka lama. Di sana ada Baihakki Khaizan yang merupakan bek cerdik. Begitu juga dengan Mohammad Ridwan dan pemain senior lainnya. Sementara musuh terberat Indonesia adalah tuan rumah Malaysia yang kini berperingkat lebih baik di Grup B karena berada di 157. Apalagi, status mereka adalah juara bertahan dan sudah lama main satu tim di Liga Slovakia.
Untuk akhiri tradisi Indonesia sebagai runner up empat kali, Bambang Pamungkas dkk harus menjadi juara grup atau runner up. Dengan begitu Indonesia lolos ke semifinal. Lawan Indonesia di babak selanjutnya menyesuaikan posisi dua besar klasemen akhir grup A yang dilaksanakan di Vietnam. Di semifinal akan ketemu silang. Juara grup A ketemu runner up grup B. Runner up grup A sua juara grup B.

"Kami akan terus evaluasi kinerja tim. Setiap pertandingan, Pemain harus bisa bermain dengan hati. Semoga anak-anak bisa sungguh-sungguh agar keluarkan kemampuan maksimal dan terbaik di Piala AFF. Kami ingin berikan yang terbaik di AFF," tandasnya. "Untuk menjaga mental pemain dan evaluasi tim, kami akan umumkan 22 nama pemain inti Selasa nanti," ungkap Nil.

Hanya, Indonesia masih memiliki masalah. Mental Pasukan Garuda belum stabil. Mereka masih mudah goyah dengan tekanan. Uji coba lawan Kamerun Sabtu malam sebagai contoh.

Pertandingan yang hanya disaksikan 12 ribu penonton saja, anak asuh Nilmaizar belum bisa kuasai keadaan. Mereka masih demam panggung. Maklum, biasanya laga di SUGBK sepi penonton seperti saat kontra Timor Leste yang hanya disaksikan 3 ribu pasang mata.

"Teman-teman merasa nervous, baru kali ini penonton sebanyak ini. Tapi lama kelamaan kami bisa kuasai keadaan. Kami pelajari cara bermain lawan dan selanjutnya bisa redam serangannya," ujar Kapten Timnas Wahyu Wijiastanto.
Masalah lain yang akan menganggu mimpi Timnas Indonesia adalah kondisi pemain. Usai uji coba lawan Kamerun, bek tengah Handi Ramdhan cedera. Otot paha kanan tertarik. Cedera ini sebenarnya sudah pernah diterima Handi sebelumnya.
"Ini cedera kambuhan. Kami akan berusaha lakukan perawatan secara maksimal agar dia bisa tampil lawan Laos meskipun tidak memungkinkan dia langsung main 90 menit. Tapi kalau cedera bahu kiper Endra Prasetya butuh sekitar empat hari saja," terang fisioterapis Timnas Matias Ibo. (kmd/ce3)

sumber

Jumat Boakay Teken Kontrak Dengan Sriwijaya FC

Lama mengikuti seleksi bersama Sriwijaya FC, Boakay Eddie Foday akhirnya mendapatkan kepastian tentang nasibnya.

Pemain asal Liberia ini, akan dikontrak di Jakarta, Jumat (23/11/2012).

"Foday akan segera dikontrak pada Jumat nanti. Karena dia menunjukkan keinginan bermain dan membela SFC musim depan. Memiliki motivasi, kualitas, skill dan pengalaman, itu pemain yang dibutuhkan," kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, kepada Sripoku.com, Rabu (21/11/2012).

Kepastian tentang Foday ini, seperti harapan fans dan suporter serta pendukung yang dalam tiga hari terakhir mendesak manajemen untuk segera mengontrak pemain dengan tinggi 186 cm ini, menjadi bagian dari Laskar Wong Kito musim 2012/2013.

Foday sebenarnya diincar beberapa klub besar, terutama Persiba Balikpapan yang sudah menyatakan ketertarikannya, untuk memakai jasa striker Timnas Liberia ini.

"Kita sudah koordinasi langsung dengan agennya Eko Soebekti dan sejumlah kesepakatan sudah dibuat," jelas Hendri.

Foday memang menunjukkan keseriusannya pasca sempat menolak diturunkan pada ajang Celebes Cup.

Akibat sikapnya itu, Foday sempat dicoret dari ajang seleksi. Namun setelah itu dia bergabung dalam TC Solo hingga saat ini dua sudah mencetak tiga gol dari dua laga ujicoba.

©sripo

JIKA MOHA MELESET, ALONG BIDIKAN SRIWIJAYA FC BERIKUTNYA




Manajemen mengaku sudah ada komunikasi dengan agen Eko Soebekti yang menaungi Noh Alam Shah alias Along.

Pemain yang membawa Arema Indonesia menjadi juar ISL musim 2009/2010 ini, menjadi bidikan utama jika Moha alias Mohamad Reda tidak sesuai dengan kebutuhan tim.

"Moha priortias jika dia oke dan menunjukkan kemampuannya yang sesuai dengan kebutuhan tim saat dia bermain di ajang ujicoba lawan Arema Indonesia nanti malam. Tetapi jika tidak menunjukkan itu, Noh menjadi alternatif utama," kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Rabu (21/11/2012).

Noh Alam Shah memang menjadi incaran utama SFC. Kapasitasnya sebagai pemain berpengalaman dan bernaluri gol tinggi, membuatnya sesuai kebutuhan. Secara postur dia tergolong tinggi besar untuk ukuran pemain asing Asia.

Dengan bobot 78 kg dan tinggi 178 cm, dia tidak hanya kuat dalam melindungi bola, tetapi juga jago dalam duel bola udara. Kendati terkenal tempramental dia pemain yang diperhitungkan. Selain menjadi andalan bagi klub yang diperkuatnya. Dia juga kini menjabat kapten Timnas Singapura.

©sripo

Sriwijaya FC Kalah 0-1 Dari Arema, FR12 The Man Of Macth

Kemenangan kembali diraih Arema ISL di laga ujicoba setelah mengalahkan perlawanan Sriwijaya FC dengan skor 1-0 melalui gol tunggal Beto Goncalves.

Bermain di stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (21/11) malam, skuad Arema ISL langsung menerapkan strategi menyerang. Buktinya dalam rentang waktu lima menit ada empat peluang emas yang dicetak skuad Singo Edan.

Di menit dua sepakan Greg Nwokolo masih bisa ditangkap Ferry Rotinsulu. Semenit kemudian sepakan bebas Kayamba juga masih bisa ditepis oleh Ferry. Di menit lima Greg Nwokolo memiliki dua peluang emas, namun lagi-lagi Ferry Rotinsulu mampu mengagalkannya dengan baik.

Setelah peluang tersebut, belum ada kesempatan emas yang diciptakan kedua tim. Baru di menit 14, peluang kembali diciptakan Arema ISL melalui sepakan Alfarizi yang masih bisa digagalkan Ferry Rotinsulu.

Serangan Arema ISL akhirnya mampu memecah kebuntuan melalui penalti Beto Goncalves di menit 28 yang membuat kedudukan berubah menjadi 1-0. Tendangan penalti diberikan wasit setelah salah satu pemain Sriwijaya FC terlihat handsball di kotak penalti.

Tersengat dengan gol tersebut, Sriwijaya FC mulai meningkatkan intensitas serangan. Di menit 32 sundulan dari Ahmad Jufrianto masih melambung diatas gawang Kurnia Meiga. Laskar Wong Kito agak susah mendapatkan peluang karena ketatnya lini pertahanan Arema. Bahkan skuad Singo Edan kembali mendapatkan peluang di menit 38 melalui sepakan bebas Kayamba Gumbs yang masih melambung.

Di sisa pertandingan, tak ada lagi gol yang tercipta sehingga babak pertama ditutup dengan skor 1-0 untuk keunggulan Arema ISL.

Babak kedua

Memasuki babak kedua, beberapa pergantian dilakukan oleh Arema ISL dengan memasukkan I Gede Sukadana, Benny Wahyudi, Qischil Gandrum yang menggantikan Dendi Santoso, Ebrahim Lovenian dan Hasyim Kipuw.

Pergantian ini belum terlalu efektif karena hingga menit 55 tak ada peluang yang diciptakan oleh Arema. Hal yang sama juga dialami oleh Sriwijaya FC. Untuk meningkatkan intensitas serangan, Rahmad Darmawan memasukkan Joko Sasongko untuk menggantikan Egy Melgiansyah.

Hasilnya peluang pertama tercipta melalui I Gede Sukadana yang mampu melepaskan sepakan jarak jauh di menit 58, namun masih bisa ditepis dengan baik oleh Ferry Rotinsulu. Mencoba mengejar ketinggalan, Sriwijaya FC memasukkan Tantan untuk menggantikan Mohammad di menit 59.

Peluang menambah kedudukan diperoleh Arema ISL di menit 64, namun sepakan Beto yang tinggal berhadapan dengan kiper masih tipis di sisi kanan gawang Ferry Rotinsulu. Sriwijaya berbalik memiliki peluang emas di menit 67 saat sepakan Boakay Edy Foday masih melambung di atas gawang Kurnia Meiga.

Semenit kemudian, penyegaran dilakukan Arema ISL dengan memasukkan Yericho untuk menggantikan Alfarizi. Hal yang sama juga dilakukan oleh Sriwijaya FC dengan memasukkan Rifki Mokodompit untuk menggantikan Ferry Rotinsulu di menit 70.

Peluang emas kembali dimiliki oleh Arema ISL di menit 74 melalui Beto Goncalves. Namun sundulan pemain asal Brazil itu masih menyamping setelah memanfaatkan umpan dari Greg Nwokolo. Pasca peluang ini, permainan kedua tim cenderung menonton yang membuat tak ada peluang tercipta.

Setelah menunggu lama, peluang emas menciptakan gol didapatkan skuad Singo Edan di menit 88 saat Greg Nwokolo dilanggar oleh Rifko Mokodompit sehingga membuahkan penalti. Namun Greg sendiri yang mengambil tak mampu memanfaatkan karena sepakan penaltinya hanya membentur tiang gawang Sriwijaya FC.

Sebaliknya, Laskar Wong Kito hampir menyamakan kedudukan melalui Boakay Edy Foday di menit 89 namun sontekannya masih tipis di samping gawang Kurnia Meiga. Sampai wasit meniup peluit panjang, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Arema ISL. (mia)

Diogo Akan DiSimpan Mas Kas

Gelandang elegan Ponaryo Astaman dan striker asal Lebanon Melhores Moha akan turun sebagai starter pada laga uji coba Sriwijaya FC kontra Arema Malang di Stadion Kanjuruhan Malang, malam ini sepertinya hanya akan berada dibangku cadangan. Sementara defender tangguh asal Timor Leste, Diogo Santos Rangel akan disimpan.

Pasalnya pemain asal Brazil ini masih belum pulih dari cidera bahu yang dialaminya saat melakoni laga kontra Persib Bandung di ajang Celebes Cup beberapa waktu lalu. Kondisi fisik Diogo memang telah pulih 100 persen. Hanya saja pelatih Kas Hartadi tidak ingin terlalu memaksakan pemain yang berstatus timnas Timor Leste ini bermain habis-habisan dalam laga ujicoba. “Diogo sempat saya mainkan ketika ujicoba lawan Banyuanyar selama 15 menit. Saya lihat Diogo sudah pulih sepenuhnya, tinggal lagi menghilangkan rasa traumanya,” ujar Kas.

Dilanjutkannya, kehadiran Ponaryo dan Melhores diharapkan bisa mengangkat performa tim. “Ponaryo dalam keadaan bugar, sama halnya Melhores. Saya sengaja beri kesempatan keduanya turun sejak awal,” tegas Kas.

Duel lini belakang akan diserahkan kepada Abdul Rahman dan Ahmad Jufrianto. Lebih lanjut pelatih asal Solo ini mengatakan dirinya masih akan memantau kemajuan fisik Diogo. Kas mengatakan, Ahmad Jufrianto akan bekerja keras dalam mengawal pertahanan karena dirinya akan berhadapan dengan Kayamba. Dipilihnya Jufriyanto dalam mengawal Kayamba karena diniliai Jufri paling mengetahui pergerakan Kayamba sebagai ujung tombak lawan. “Kita tahu Kayamba itu striker yang sangat bagus, dan akan menjadi tugas Jufrianto karena telah mengenal karakternya,” tandasnya.

Meski demikian, bukan berarti Kas tidak akan memainkan Diogo sama sekali. “Lihat situasi di lapangan nanti. Paling-paling saya beri kesempatan Diogo main selama 15 menit terakhir saja, terlalu riskan memaksakannya,” imbuh Kas.
Prioritas Kas, Diogo harus bisa tampil maksimal pada ajang Inter Island Cup (IIC) 2012. “Saya berharap Diogo bisa selalu tampil penuh pada ajang IIC. Begitu juga dengan Weeks, mudah-mudahan sudah menyelesaikan persoalan KITASnya,” tukasnya. (kie)

©pp