STRIKER seleksi Sriwijaya FC, Boakay Eddie Foday menganggap setiap pertandingan itu meski hanya ujicoba, tetap penting dan harus serius dijalani. Makanya saat menghadapi Arema Indonesia di Stadion Kanjurhan, Rabu (21/11/2012) nanti, dia akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
"Bagi saya, setiap pertandingan yang dijalani SFC itu sangat penting. Makanya saat lawan Arema nanti. Saya tetap serius dan akan memberikan yang terbaik," jelas Foday.
Karena lanjut dia, ujicoba itu ibarat simulasi dari pertandingan sesungguhnya. Makanya harus dijalani layaknya sebuah pertandingan sesungguhnya."Selama itu begitu. Di Persiwa pun juga demikian. Bagi saya SFC dan pelatih selalu memberikan kami motivasi untuk tampil lebih baik. Karena keseriusan dan kerja keras itu sangat penting, dalam pertandingan apapun, termasuk ujicoba," ujar Foday.
©sripo
Selasa, 20 November 2012
Aliyudin Cidera, Erick Ok hadapi Arema
Skuad Sriwijaya FC kemungkinan besar bisa menurunkan dua punggawa terbaiknya, Erick Weeks Lewis dan Aliyudin, pada ujicoba lawan Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (21/11/2012).
Persoalan Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) yang belum selesai menjadi kendala tersendiri bagi Eric, sedangkan Aliyudin masih bergelut dengan cedera dengkulnya yang didapat saat laga Celebes Cup (2-3/11) lalu.
"Ya hingga saat ini Erick belum tiba, namun mudah-mudahan persoalan Erick ini bisa secepatnya selesai sebelum Kompetisi Inter Island Cup (IIC), Desember mendatang," kata Kas Hartadi, Pelatih Kepala SFC, Selasa (20/11/2012).
Begitupun dengan kondisi Aliyudin, Kas berujar, tidak ingin terlalu memaksakan mantan pemain Persib Bandung ini pada saat berhadapan dengan Arema Indonesia nanti. Meskipun saat ini kondisi Aliyudin bisa mengalami perkembangan dan bisa bermain bersama rekan-rekan lainnya.
Namun tenaganya akan lebih baik dipersiapkan untuk menghadapi event yang lebih resmi, yakni IIC dibandingkan partai ujicoba yang akan dilakoninya hari ini.
"Kondisi pemain lainnya dalam keadaan fit, termasuk Diogo Santos Rangel pun sudah bisa turun ke lapangan hijau pasca cedera bahu. Hanya saja, Diogo memang tidak saya masukkan dalam daftar line up, tapi tidak menutup kemungkinan pada babak kedua dia akan coba saya turunkan," kata mantan pemain Arseto Solo ini.
©sripo
Thierry: Hasil Lawan Sriwijaya FC Tidak Terlalu Penting
Jika Sriwijaya FC menganggap laga melawan Arema Indonesia adalah penting, tidak bagi bek Thierry Gathuessi. Eks Defender andalan SFC yang kini membela Arema ini menganggap laga melawan SFC dalam ujicoba di Kanjuruhan Malang, Rabu (20/11/2012) bukan laga penting baginya.
“Pertandingan ini hanya untuk membuat pelatih melihat bagaimana kerja timnya, apakah sudah siap atau belum, untuk mengetahui apakah harus melakukan perubahan-perubahan strategi atau tidak, serta mencari taktik guna menghadapi kompetisi sesungguhnya musim ini,” katanya.
Sehingga Thierry tidak terlalu berharap untuk kemenangan tim, hanya dirinya akan berusaha sebaik mungkin mempersembahkan penampilan terbaik untuk klubnya kini Arema.
"Jadi, hasil pertandingan melawan SFC, bukanlah hal penting bagi kami,” ujarnya seperti dilansir Sripoku.com, dari akun facebook SFCdaily newsmaker, Selasa (20/11/2012).
“Pertandingan ini hanya untuk membuat pelatih melihat bagaimana kerja timnya, apakah sudah siap atau belum, untuk mengetahui apakah harus melakukan perubahan-perubahan strategi atau tidak, serta mencari taktik guna menghadapi kompetisi sesungguhnya musim ini,” katanya.
Sehingga Thierry tidak terlalu berharap untuk kemenangan tim, hanya dirinya akan berusaha sebaik mungkin mempersembahkan penampilan terbaik untuk klubnya kini Arema.
"Jadi, hasil pertandingan melawan SFC, bukanlah hal penting bagi kami,” ujarnya seperti dilansir Sripoku.com, dari akun facebook SFCdaily newsmaker, Selasa (20/11/2012).
PSSI Di Tagih Hutang Biaya Hotel
PSSI kembali dirundung masalah, setelah konflik sepakbola nasional yang belum beres, krisis keuangan yang melanda tim menjelang keberangkatan ke AFF Suzuki Cup 2012, kali ini Djohar Arifin Husein didatangi oleh perwakilan manajemen hotel yang menagih hutang biaya hotel saat timnas menjalani TC.
Seperti yang dilansir JPNN, perwakilan hotel tersebut mengatakan PSSI masih memiliki hutang sebesar Rp271 juta yang belum dibayarkan. Ia mengaku sudah menelepon kantor PSSI, namun karena tidak mendapatkan respon yang memuaskan, akhirnya mereka memutuskan untuk datang langsung.
"Awalnya total biaya yang harus dibayar kepada kami senilai Rp 360 juta. Tapi sebagian sudah dibayar. Tunggakan tersebut adalah untuk biaya sewa kamar dan ruang pertemuan. Sebelumnya kami sudah beberapa kali kontak melalui telepon. Kami akhirnya mendatangi kantor PSSI," ujarnya.
Sebelumnya, PSSI juga telah didatangi oleh perwakilan manajemen hotel yang menjadi tempat menginap skuat Timor Leste. Namun, perwakilan tersebut enggan membeberkan alasannya datang ke PSSI.
Sementara itu, ketum PSSI Djohar membenarkan bahwa perwakilan manajemen hotel tersebut datang untuk menagih hutang.
"Tadi memang ada pihak hotel datang. Mereka memberi surat tagihan kepada" kami," kata Djohar.
"Ya kalau orang berhutang tentu harus dibayar. Tadi tidak langsung kami bayar. Surat tagihan dari pihak hotel sendiri baru datang tadi. Masa langsung dibayar saat itu juga. Yang pasti kami akan segera melunasinya. Surat tagihan sudah masuk ke saya. Selanjutnya akan dilihat Sekjen kemudian dilanjutkan ke bendahara dan kasir."
Seperti yang dilansir JPNN, perwakilan hotel tersebut mengatakan PSSI masih memiliki hutang sebesar Rp271 juta yang belum dibayarkan. Ia mengaku sudah menelepon kantor PSSI, namun karena tidak mendapatkan respon yang memuaskan, akhirnya mereka memutuskan untuk datang langsung.
"Awalnya total biaya yang harus dibayar kepada kami senilai Rp 360 juta. Tapi sebagian sudah dibayar. Tunggakan tersebut adalah untuk biaya sewa kamar dan ruang pertemuan. Sebelumnya kami sudah beberapa kali kontak melalui telepon. Kami akhirnya mendatangi kantor PSSI," ujarnya.
Sebelumnya, PSSI juga telah didatangi oleh perwakilan manajemen hotel yang menjadi tempat menginap skuat Timor Leste. Namun, perwakilan tersebut enggan membeberkan alasannya datang ke PSSI.
Sementara itu, ketum PSSI Djohar membenarkan bahwa perwakilan manajemen hotel tersebut datang untuk menagih hutang.
"Tadi memang ada pihak hotel datang. Mereka memberi surat tagihan kepada" kami," kata Djohar.
"Ya kalau orang berhutang tentu harus dibayar. Tadi tidak langsung kami bayar. Surat tagihan dari pihak hotel sendiri baru datang tadi. Masa langsung dibayar saat itu juga. Yang pasti kami akan segera melunasinya. Surat tagihan sudah masuk ke saya. Selanjutnya akan dilihat Sekjen kemudian dilanjutkan ke bendahara dan kasir."
Lawan Arema, Sriwijaya FC Seperti Lawan Diri Sendiri
Diracik Rahmad Darmawan, masuknya striker incaran Sriwijaya FC Alberto Goncalves, kemudian bergabungnya mantan kapten dan asisten pelatih, Keith Kayamba Gumbs serta defender Thierry Gahtuessi, membuat SFC seperti melawan diri sendiri saat menjalani laga ujicoba di Stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (21/11/2012) malam.
"Menang di dua laga ujicoba tidak boleh membuat SFC Jumawa, karena ada ujian berat lawan Arema. Saya katakan Arema sekarang ini adalah Arema rasa SFC, karena ada tiga sosok dan kunci permainan yang membuat Arema memiliki gaya permainan seperti SFC," kata Ketua Beladas Korwil Simanis Qusoi, Selasa (20/11/2012).
Menurut dia, RD tiga musim melatih SFC. Bersama RD, Laskar Wong Kito memiliki gaya permainan khas, dengan penguasaan bola hanya dengan sentuhan satu dua saja.
Bermain secara kolektif dengan penguasaan bola 4-3-3. Selama tiga musim SFC adalah tim yang ditakuti karena ciri khas dan karakter permainan yang memang menjadi andalan RD.
Kemudian sosok Kayamba Gumbs adalah pemain senior di SFC kala itu. Dialah kapten dan panutan pemain sekaligus sosok yang menterjemahkan keinginan RD di lapangan. Keberadaan Kayamba hingga di Era Ivan Kolev serta Kas Hartadi.
Bersama Kas, Gumbs sapaannya menjadi sosok penting. Karena kembali memainkan ciri permainan SFC dengan gaya khasnya. Adapula Thierry, defender agresif yang kerap menjadi pemecah kebuntuan.
Jika Kayamba lima tahun menjadi legenda, begitu pula Thierry yang dua musim bersama SFC, memberikan dua gelar ISL 2011/2013 dan Perang Bintang.
"Itulah mengapa, SFC harus benar-benar waspadai. Karena di lapangan nanti, SFC seperti melawan dirinya sendiri. Kuncinya SFC harus bisa mengimbangi permainan Arema di kandang mereka sendiri. Dan kami optimis SFC mampu melakukannya," urai Qusoy.
Menurut Qusoi, lawan Arema adalah ujian bagi SFC. Jika menang, maka skuad SFC sudah layak bersaing, sebaliknya jika kalah, SFC harus segera berbenah.
"Karena kami yakin materi saat ini sudah oke, apalagi masuknya Ponaryo Astaman. SFC hanya perlu waktu untuk lebih solid dan tampil kompak seperti musim lalu," ujarnya.
©sripo
"Menang di dua laga ujicoba tidak boleh membuat SFC Jumawa, karena ada ujian berat lawan Arema. Saya katakan Arema sekarang ini adalah Arema rasa SFC, karena ada tiga sosok dan kunci permainan yang membuat Arema memiliki gaya permainan seperti SFC," kata Ketua Beladas Korwil Simanis Qusoi, Selasa (20/11/2012).
Menurut dia, RD tiga musim melatih SFC. Bersama RD, Laskar Wong Kito memiliki gaya permainan khas, dengan penguasaan bola hanya dengan sentuhan satu dua saja.
Bermain secara kolektif dengan penguasaan bola 4-3-3. Selama tiga musim SFC adalah tim yang ditakuti karena ciri khas dan karakter permainan yang memang menjadi andalan RD.
Kemudian sosok Kayamba Gumbs adalah pemain senior di SFC kala itu. Dialah kapten dan panutan pemain sekaligus sosok yang menterjemahkan keinginan RD di lapangan. Keberadaan Kayamba hingga di Era Ivan Kolev serta Kas Hartadi.
Bersama Kas, Gumbs sapaannya menjadi sosok penting. Karena kembali memainkan ciri permainan SFC dengan gaya khasnya. Adapula Thierry, defender agresif yang kerap menjadi pemecah kebuntuan.
Jika Kayamba lima tahun menjadi legenda, begitu pula Thierry yang dua musim bersama SFC, memberikan dua gelar ISL 2011/2013 dan Perang Bintang.
"Itulah mengapa, SFC harus benar-benar waspadai. Karena di lapangan nanti, SFC seperti melawan dirinya sendiri. Kuncinya SFC harus bisa mengimbangi permainan Arema di kandang mereka sendiri. Dan kami optimis SFC mampu melakukannya," urai Qusoy.
Menurut Qusoi, lawan Arema adalah ujian bagi SFC. Jika menang, maka skuad SFC sudah layak bersaing, sebaliknya jika kalah, SFC harus segera berbenah.
"Karena kami yakin materi saat ini sudah oke, apalagi masuknya Ponaryo Astaman. SFC hanya perlu waktu untuk lebih solid dan tampil kompak seperti musim lalu," ujarnya.
©sripo
Pelatih Sriwijaya FC Akui Kekuatan Arema Nyaris Sempurna
Entah semacam psywar atau memang benar-benar memuji, pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mengatakan, kekuatan Arema Indonesia nyaris tanpa cela, karena hampir semua lini diperkuat pemain dengan kualitas terbaik.
Sebut saja di lini depan dan tengah ada Kayamba, Egy Meligansyah, Engel Bert Sani, dan Joko Sasongko.
Kemudian di depan ada Alberto Goncalves, belum lagi jika Greg Nwokolo jadi bergabung. Sementara di belakang sudah ada Thierry Gathuessi yang menjadi jaminan kokoh lini belakang.
"Permainan Arema saya sudah tahu, dan mereka tim yang nyaris tanpa cela, karena faktor pelatih dan pemainnya yang memiliki kualitas terbaik," jelas Kas Hartadi, Selasa (20/11/2012).
Untuk itu, pada laga ujicoba Rabu (21/11/2012) malam nanti, Kas sudah mempersiapkan tim terbaiknya menghadapi Arema.
Dia tahu Arema sulit diatasi, tetapi tidak ada yang sempurna ketika di lapangan.
"Karena sepakbola tidak bisa diprediksi, faktor keberuntungan juga menentukan. Kami akan bekerja keras menghadapi Arema dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sumsel. Karena kualitas pemain SFC saat ini tidak jauh beda dengan Arema. Intinya kami harus ekstra waspada," jelas Kas Hartadi.
©sripo
Sebut saja di lini depan dan tengah ada Kayamba, Egy Meligansyah, Engel Bert Sani, dan Joko Sasongko.
Kemudian di depan ada Alberto Goncalves, belum lagi jika Greg Nwokolo jadi bergabung. Sementara di belakang sudah ada Thierry Gathuessi yang menjadi jaminan kokoh lini belakang.
"Permainan Arema saya sudah tahu, dan mereka tim yang nyaris tanpa cela, karena faktor pelatih dan pemainnya yang memiliki kualitas terbaik," jelas Kas Hartadi, Selasa (20/11/2012).
Untuk itu, pada laga ujicoba Rabu (21/11/2012) malam nanti, Kas sudah mempersiapkan tim terbaiknya menghadapi Arema.
Dia tahu Arema sulit diatasi, tetapi tidak ada yang sempurna ketika di lapangan.
"Karena sepakbola tidak bisa diprediksi, faktor keberuntungan juga menentukan. Kami akan bekerja keras menghadapi Arema dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sumsel. Karena kualitas pemain SFC saat ini tidak jauh beda dengan Arema. Intinya kami harus ekstra waspada," jelas Kas Hartadi.
©sripo
Ponaryo Astaman Menyusul Sriwijaya FC ke Malang
Skuad Sriwijaya FC saat ini sudah berada di Malang sebagai persiapan laga ujicoba melawan Arema di stadion Kanjuruhan, Rabu (21/11). Gelandang elegan, Ponaryo Astaman yang telah resmi kembali bergabung dikabarkan akan menyusul tim ke Malang. “Ponaryo akan nyusul ke Malang. Besok (hari ini, red) sekitar pukul 08.00 WIB Ponaryo berangkat dari Palembang,” kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin.
Dalam rangkaian training center (pemusatan latihan) di Solo, sejak Senin (12/11) lalu, tim Laskar Wong Kito telah menggelar dua sesi ujicoba. Pertama melawan Solo All Stars yang dimenangkan dengan skor 5-1, Jumat (16/11). Sementara dalam pertandingan melawan Banyuanyar All Stars, Minggu (18/11) sore, Sriwijaya FC menang 3-0.
Dua pertandingan tersebut menjadi panggung striker asal Liberia Boakay Eddie Foday. Foday sukses menyumbangkan tiga gol, dua diantaranya diciptakan dalam pertandingan lawan Banyuanyar All Stars, kemarin.
Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi sangat mengapresiasi performa Foday yang makin menjanjikan. Pria asli Solo ini memastikan Foday akan kembali jadi andalan dalam pertandingan lawan Arema.
“Foday bermain bagus dan sudah sesuai harapan. Saya yakin Foday akan kembali tampil baik ketika lawan Arema,” paparnya.
Arema, penilaian Kas merupakan salah satu tim bagus pada musim ini. Namun mantan asisten Ivan Kolev ini sama sekali tidak gentar. “Sriwijaya FC juga tim bagus dengan materi yang tidak kalah hebatnya. Jadi pertandingan nanti tidak akan mudah,” tambahnya.
Khusus mengenai Ponaryo, Kas mengaku sangat senang karena memang Sriwijaya FC membutuhkan sosok pemimpin diatas lapangan. “Saya jadi punya banyak pilihan di lini tengah. Ponaryo bisa diduetkan dengan Ali Khaddafi ataupun Immanuel Padwa,” tukasnya. (kie)
©pp
Dalam rangkaian training center (pemusatan latihan) di Solo, sejak Senin (12/11) lalu, tim Laskar Wong Kito telah menggelar dua sesi ujicoba. Pertama melawan Solo All Stars yang dimenangkan dengan skor 5-1, Jumat (16/11). Sementara dalam pertandingan melawan Banyuanyar All Stars, Minggu (18/11) sore, Sriwijaya FC menang 3-0.
Dua pertandingan tersebut menjadi panggung striker asal Liberia Boakay Eddie Foday. Foday sukses menyumbangkan tiga gol, dua diantaranya diciptakan dalam pertandingan lawan Banyuanyar All Stars, kemarin.
Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi sangat mengapresiasi performa Foday yang makin menjanjikan. Pria asli Solo ini memastikan Foday akan kembali jadi andalan dalam pertandingan lawan Arema.
“Foday bermain bagus dan sudah sesuai harapan. Saya yakin Foday akan kembali tampil baik ketika lawan Arema,” paparnya.
Arema, penilaian Kas merupakan salah satu tim bagus pada musim ini. Namun mantan asisten Ivan Kolev ini sama sekali tidak gentar. “Sriwijaya FC juga tim bagus dengan materi yang tidak kalah hebatnya. Jadi pertandingan nanti tidak akan mudah,” tambahnya.
Khusus mengenai Ponaryo, Kas mengaku sangat senang karena memang Sriwijaya FC membutuhkan sosok pemimpin diatas lapangan. “Saya jadi punya banyak pilihan di lini tengah. Ponaryo bisa diduetkan dengan Ali Khaddafi ataupun Immanuel Padwa,” tukasnya. (kie)
©pp
Langganan:
Postingan (Atom)