Sriwijaya FC akan menghadapi lawan berat dalam uji coba terakhir melawan Arema Malang di Stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (21/11). Meski melawan tim bertabur bintang, pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi tetap percaya diri.
Sang allenatore Kas Hartadi merasa optimistis bisa meraih hasil yang memuaskan dalam laga nanti. Pasalnya dalam rangkaian TC yang digelar di Solo baru-baru ini anak asuhannya telah menunjukan kekompakaan tim yang signifikan.
“Kemajuan sudah telihat dari beberapa hasil uji coba yang kita lakukan selama ini, tim telah menunjukan kekompakan meskipun belum maksimal namun itu kemajuan yang sangat baik,” ungkap Kas.
Lebih lanjut pria asli Solo ini menambahkan skuadnya memang perlu banyak melakukan uji coba sebelum mengarungi kerasnya kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang akan bergulir 5 Januari 2013 mendatang. Untuk itu dirinya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan saat anak asuhnya menghadapi tim yang berjuluk Singo Edan, besok sore. “Meskipun dalam laga nanti hanya bersifat uji coba namun kita akan bermain maksimal seperti kompetisi sebenarnya, apalagi Arema merupakan tim kuat ISL. Tentunya ini akan menjadi gambaran sebelum mengarungi kompetisi sebenarnya,” beber Kas.
Kendati banyak ditinggalkan skuadnya musim lalu namun tak membuat mantan pelatih SYSA Muba ini hilang percaya diri karena Kas menganggap Arema yang saat ini ditukangi pelatih Rahmad Darmawan juga masih dalam pembentukan tim sebelum mengarungi kompetisi. “Saya akan menurunkan pemain terbaik. Kia lihat saja nanti,” tandasnya. (kie)
©pp
Selasa, 20 November 2012
Beladas Optimis Sriwijaya FC Menang Lawan Arema
Laga ujicoba Sriwijaya FC kontra Arema di stadion Kanjuruhan, Rabu (21/11) sore mendapat perhatian kelompok suporter Beladas Simanis. Prediksi Beladas Simanis, Sriwijaya FC bisa menjadi juara apabila mampu mengalahkan Arema di kandangnya sendiri.
“Arema tim dengan materi sangat bagus dan akan bermain di kandang sendiri. Kalau Sriwijaya FC menang atas Arema dalam pertandingan tersebut, kami optimis bisa menjadi juara,” koar ketua Beladas Simanis Qusoi.
Dilanjutkan pria yang gemar berpakaian nyentrik ini, ada sedikit perasaan dilematis yang dirasakan segenap anggotanya dalam laga ujicoba tersebut. Soalnya Arema dilatih oleh Rahmad Darmawan dan diperkuat oleh Keith Kayamba Gumbs serta Thierry Gathuessi, yang kesemuanya pernah di Sriwijaya FC.
“Kayamba sudah delapan tahun memperkuat Sriwijaya FC, bersama Thierry telah menjadi idola para penggemar. Tapi dalam sepakbola itu sudah biasa, dan tidak ada masalah,” beber Qusoi.
Menurut PNS di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel ini, ujian sesungguhnya bagi Sriwijaya FC adalah ketika bersua Arema. “Keberadaan Foday dilini depan pastinya akan menjadi salah satu kuncinya. Lini tengah juga semakin hidup dengan kembalinya Ponaryo Astaman. Jadi pertandingan nanti akan sangat menarik,” imbuhnya. (kie)
©pp
“Arema tim dengan materi sangat bagus dan akan bermain di kandang sendiri. Kalau Sriwijaya FC menang atas Arema dalam pertandingan tersebut, kami optimis bisa menjadi juara,” koar ketua Beladas Simanis Qusoi.
Dilanjutkan pria yang gemar berpakaian nyentrik ini, ada sedikit perasaan dilematis yang dirasakan segenap anggotanya dalam laga ujicoba tersebut. Soalnya Arema dilatih oleh Rahmad Darmawan dan diperkuat oleh Keith Kayamba Gumbs serta Thierry Gathuessi, yang kesemuanya pernah di Sriwijaya FC.
“Kayamba sudah delapan tahun memperkuat Sriwijaya FC, bersama Thierry telah menjadi idola para penggemar. Tapi dalam sepakbola itu sudah biasa, dan tidak ada masalah,” beber Qusoi.
Menurut PNS di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel ini, ujian sesungguhnya bagi Sriwijaya FC adalah ketika bersua Arema. “Keberadaan Foday dilini depan pastinya akan menjadi salah satu kuncinya. Lini tengah juga semakin hidup dengan kembalinya Ponaryo Astaman. Jadi pertandingan nanti akan sangat menarik,” imbuhnya. (kie)
©pp
Jersey Sriwijaya FC Tetap Kuning & Ada Songket
Manajemen Sriwijaya FC akhirnya mengambil keputusan akan menjalin kerjasama dengan apparel asal Spanyol, Joma untuk musim ini. Meski merupakan merk internasional dan punya design jersey sendiri, Joma tidak berkeberatan tetap mempertahankan motif songket.
“Kita sepakat dan pak Dodi Reza Alex (Presiden Sriwijaya FC, Red) telah tanda tangan kontrak. Musim ini, Sriwijaya FC akan menggunakan apparel Joma,” kata Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin via telepon kepada Palembang Pos usai menggelar pertemuan dengan Joma di Jakarta, kemarin sore.
Dilanjutkannya, perwakilan Joma Indonesia telah menghubungi perusahaan pusat yang berada di Spanyol tentang jersey bermotif songket. “Pihak Joma pusat tidak berkeberatan dan siap mengakomodir masukan dari Sriwijaya FC soal motif songket. Design jerseynya akan kita kirimkan berdasarkan sayembara yang digelar beberapa waktu lalu,” sambung Augie.
Menurut pria berambut cepak ini, beberapa waktu lalu Manajemen berencana menanggalkan jersey warna kuning, tetapi setelah dikomunikasikan kembali, akhirnya dibatalkan. “Kita mengajukan tiga warna, yaitu kuning, hitam, dan putih. Kita akan tetap mempertahankan jersey warna kuning yang memang sudah menjadi identitas Sriwijaya FC bertahun-tahun,” paparnya.
Nilai kontrak yang diberikan Joma mencapai Rp 1,9 miliar. Semuanya dalam bentuk apparel, mulai dari jersey, celana, kaos kaki, tas, dan lain-lain. Sriwijaya FC tidak mendapatkan uang cash sama sekali.
Jika hanya mendapat apparel penuh, lantas apa yang menjadi alasan Manajemen Sriwijaya FC meninggalkan apparel Specs yang telah menjalin kerjasama selama beberapa tahun terakhir. “Semua apparel menawarkan sama, tidak ada uang cash. Tetapi setelah dipertimbangkan, nilai yang ditawarkan Joma lebih tinggi dari apparel lain,” urai Augie.
Saat ini Sriwijaya FC masih menggunakan jersey milik Specs dalam sesi latihan maupun pertandingan ujicoba. Jersey Specs sepertinya akan tetap digunakan dalam pertandingan ujicoba melawan Arema di stadion Kanjuruhan, Rabu (21/11) sore.
“Kemungkinan tim baru akan mengenakan jersey merk Joma dalam turnamen Inter Island Cup pada awal Desember nanti. Itupun yang digunakan bukanlah jersey tim pada kompetisi mendatang,” jelas Augie.
Jersey tim yang asli, dikatakan Augie butuh waktu bagi Joma untuk mempersiapkannya. “Jadi dalam waktu dekat yang akan diberikan adalah jersey Joma biasa yang ada dipasaran. Tetapi dari segi kualitas, tetaplah yang terbaik,” pungkasnya. (kie)
©pp
Pelatih Sriwijaya FC, Kashartadi Incar Noh 'Along' Alam Shah
PASCA didepaknya satu pemain asing berkewarganeraaan Ausralia, Jerry Boimah Karpeh dari Sriwijaya FC, baik pelatih maupun manajemen mulai melakukan perburuan pemain kembali. Secara pribadi, Kas Hartadi selaku pelatih kepala SFC, mengharapkan manajemen bisa merekrut Noh Alam Shah alias Along, karena dinilai sebagai sosok yang pantas untuk menggantikan peran Jerry di lini depan. Sementara manajemen tampaknya masih belum mau berkomentar banyak, apakah berminat atau tidak untuk mendatangkan Along ke SFC.
Nama Along sendiri bukan hal yang baru bagi Laskar Wong Kito dan Liga Indonesia. Pasalnya pada musim 2010, pemain asal Singapura ini sempat deal dan sudah melakukan penandatangan kontrak, namun justu pada perjalanannya dia memutuskan untuk tetap bertahan di Arema Indonesia. Pada musim berikutnya, 2011/2012, kondisi Arema Indonesia yang terpecah dua, tetap tak membuat Along berpaling ke klub lain dan tetap memilih bermain di Arema IPL. Barulah pada pertengahan musim 2011/2012, dia memutuskan untuk kembali mencicipi kompetisi ISL dengan bergabung ke Persib Bandung, sebelum dipinjamkan ke klub lamanya Tampines Rovers (S-League)
Dari perjalanan karirnya ini, paling sukses adalah ketika dia membela Tampines Rovers ini sejal musim 2003-2009. Dari total 146 penampilan yang pernah ia jalani, total pemain yang dikenal bengal ini sukses menyarangkan 103 gol ke jala gawang lawannya. Kemudian, kecemerlangannya ini berlanjut saat dia membela Arema Indonesia, dan berhasil membawa klub asal Malang ini menjuarai ISL pada musim pada musim perdananya, 2009/2010.
“Along, saya rasa adalah pemain yang pantas untuk menggantikan Jerry. Secara kualitas dia sudah sangat teruji dan tidak perlu diragukan lagi,” kata Kas Hatadi ketika dihubungi Sripo, Senin (19/11).
Dikatakannya, peran Along ini memang sesuai dengan kebutuhan tim yang dinilai masih kekurangan stok untuk posisi pemain depan. Rencananya, untuk posisi lini depan akan diisi oleh Along dan satu pemain seleksi, Boakay Eddy Foday, yang sejauh ini menampilkan permainan atraktif dan berkelas. Secara kualitas, tidak ada keraguan lagi bagi dirinya untuk merekomendasikan Boakay apabila manajemen benar-benar ingin merekrutnya.
“Termasuk Along pun sebenarnya tidak perlu lagi menjalani proses seleksi. Namun tetap untuk meyakinkan saya kalau Along mau gabung SFC, dia harus tetap diseksi dahulu,” tukas mantan pemain Arseto Solo ini.
Hendri Zainudin selaku Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) yang menaungi SFC, tampaknya masih belum mau berkomentar lebih jauh mengenai Along, apakah menarik perhatiannya atau tidak. Namun yang jelas saat ini pihaknya belum pernah sekalipun melakukan komunikasi terhadap Along dalam waktu dekat ini. Satu kuota dari pemain asing Asia, sepeninggal Jerry dapat ditempati oleh siapa saja, termasuk pemain seleksi yang baru bergabung di Solo yakni, Melhores Momentos Moha.
“Pastinya, dua kouta pemain yang tersisa (Asing Asia dan non-Asia) akan ditetapkan dengan proses seleksi. Sejauh ini memang baru ada dua yang ikut, yakni Boakay dan Moha, tapi tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi, andaikata ada pemain yang juga tertarik bergabung ke SFC,” ucap bakal Calon Bupati Banyuasin itu.
Sementara, kelompok suporter Beladas yang diketuai oleh Qusoy mengungkapkan kesepakatannya andaikata manajemen ingin memboyong Boakay dan Along ke SFC. Keduanya dinilai sebagai striker yang berkualitas dan hasu gol, bisa jadi duet keduanya akan menjadi yang terbaik pada musim depan. Meskipun, nama terakhir dinilai memiliki sikap arogan dengan melakukan pembatalan pra kontrak SFC pada musim 2010/2010 lalu. Kemudian pula, pernyataan Along yang juga menyebutkan suporter SFC tidak militan dan kreatif masih menyisahkan rasa sakit hati.
“Kita dibilang Along tidak militan dan kreatif seperti Aremania, jelas saja kita tersinggung. Harap diketahui saja, suporter SFC masuk lima besar suporter terfanatik di Indonesia versi televisi swasta di Indonesia,” tandasnya. (cw2)
Nama Along sendiri bukan hal yang baru bagi Laskar Wong Kito dan Liga Indonesia. Pasalnya pada musim 2010, pemain asal Singapura ini sempat deal dan sudah melakukan penandatangan kontrak, namun justu pada perjalanannya dia memutuskan untuk tetap bertahan di Arema Indonesia. Pada musim berikutnya, 2011/2012, kondisi Arema Indonesia yang terpecah dua, tetap tak membuat Along berpaling ke klub lain dan tetap memilih bermain di Arema IPL. Barulah pada pertengahan musim 2011/2012, dia memutuskan untuk kembali mencicipi kompetisi ISL dengan bergabung ke Persib Bandung, sebelum dipinjamkan ke klub lamanya Tampines Rovers (S-League)
Dari perjalanan karirnya ini, paling sukses adalah ketika dia membela Tampines Rovers ini sejal musim 2003-2009. Dari total 146 penampilan yang pernah ia jalani, total pemain yang dikenal bengal ini sukses menyarangkan 103 gol ke jala gawang lawannya. Kemudian, kecemerlangannya ini berlanjut saat dia membela Arema Indonesia, dan berhasil membawa klub asal Malang ini menjuarai ISL pada musim pada musim perdananya, 2009/2010.
“Along, saya rasa adalah pemain yang pantas untuk menggantikan Jerry. Secara kualitas dia sudah sangat teruji dan tidak perlu diragukan lagi,” kata Kas Hatadi ketika dihubungi Sripo, Senin (19/11).
Dikatakannya, peran Along ini memang sesuai dengan kebutuhan tim yang dinilai masih kekurangan stok untuk posisi pemain depan. Rencananya, untuk posisi lini depan akan diisi oleh Along dan satu pemain seleksi, Boakay Eddy Foday, yang sejauh ini menampilkan permainan atraktif dan berkelas. Secara kualitas, tidak ada keraguan lagi bagi dirinya untuk merekomendasikan Boakay apabila manajemen benar-benar ingin merekrutnya.
“Termasuk Along pun sebenarnya tidak perlu lagi menjalani proses seleksi. Namun tetap untuk meyakinkan saya kalau Along mau gabung SFC, dia harus tetap diseksi dahulu,” tukas mantan pemain Arseto Solo ini.
Hendri Zainudin selaku Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) yang menaungi SFC, tampaknya masih belum mau berkomentar lebih jauh mengenai Along, apakah menarik perhatiannya atau tidak. Namun yang jelas saat ini pihaknya belum pernah sekalipun melakukan komunikasi terhadap Along dalam waktu dekat ini. Satu kuota dari pemain asing Asia, sepeninggal Jerry dapat ditempati oleh siapa saja, termasuk pemain seleksi yang baru bergabung di Solo yakni, Melhores Momentos Moha.
“Pastinya, dua kouta pemain yang tersisa (Asing Asia dan non-Asia) akan ditetapkan dengan proses seleksi. Sejauh ini memang baru ada dua yang ikut, yakni Boakay dan Moha, tapi tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi, andaikata ada pemain yang juga tertarik bergabung ke SFC,” ucap bakal Calon Bupati Banyuasin itu.
Sementara, kelompok suporter Beladas yang diketuai oleh Qusoy mengungkapkan kesepakatannya andaikata manajemen ingin memboyong Boakay dan Along ke SFC. Keduanya dinilai sebagai striker yang berkualitas dan hasu gol, bisa jadi duet keduanya akan menjadi yang terbaik pada musim depan. Meskipun, nama terakhir dinilai memiliki sikap arogan dengan melakukan pembatalan pra kontrak SFC pada musim 2010/2010 lalu. Kemudian pula, pernyataan Along yang juga menyebutkan suporter SFC tidak militan dan kreatif masih menyisahkan rasa sakit hati.
“Kita dibilang Along tidak militan dan kreatif seperti Aremania, jelas saja kita tersinggung. Harap diketahui saja, suporter SFC masuk lima besar suporter terfanatik di Indonesia versi televisi swasta di Indonesia,” tandasnya. (cw2)
Sriwijaya FC Berharap Tuah Erick & Boakay Saat Ujicoba Di Kanjuruan vs Arema
Musim lalu, saat pertemuan pertama di Malang, Hilton Moreira mencetak hattrick, sementara dua gol dicetak oleh Keith Kayamba," tulis admin Singa Mania di akun twitternya:@SingaManiaSFC, Senin (19/11/2012).
"Namun semua pemain itu sudah tidak lagi bermain untuk SFC," timplnya.
Ungkapan itu cukup beralasan, karena Hilton Moreira dan Kayamba adalah mesin gol bagi SFC. Keduanya yang mencetak gol kemenangan SFC atas Arema dengan skor 5-1 musim Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 lalu.
Hilton kini tidak lagi merumput di ISL, sementara Kayamba justru memperkuat Arema. Sementara semua pemain SFC merupakan muka-muka baru.
Kendati demikian, SFC bisa berharap kepada dua eks punggawa Persiwa Boakay Eddie Foday dan Erick Weeks Lewis yang mencetak gol ke gawang Arema dalam dua kali pertemuan.
Foday misalnya, pencetak Gol tunggal ke gawang Arema, saat Persiwa kalah 1-0 pada pertemuan ISL 29 Maret 2012 lalu. Sementara itu, Erick pencetak gol tunggal ke gawang Arema Indonesia di Wamena pada pertemuan keduanya ISL musim 2011/2012 13 April lalu.
"Tentunya kita tidak boleh melihat ke belakang. Saya hanya fokus bagaimana membuat pemain lebih fokus, percaya diri dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka saat melawan Arema," jelas pelatih Kas Hartadi, Senin (19/11/2012).
Menurut Kas, SFC memang butuh waktu karena 90 persen lebih diperkuat muka baru. Namun inilah tantangan terbesar bagi SFC bersama pemain-pemain anyarnya."Lawan Arema kami aku lawan berat, karena mereka diperkuat hampir seluruh pemain dengan kualitas nomor satu di ISL," urai Kas.
#sripo
"Namun semua pemain itu sudah tidak lagi bermain untuk SFC," timplnya.
Ungkapan itu cukup beralasan, karena Hilton Moreira dan Kayamba adalah mesin gol bagi SFC. Keduanya yang mencetak gol kemenangan SFC atas Arema dengan skor 5-1 musim Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 lalu.
Hilton kini tidak lagi merumput di ISL, sementara Kayamba justru memperkuat Arema. Sementara semua pemain SFC merupakan muka-muka baru.
Kendati demikian, SFC bisa berharap kepada dua eks punggawa Persiwa Boakay Eddie Foday dan Erick Weeks Lewis yang mencetak gol ke gawang Arema dalam dua kali pertemuan.
Foday misalnya, pencetak Gol tunggal ke gawang Arema, saat Persiwa kalah 1-0 pada pertemuan ISL 29 Maret 2012 lalu. Sementara itu, Erick pencetak gol tunggal ke gawang Arema Indonesia di Wamena pada pertemuan keduanya ISL musim 2011/2012 13 April lalu.
"Tentunya kita tidak boleh melihat ke belakang. Saya hanya fokus bagaimana membuat pemain lebih fokus, percaya diri dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka saat melawan Arema," jelas pelatih Kas Hartadi, Senin (19/11/2012).
Menurut Kas, SFC memang butuh waktu karena 90 persen lebih diperkuat muka baru. Namun inilah tantangan terbesar bagi SFC bersama pemain-pemain anyarnya."Lawan Arema kami aku lawan berat, karena mereka diperkuat hampir seluruh pemain dengan kualitas nomor satu di ISL," urai Kas.
#sripo
Sriwijaya FC Berharap Tuah Erick & Boakay Saat Ujicoba Di Kanjuruan vs Arema
Musim lalu, saat pertemuan pertama di Malang, Hilton Moreira mencetak hattrick, sementara dua gol dicetak oleh Keith Kayamba," tulis admin Singa Mania di akun twitternya:@SingaManiaSFC, Senin (19/11/2012).
"Namun semua pemain itu sudah tidak lagi bermain untuk SFC," timplnya.
Ungkapan itu cukup beralasan, karena Hilton Moreira dan Kayamba adalah mesin gol bagi SFC. Keduanya yang mencetak gol kemenangan SFC atas Arema dengan skor 5-1 musim Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 lalu.
Hilton kini tidak lagi merumput di ISL, sementara Kayamba justru memperkuat Arema. Sementara semua pemain SFC merupakan muka-muka baru.
Kendati demikian, SFC bisa berharap kepada dua eks punggawa Persiwa Boakay Eddie Foday dan Erick Weeks Lewis yang mencetak gol ke gawang Arema dalam dua kali pertemuan.
Foday misalnya, pencetak Gol tunggal ke gawang Arema, saat Persiwa kalah 1-0 pada pertemuan ISL 29 Maret 2012 lalu. Sementara itu, Erick pencetak gol tunggal ke gawang Arema Indonesia di Wamena pada pertemuan keduanya ISL musim 2011/2012 13 April lalu.
"Tentunya kita tidak boleh melihat ke belakang. Saya hanya fokus bagaimana membuat pemain lebih fokus, percaya diri dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka saat melawan Arema," jelas pelatih Kas Hartadi, Senin (19/11/2012).
Menurut Kas, SFC memang butuh waktu karena 90 persen lebih diperkuat muka baru. Namun inilah tantangan terbesar bagi SFC bersama pemain-pemain anyarnya."Lawan Arema kami aku lawan berat, karena mereka diperkuat hampir seluruh pemain dengan kualitas nomor satu di ISL," urai Kas.
#sripo
"Namun semua pemain itu sudah tidak lagi bermain untuk SFC," timplnya.
Ungkapan itu cukup beralasan, karena Hilton Moreira dan Kayamba adalah mesin gol bagi SFC. Keduanya yang mencetak gol kemenangan SFC atas Arema dengan skor 5-1 musim Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 lalu.
Hilton kini tidak lagi merumput di ISL, sementara Kayamba justru memperkuat Arema. Sementara semua pemain SFC merupakan muka-muka baru.
Kendati demikian, SFC bisa berharap kepada dua eks punggawa Persiwa Boakay Eddie Foday dan Erick Weeks Lewis yang mencetak gol ke gawang Arema dalam dua kali pertemuan.
Foday misalnya, pencetak Gol tunggal ke gawang Arema, saat Persiwa kalah 1-0 pada pertemuan ISL 29 Maret 2012 lalu. Sementara itu, Erick pencetak gol tunggal ke gawang Arema Indonesia di Wamena pada pertemuan keduanya ISL musim 2011/2012 13 April lalu.
"Tentunya kita tidak boleh melihat ke belakang. Saya hanya fokus bagaimana membuat pemain lebih fokus, percaya diri dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka saat melawan Arema," jelas pelatih Kas Hartadi, Senin (19/11/2012).
Menurut Kas, SFC memang butuh waktu karena 90 persen lebih diperkuat muka baru. Namun inilah tantangan terbesar bagi SFC bersama pemain-pemain anyarnya."Lawan Arema kami aku lawan berat, karena mereka diperkuat hampir seluruh pemain dengan kualitas nomor satu di ISL," urai Kas.
#sripo
Senin, 19 November 2012
PSSI Tunggak Biaya penginapan Selama Persiapan AFF
Tim nasional Indonesia saat ini telah memasuki pemusatan latihan nasional tahap ketiga di Jakarta. Rombongan timnas pun direncanakan akan berangkat ke Malaysia pada Rabu mendatang.
Meski sudah siap berlaga di Malaysia, bukan berarti semua urusan telah beres. Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) disebut belum melunasi pembayaran Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang digunakan saat pemusatan latihan tahap kedua bulan Agustus lalu. Total tunggakan PSSI bahkan mencapai Rp 271 juta.
"Itu sisa tunggakan. Tadinya total biaya sebesar Rp 360 juta, tapi baru dilunasi sebagiannya," kata Dwi, perwakilan Hotel Santika, saat mendatangi kantor PSSI, Senin, 19 November 2012.
Tunggakan itu merupakan biaya sewa kamar dan ruang pertemuan. Pihak Santika sendiri, menurut Dwi, telah beberapa kali menghubungi PSSI untuk menanyakan kejelasan pembayaran hotel. "Beberapa kali kami sudah kontak melalui telepon. Baru ini kami akhirnya kami mendatangi kantor PSSI," katanya lagi.
Selain perwakilan Hotel Santika TMII, perwakilan Hotel Fave siang ini juga mendatangi kantor PSSI. Namun, pihak Fave enggan memerinci tujuan kedatangannya ke PSSI. Hotel Fave sendiri merupakan lokasi penginapan tim Timor Leste saat uji coba di Jakarta akhir pekan lau.
Menanggapi tagihan Hotel Santika tersebut, Ketua Umum PSSI menanggapinya dengan santai.
"Tagihan itu baru datang hari ini. Keterlambatan pembayaran itu pun hanya masalah proses administrasi. Hari ini saya sudah tanda tangan, lalu ke Sekretaris Jenderal. Tinggal pencairan saja," kata Djohar, di sela-sela latihan timnas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin sore.
Irfan Bachdim cs sendiri gonta-ganti hotel sejak menjalani pemusatan latihan. Saat ini, timnas menginap di Hotel Jusenny di wilayah Jakarta Selatan, setelah sebelumnya menginap di Hotel Gran Tropic di kawasan Grogol, Jakarta Barat.
tempo
Meski sudah siap berlaga di Malaysia, bukan berarti semua urusan telah beres. Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) disebut belum melunasi pembayaran Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang digunakan saat pemusatan latihan tahap kedua bulan Agustus lalu. Total tunggakan PSSI bahkan mencapai Rp 271 juta.
"Itu sisa tunggakan. Tadinya total biaya sebesar Rp 360 juta, tapi baru dilunasi sebagiannya," kata Dwi, perwakilan Hotel Santika, saat mendatangi kantor PSSI, Senin, 19 November 2012.
Tunggakan itu merupakan biaya sewa kamar dan ruang pertemuan. Pihak Santika sendiri, menurut Dwi, telah beberapa kali menghubungi PSSI untuk menanyakan kejelasan pembayaran hotel. "Beberapa kali kami sudah kontak melalui telepon. Baru ini kami akhirnya kami mendatangi kantor PSSI," katanya lagi.
Selain perwakilan Hotel Santika TMII, perwakilan Hotel Fave siang ini juga mendatangi kantor PSSI. Namun, pihak Fave enggan memerinci tujuan kedatangannya ke PSSI. Hotel Fave sendiri merupakan lokasi penginapan tim Timor Leste saat uji coba di Jakarta akhir pekan lau.
Menanggapi tagihan Hotel Santika tersebut, Ketua Umum PSSI menanggapinya dengan santai.
"Tagihan itu baru datang hari ini. Keterlambatan pembayaran itu pun hanya masalah proses administrasi. Hari ini saya sudah tanda tangan, lalu ke Sekretaris Jenderal. Tinggal pencairan saja," kata Djohar, di sela-sela latihan timnas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin sore.
Irfan Bachdim cs sendiri gonta-ganti hotel sejak menjalani pemusatan latihan. Saat ini, timnas menginap di Hotel Jusenny di wilayah Jakarta Selatan, setelah sebelumnya menginap di Hotel Gran Tropic di kawasan Grogol, Jakarta Barat.
tempo
Langganan:
Postingan (Atom)