Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi tetap mengandalkan formasi menyerang saat menjajal tuan rumah PSMS Medan di Stadion Teladan, sore nanti.
Pola 4-3-3 diyakini SFC akan mampu meredam permainan keras PSMS.
Tampil di kandang lawan tak menyurutkan tekad Laskar Wong Kito untuk meraih poin penuh. Karena hanya dengan cara itu, Sriwijaya akan terus mengamankan posisi puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12.
"Sejujurnya, saya berpikir tidak ingin mengurangi kualitas permainan SFC
dengan terlalu banyak merotasi pemain. Kalau pun ada pergantian, itu akan kami lakukan bila telah unggul dan atas alasan teknis lainnya," ungkap Kas Hartadi.
Kas mengaku sudah menyiapkan strategi dan taktik untuk meladeni permainan keras ala PSMS.
SFC siap meredam serta mengejutkan balik.
"Biasanya, gaya main keras mereka akan diperagakan pada 15 menit babak
pertama. Meski sebagai tim tamu, SFC juga ingin meraih kemenangan. Jadi, kami juga harus siap meladeni permainan mereka," jelas Kas.
Untuk melengkapi skenario pelatih asal Solo ini, SFC memiliki beberapa stok
pemain berkarakter keras seperti Nova Arianto maupun Syamsul Chairudin. Juga pemain bertenaga badak asal Korea Selatan, Lim Jun-sik.
Sekali lagi, Kas menegaskan untuk meraih poin sempurna. Ia tidak mau kecele lagi seperti saat ditahan imbang PSAP Sigli, Kamis 16 Februari 2012 .
"Kita kecolongan saat melawan Sigli, dimana gol cepat mereka telah merusak ketenangan bermain.
Memang, laga tandang bisa dibilang lebih sulit jika dibandingkan laga kandang.
Sebenarnya, kita bisa memperoleh poin satu pun sudah hasil yang bagus. Tapi, poin penuh itu yang dibutuhkan SFC saat ini," tegas Kasdiola, julukan yang diberikan suporter SFC pada Kas Hartadi. (irb)
@vivabola
Senin, 20 Februari 2012
PSMS vs SFC, Ajang Pembuktian FR12
Banyak hal menarik patut dikupas pada pertemuan antaran Sriwijaya FC versus PSMS Medan.
Selain sejarah pertemuan kedua klub, aksi head to head dua penjaga gawang juga patut untuk diperbincangkan.
Di bawah mistar Sriwijaya FC ada Ferry Rotinsulu dengan kiper PSMS Markus Haris Maulana di tim Nasional (Timnas) Indonesia senior. Meski demikian bukan berarti kualitas Ferry masih satu level di bawah Markus.
Setidaknya FR-12 (julukan Ferry Rotinsulu) sudah membuktikan pada pertemuan sebelumnya kala Sriwijaya berhasil mengalahkan Ayam Kinantan (julukan PSMS Medan) pada final Liga Indonesia 2007 dan perempat final Piala Indonesia 2007. Ferry sukses memenangkan dua laga tersebut pada final piala Indonesia Ferry hanya kebobolan 1 gol sedangkan Markus kecolongan 3 gol.
Sementara pada perempat final PI, FR12 sukses pecundangi PSMS Medan dengan agregat 4-2 (kalah 0-2 di Medan, menang 4-0 di Palembang).
Bahkan belakangan ketika skuad Merah-putih diarsiteki Rahmad Darmawan, Ferry kerap jadi pilihan utama tentunya menyingkirkan Markus di bangku cadangan.
Lantas apakah kini Ferry jadi kiper nomor satu di Indonesia? Jawabannya bisa dilihat pada pertandingan sore nanti. Yang jelas Ferry tidak mau besar kepala, dia tetap akan berusaha maksimal untuk mengamankan gawangnya dari serbuan para pemain
depan PSMS.
“Saya tidak memikirkan rekor pribadi. Saya hanya ingin Sriwijaya bisa meraih poin maksimal. Terlebih kini Sriwijaya sedang di puncak klasemen dan perbedaan poin terbilang tipis dengan
para pesaing seperti Persipura dan Persiwa.
Untuk itu saya hanya ingin kemenangan,” tukas dia. Markus pun mengutarakan hal senada. Dia tidak ingin kehilangan poin apalagi main di kandang sendiri.
“Sriwijaya FC memang bagus musim ini. Meski begitu kami tidak akan menyerah, justru kami jadi semakin termotivasi apalagi main di kandang sendiri sangat penting arti kemenangan buat kami” tukas dia seperti dikutip JPNN. (ion/ce2)
@sumeks
Selain sejarah pertemuan kedua klub, aksi head to head dua penjaga gawang juga patut untuk diperbincangkan.
Di bawah mistar Sriwijaya FC ada Ferry Rotinsulu dengan kiper PSMS Markus Haris Maulana di tim Nasional (Timnas) Indonesia senior. Meski demikian bukan berarti kualitas Ferry masih satu level di bawah Markus.
Setidaknya FR-12 (julukan Ferry Rotinsulu) sudah membuktikan pada pertemuan sebelumnya kala Sriwijaya berhasil mengalahkan Ayam Kinantan (julukan PSMS Medan) pada final Liga Indonesia 2007 dan perempat final Piala Indonesia 2007. Ferry sukses memenangkan dua laga tersebut pada final piala Indonesia Ferry hanya kebobolan 1 gol sedangkan Markus kecolongan 3 gol.
Sementara pada perempat final PI, FR12 sukses pecundangi PSMS Medan dengan agregat 4-2 (kalah 0-2 di Medan, menang 4-0 di Palembang).
Bahkan belakangan ketika skuad Merah-putih diarsiteki Rahmad Darmawan, Ferry kerap jadi pilihan utama tentunya menyingkirkan Markus di bangku cadangan.
Lantas apakah kini Ferry jadi kiper nomor satu di Indonesia? Jawabannya bisa dilihat pada pertandingan sore nanti. Yang jelas Ferry tidak mau besar kepala, dia tetap akan berusaha maksimal untuk mengamankan gawangnya dari serbuan para pemain
depan PSMS.
“Saya tidak memikirkan rekor pribadi. Saya hanya ingin Sriwijaya bisa meraih poin maksimal. Terlebih kini Sriwijaya sedang di puncak klasemen dan perbedaan poin terbilang tipis dengan
para pesaing seperti Persipura dan Persiwa.
Untuk itu saya hanya ingin kemenangan,” tukas dia. Markus pun mengutarakan hal senada. Dia tidak ingin kehilangan poin apalagi main di kandang sendiri.
“Sriwijaya FC memang bagus musim ini. Meski begitu kami tidak akan menyerah, justru kami jadi semakin termotivasi apalagi main di kandang sendiri sangat penting arti kemenangan buat kami” tukas dia seperti dikutip JPNN. (ion/ce2)
@sumeks
Kas: Konsentrasi di 5 Menit Awal
Kebobolan pada menit-menit pertama pada saat dijamu PSAP Singli, Kamis (16/2/2012) kemarin, membuat Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Kas Hartadi menginstruksikan kepada anak asuhnya untuk lebih berkonsentrasi pada menit- menit awal.
"Melawan PSMS Medan sore ini, saya sudah mengevaluasi kelemahan dari lini belakang SFC. Untuk itu pemain belakang harus lebih konsentrasi, minimal pada lima menit pertama," katanya, Senin (20/2/2012).
Menurutnya gol cepat Sayuti (pemain PSAP) tidak boleh terulang kembali, sebab sangat disayangkan ketika pertandingan baru dimulai tim sudah kebobolan. Lini pertahanan SFC menurutnya harus lebih solid menjaga daerahnya masing-masing. Strateginya tetap akan bertahan dan bila ada kesempatan baru melakukan counter attack.
@sripoku
"Melawan PSMS Medan sore ini, saya sudah mengevaluasi kelemahan dari lini belakang SFC. Untuk itu pemain belakang harus lebih konsentrasi, minimal pada lima menit pertama," katanya, Senin (20/2/2012).
Menurutnya gol cepat Sayuti (pemain PSAP) tidak boleh terulang kembali, sebab sangat disayangkan ketika pertandingan baru dimulai tim sudah kebobolan. Lini pertahanan SFC menurutnya harus lebih solid menjaga daerahnya masing-masing. Strateginya tetap akan bertahan dan bila ada kesempatan baru melakukan counter attack.
@sripoku
Peserta Kongres PSSI di Palangkaraya hanya 97.
Di tengah hiruk -ikuk konflik dengan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), PSSI bakal menggelar kongres tahunan pada 18 Maret mendatang. Kota Palangkaraya akhirnya dipastikan sebagai lokasi kongres tahunan pertama PSSI di era kepemimpinan Djohar Arifin.
Keputusan tersebut diambil oleh PSSI usai melakukan rapat Exco yang berakhir pada Sabtu (18/2) dinihari di Jakarta. Dalam keputusan itu, para anggota Exco PSSI bulat memilih ibu kota provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tersebut.
"Setelah dipertimbangkan dan dibandingkan dengan kota lain, Exco sepakat untuk menggelar Kongres di Palangkaraya," ucapnya saat ditemui usai rapat.
Djohar menyebut alasan utama dipilihnya Palangkaraya adalah karena kesiapan lokasi. Selain itu, lanjutnya, pihak PSSI juga mendapatkan dukungan yang besar dari Gubernur Kalteng untuk menggelar pertemuan di
sana.
"Ada dukungan dan memang letaknya juga berada di tengah Indonesia. Ini ajang promosi daerah bagi Kalteng," terang lelaki bergelar Profesor tersebut.
Sejatinya, ada alternatif kota lain yang sebelumnya juga menjadi pertimbangan PSSI. Namun, Solo dan Semarang akhirnya hanya menjadi kota cadangan seandainya ada
permasalahan menjelang pelaksanaan Kongres di Palangkaraya.
Mulai kemarin (18/2), PSSI mengaku sudah mengirimkan surat-surat pemberitahuan kepada klub-klub anggota mengenai Kongres ini.
Sayang, mereka tidak bisa memberikan daftar Pengprov atau klub yang akan diundang.
"Kami sudah sesuai dengan statuta. Kami undang Pengprov serta anggota
kompetisi berdasarkan klasemen pekan kemarin," terang Djohar.
Namun, ada kejanggalan untuk jumlah Peserta. Jika dalam statuta PSSI pasal 23 disebut bahwa anggota PSSI sebanyak 108 Peserta dari unsur Pengprov, Klub dan Asosiasi. Tapi, untuk Kongres kali ini PSSI hanya
akan menyertakan 97 peserta.
Rinciannya, Pengprov 33 peserta, Indonesia Premier League (IPL) 12 Peserta, Divisi Utama 16 Peserta, Divisi I 14 peserta, Divisi II 12 peserta, dan Divisi III 10 peserta.
Disinggung tentang perbedaan PSSI dengan aturan di statuta ini, Djohar bersikeras langkahnya sudah benar.
Menurutnya, PSSI memang hanya biia mengundang yang berkompetisi dan
sampai sekarang jumlah maksimal hanya itu yang tersedia. "IPL pesertanya hanya 12 yang ikut. Kalau asosiasi kami belum ada," tuturnya.
Meski tidak sesuai dengan statuta, Djohar tetap yakin kongres ini akan diakui oleh FIFA maupun AFC.
Rencananya, perwakilan dari AFC dan FIFA juga akan hadir di kongres ini karena sudah dikirimkan undangan
kepada mereka.
"Kami berusaha sesuai statuta. Mau bagaimana lagi, jumlah pesertanya yang ada hanya ini. Kalau jumlah-jumlah yang tertulis itu kan jumlah maksimal,.kalau kurang tidak apa-apa," tandasnya. (aam)
@12paz
Keputusan tersebut diambil oleh PSSI usai melakukan rapat Exco yang berakhir pada Sabtu (18/2) dinihari di Jakarta. Dalam keputusan itu, para anggota Exco PSSI bulat memilih ibu kota provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tersebut.
"Setelah dipertimbangkan dan dibandingkan dengan kota lain, Exco sepakat untuk menggelar Kongres di Palangkaraya," ucapnya saat ditemui usai rapat.
Djohar menyebut alasan utama dipilihnya Palangkaraya adalah karena kesiapan lokasi. Selain itu, lanjutnya, pihak PSSI juga mendapatkan dukungan yang besar dari Gubernur Kalteng untuk menggelar pertemuan di
sana.
"Ada dukungan dan memang letaknya juga berada di tengah Indonesia. Ini ajang promosi daerah bagi Kalteng," terang lelaki bergelar Profesor tersebut.
Sejatinya, ada alternatif kota lain yang sebelumnya juga menjadi pertimbangan PSSI. Namun, Solo dan Semarang akhirnya hanya menjadi kota cadangan seandainya ada
permasalahan menjelang pelaksanaan Kongres di Palangkaraya.
Mulai kemarin (18/2), PSSI mengaku sudah mengirimkan surat-surat pemberitahuan kepada klub-klub anggota mengenai Kongres ini.
Sayang, mereka tidak bisa memberikan daftar Pengprov atau klub yang akan diundang.
"Kami sudah sesuai dengan statuta. Kami undang Pengprov serta anggota
kompetisi berdasarkan klasemen pekan kemarin," terang Djohar.
Namun, ada kejanggalan untuk jumlah Peserta. Jika dalam statuta PSSI pasal 23 disebut bahwa anggota PSSI sebanyak 108 Peserta dari unsur Pengprov, Klub dan Asosiasi. Tapi, untuk Kongres kali ini PSSI hanya
akan menyertakan 97 peserta.
Rinciannya, Pengprov 33 peserta, Indonesia Premier League (IPL) 12 Peserta, Divisi Utama 16 Peserta, Divisi I 14 peserta, Divisi II 12 peserta, dan Divisi III 10 peserta.
Disinggung tentang perbedaan PSSI dengan aturan di statuta ini, Djohar bersikeras langkahnya sudah benar.
Menurutnya, PSSI memang hanya biia mengundang yang berkompetisi dan
sampai sekarang jumlah maksimal hanya itu yang tersedia. "IPL pesertanya hanya 12 yang ikut. Kalau asosiasi kami belum ada," tuturnya.
Meski tidak sesuai dengan statuta, Djohar tetap yakin kongres ini akan diakui oleh FIFA maupun AFC.
Rencananya, perwakilan dari AFC dan FIFA juga akan hadir di kongres ini karena sudah dikirimkan undangan
kepada mereka.
"Kami berusaha sesuai statuta. Mau bagaimana lagi, jumlah pesertanya yang ada hanya ini. Kalau jumlah-jumlah yang tertulis itu kan jumlah maksimal,.kalau kurang tidak apa-apa," tandasnya. (aam)
@12paz
Suharto: Lawan SFC berharap Ayam Kinantan Main Konsisten
Kemenangan atas Persiram Raja Ampat, Kamis (16/2) lalu, membuat PSMS Medan semakin percaya diri menapaki laga berikutnya.
Kali ini, tamu yang hadir terbilang tangguh, yakni Sriwijaya FC.
Dalam laga di Stadion Teladan, Senin (20/2) sore ini, tentu bukan lawan
sembarangan karena SFC adalah pemuncak klasemen sementara Indonesian Super League (ISL) 2011/2012. Tim besutan Suharto AD pun harus bekerja lebih keras untuk mengamankan poin penuh. Namun publik Medan tak menghiraukan tim tamu yang hadir di Teladan.
Berstatus tim tangguh atau gurem, kemenangan mutlak harus diraih Markus Horison cs. Dan Novi Handriawan cs punya rekor bagus di dua laga kandang terakhir dengan
torehan enam angka.
Lontaran optimis dari mulut caretaker PSMS, Suharto AD, menandakan genderang perang telah ditabuh. “Tim
sekuat apa pun tetap memiliki kelemahan. Dan sisi ini yang bakal kita manfaatkan untuk meraih kemenangan di kandang,” jelas pelatih berkepala plontos ini , tadi malam.
Satu kunci dibeberkan Suharto soal konsentrasi yang harus dijaga penuh. Karena itu, Suharto berharap anak-anak bisa bermain konsisten dengan
konsentrasi tinggi. Dengan begitu skuad Ayam Kinantan bisa tetap fight hingga 90 menit pertandingan.
Suharto dikenal punya segudang kejutan. Salah satunya memainkan senjata- senjata yang selama ini tidak
terpakai. Lihat saja Yoseph Nico Ostanika yang sebelumnya duduk manis di bench semasa kepelatihan
Raja Isa. Kini Niko justru menjelma menjadi tumpuan di depan.
Publik menunggu kejutan lain dari Suharto. Dari kubu lawan, dua pemain akan menghadapi laga penuh nostalgia menghadapi mantan klubnya. Kedua
pemain dimaksud adalah Mahyadi Panggabean dan Supardi yang kini berseragam Laskar Wong Kito. Asisten
Pelatih Sriwijaya FC, Indrayadi, mengaku tak ada persiapan khusus untuk menghadapi PSMS. “Kita
datang dengan persiapan matang dan tak ada kekhususan untuk laga kali ini,” ujarnya.
Namun, menurut Indrayadi, tim besutan Kas Hartadi ini sedikit mengkhawatirkan pola permainan yang kerap dipertontonkan anak-anak
Medan dalam tiap pertandingan. “Kita tahu gaya rap-rap yang kerap ditampilkan PSMS dan tipikal permainan ini cenderung keras. Namun, kita memiliki mantan pemain PSMS di skuad kita seperti Mahyadi
(Panggabean) dan Supardi.
Kita harap mereka bisa mengimbangi permainan keras itu,” pungkasnya.
@12paz
Kali ini, tamu yang hadir terbilang tangguh, yakni Sriwijaya FC.
Dalam laga di Stadion Teladan, Senin (20/2) sore ini, tentu bukan lawan
sembarangan karena SFC adalah pemuncak klasemen sementara Indonesian Super League (ISL) 2011/2012. Tim besutan Suharto AD pun harus bekerja lebih keras untuk mengamankan poin penuh. Namun publik Medan tak menghiraukan tim tamu yang hadir di Teladan.
Berstatus tim tangguh atau gurem, kemenangan mutlak harus diraih Markus Horison cs. Dan Novi Handriawan cs punya rekor bagus di dua laga kandang terakhir dengan
torehan enam angka.
Lontaran optimis dari mulut caretaker PSMS, Suharto AD, menandakan genderang perang telah ditabuh. “Tim
sekuat apa pun tetap memiliki kelemahan. Dan sisi ini yang bakal kita manfaatkan untuk meraih kemenangan di kandang,” jelas pelatih berkepala plontos ini , tadi malam.
Satu kunci dibeberkan Suharto soal konsentrasi yang harus dijaga penuh. Karena itu, Suharto berharap anak-anak bisa bermain konsisten dengan
konsentrasi tinggi. Dengan begitu skuad Ayam Kinantan bisa tetap fight hingga 90 menit pertandingan.
Suharto dikenal punya segudang kejutan. Salah satunya memainkan senjata- senjata yang selama ini tidak
terpakai. Lihat saja Yoseph Nico Ostanika yang sebelumnya duduk manis di bench semasa kepelatihan
Raja Isa. Kini Niko justru menjelma menjadi tumpuan di depan.
Publik menunggu kejutan lain dari Suharto. Dari kubu lawan, dua pemain akan menghadapi laga penuh nostalgia menghadapi mantan klubnya. Kedua
pemain dimaksud adalah Mahyadi Panggabean dan Supardi yang kini berseragam Laskar Wong Kito. Asisten
Pelatih Sriwijaya FC, Indrayadi, mengaku tak ada persiapan khusus untuk menghadapi PSMS. “Kita
datang dengan persiapan matang dan tak ada kekhususan untuk laga kali ini,” ujarnya.
Namun, menurut Indrayadi, tim besutan Kas Hartadi ini sedikit mengkhawatirkan pola permainan yang kerap dipertontonkan anak-anak
Medan dalam tiap pertandingan. “Kita tahu gaya rap-rap yang kerap ditampilkan PSMS dan tipikal permainan ini cenderung keras. Namun, kita memiliki mantan pemain PSMS di skuad kita seperti Mahyadi
(Panggabean) dan Supardi.
Kita harap mereka bisa mengimbangi permainan keras itu,” pungkasnya.
@12paz
Mahyadi Siap Hadapi Tim Kesayangannya PSMS
Sriwijaya FC akan bertemu tuan rumah PSMS Medan dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL), Senin, 20 Februari 2012. Duel yang digelar di Stadion Teladan ini akan menjadi reuni dua pemain SFC, Mahyadi
Panggabean dan Supardi dengan Ayam Kinantan.
Mahyadi dan Supardi adalah dua pemain yang membela Ayam Kinantan di era keemasannya. Bersama beberapa nama lainnya, yakni Saktiawan Sinaga, Markus Horison, Mahyadi dan Supardi berhasil membawa Ayam Kinantan ke posisi runner up Liga Indonesia 2006/07.
"Sudah lama sekali tidak main di PSMS. Senang bisa kembali ke Medan. PSMS adalah tim yang membesarkan aku dan
sampai saat ini juga klub kesayanganku," kata Mahyadi, Minggu, 19 Februari 2012. Mahyadi membela PSMS sejak 2001 hingga 2008.
Namun setelah mengantar ke peringkat kedua Ligina 2006/08, mantan pemain PSTT itu memilih pindah ke Persik Kediri bersama beberapa pemain PSMS lainnya. Dua musim di Persik, Mahyadi kemudian pindah ke SFC Supardi juga meninggalkan PSMS pada tahun 2008.
Pemain kelahiran Bangka 9 April 1983 ini memilih bergabung dengan Pelita Jaya selama dua musim sebelum memutuskan pindah ke Sriwijaya FC.
Setelah memperkuat SFC, kedua pemain memang jarang bertemu PSMS.
Apalagi setelah PSMS degradasi ke ke Divisi Utama pada musim kompetisi 2009/2010, kedua pemain tersebut praktis tidak pernah lagi menyambangi Stadion Teladan. Namun kesempatan itu kembali datang saat PSMS akhirnya tampil di ISL musim kompetisi 2011-12.
s
"PSMS memang tim kesayanganku, tapi di lapangan saya akan fokus untuk Sriwijaya yang aku bela sekarang ini," kata Mahyadi.
© VIVAbola
Panggabean dan Supardi dengan Ayam Kinantan.
Mahyadi dan Supardi adalah dua pemain yang membela Ayam Kinantan di era keemasannya. Bersama beberapa nama lainnya, yakni Saktiawan Sinaga, Markus Horison, Mahyadi dan Supardi berhasil membawa Ayam Kinantan ke posisi runner up Liga Indonesia 2006/07.
"Sudah lama sekali tidak main di PSMS. Senang bisa kembali ke Medan. PSMS adalah tim yang membesarkan aku dan
sampai saat ini juga klub kesayanganku," kata Mahyadi, Minggu, 19 Februari 2012. Mahyadi membela PSMS sejak 2001 hingga 2008.
Namun setelah mengantar ke peringkat kedua Ligina 2006/08, mantan pemain PSTT itu memilih pindah ke Persik Kediri bersama beberapa pemain PSMS lainnya. Dua musim di Persik, Mahyadi kemudian pindah ke SFC Supardi juga meninggalkan PSMS pada tahun 2008.
Pemain kelahiran Bangka 9 April 1983 ini memilih bergabung dengan Pelita Jaya selama dua musim sebelum memutuskan pindah ke Sriwijaya FC.
Setelah memperkuat SFC, kedua pemain memang jarang bertemu PSMS.
Apalagi setelah PSMS degradasi ke ke Divisi Utama pada musim kompetisi 2009/2010, kedua pemain tersebut praktis tidak pernah lagi menyambangi Stadion Teladan. Namun kesempatan itu kembali datang saat PSMS akhirnya tampil di ISL musim kompetisi 2011-12.
s
"PSMS memang tim kesayanganku, tapi di lapangan saya akan fokus untuk Sriwijaya yang aku bela sekarang ini," kata Mahyadi.
© VIVAbola
Minggu, 19 Februari 2012
PSMS vs SFC, Kas Tetap Andalkan Formasi Menyerang
Pelatih Kas Hartadi tetap mengandalkan formasi menyerang meski bertandang ke markas PSMS Medan di Stadion Teladan Medan, Senin (20/2/2012) besok. Diperkirakan Laskar wong Kito tetap mengandalkan formasi 4-3-3 dengan komposisi pemain yang selama ini kerap
menjadi andalan.
"Saya tidak ingin mengurangi kualitas permainan tim dengan terlalu banyak merotasi pemain, kalaupun ada pergantian itu setelah kami unggul dan alasan teknis," ungkap Kas Hartadi Minggu (19/2/2012).
Adapun prakiraan formasi pemain SFC yakni, posisi kiper tetap mengandalkan Ferry Rotinsulu, dengan quartet pemain belakang Supardi, Mahyadi, Thierry Gathuessi, dan Achmad Jufriyanto. Sementara lini tengah ada Lim Joon Sik, Ponaryo Astaman, dan Firman Utina. Selanjutnya lini depan mengandalkan M Ridwan (Siswanto), Keith Kayamba Gumbs, dan Hilton Moreira.
"Saya meminta anak-anak untuk bermain terbuka, tetapi tetap disiplin menjaga pertahanan, karena kami sempat kecolongan saat menghadapi PSAP Sigli," jelas Kas.
@tribunnews
menjadi andalan.
"Saya tidak ingin mengurangi kualitas permainan tim dengan terlalu banyak merotasi pemain, kalaupun ada pergantian itu setelah kami unggul dan alasan teknis," ungkap Kas Hartadi Minggu (19/2/2012).
Adapun prakiraan formasi pemain SFC yakni, posisi kiper tetap mengandalkan Ferry Rotinsulu, dengan quartet pemain belakang Supardi, Mahyadi, Thierry Gathuessi, dan Achmad Jufriyanto. Sementara lini tengah ada Lim Joon Sik, Ponaryo Astaman, dan Firman Utina. Selanjutnya lini depan mengandalkan M Ridwan (Siswanto), Keith Kayamba Gumbs, dan Hilton Moreira.
"Saya meminta anak-anak untuk bermain terbuka, tetapi tetap disiplin menjaga pertahanan, karena kami sempat kecolongan saat menghadapi PSAP Sigli," jelas Kas.
@tribunnews
Langganan:
Postingan (Atom)