SFC berkesempatan menyingkirkan Arema sekaligus memperbaiki rekor pertemuan. Wajar bila disebut partai lanjutan Piala Presiden 2015 SFC melawan Arema Cronous di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (5/9) malam sarat gengsi.
Selain memperebutkan tiket masuk babak delapan besar, SFC mengemban misi memperbaiki rekor pertemuan dengan Arema Cronous. Dari lima kali pertemuan terakhir, SFC hanya menang satu kali. Empat kali pertandingan menelan kekalahan.
SFC punya kesempatan memperbaiki rekor pertemuanya sekaligus mempersempit peluang Arema maju ke babak delapan besar.
“Kami akan mengandalkan serangan cepat melawan Arema guna mencuri poin,” kata Pelatih Kepala SFC Benny Dollo alias Bendol, Jumat (4/9).
“Kami akan melakukan serangan balik yang cepat, pemain harus bergerak cepat dan transisi harus berjalan,” tandas Bendol.
Terpisah, Pelatih Arema Cronous Joko Susilo mengatakan, anak asuhnya telah melupakan kegagalan menuai kemenangan di laga perdana melawan Persela pada 1 September lalu. Ahmad Bustomi dan kawan-kawan akan fokus menyongsong laga selanjutnya melawan SFC.
“Bicara target, kami ingin memenangkan semua pertandingan, tapi kami mengerti tidak semua pertandingan bisa kami menangkan,” kata Joko.
#DM/bp
Sabtu, 05 September 2015
Dilema Winger Anyar Sriwijaya FC Dikota Kelahiran
Lanjutan babak penyisihan grup B Piala Presiden 2015 akan mempertemukan Arema Crous dan Sriwijaya FC pada Sabtu (5/9/2015) di Stadion Kanjuruhan, Malang. Laga ini sekaligus menjadi laga sarat emosi bagi pemain belakang Sriwijaya, Syaiful Indra Cahya.
Di turnamen Piala Presiden 2015 ini Syaiful sempat berniat untuk bermain bagi Arema Cronus namun takdir berkata lain. Ia kini bermain untuk Laskar Wong Kito.
Syaiful sendiri adalah pria kelahiran Malang. Bahkan ia sempat menaruh hati untuk membela tim berjuluk Singo Edan itu.
"Sebenarnya saya ingin bermain dengan klub Malang, Arema," ungkapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
"Kebetulan sudah ada tawaran dua kali dari Arema, tapi saya belum siap. Mungkin suatu saat nanti saya baru bisa memastikan diri untuk bergabung," tambahnya.
Niat Syaiful untuk bergabung dengan Arema di Piala Presiden 2015 ini pupus. Pihak klub menilai ada banyak pemain yang memiliki karakteristik sama dengannya di skuat Arema.
"Pemain yang berposisi sama dengan Syaiful di Arema masih mencukupi. Sebenarnya, kami menginginkan Syaiful 1-2 musim lalu. Tapi, Syaiful tidak mau. Untuk saat ini tidak," kata General Manajer Arema, Ruddy Widodo.
#DM
Di turnamen Piala Presiden 2015 ini Syaiful sempat berniat untuk bermain bagi Arema Cronus namun takdir berkata lain. Ia kini bermain untuk Laskar Wong Kito.
Syaiful sendiri adalah pria kelahiran Malang. Bahkan ia sempat menaruh hati untuk membela tim berjuluk Singo Edan itu.
"Sebenarnya saya ingin bermain dengan klub Malang, Arema," ungkapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
"Kebetulan sudah ada tawaran dua kali dari Arema, tapi saya belum siap. Mungkin suatu saat nanti saya baru bisa memastikan diri untuk bergabung," tambahnya.
Niat Syaiful untuk bergabung dengan Arema di Piala Presiden 2015 ini pupus. Pihak klub menilai ada banyak pemain yang memiliki karakteristik sama dengannya di skuat Arema.
"Pemain yang berposisi sama dengan Syaiful di Arema masih mencukupi. Sebenarnya, kami menginginkan Syaiful 1-2 musim lalu. Tapi, Syaiful tidak mau. Untuk saat ini tidak," kata General Manajer Arema, Ruddy Widodo.
#DM
Kamis, 06 Maret 2014
Subangkit Ingin Tambah Pemain Lagi.
Head Coach Sriwijaya FC, Subangkit tampaknya berminat untuk menambah amunisi kembali, setelah melihat penampilan Sriwijaya FC U-21 dalam dua laga terakhir.
Satu nama yang menjadi incaran untuk ditarik ke skuad SFC senior adalah Yogi Novrian, yang tidak lain mantan anak asuhnya sewaktu melatih SFC U-21 musim lalu.
“Saya lihat Yogi mainnya bagus. Kita ada rencana untuk tarik dia ke skuad senior,” katanya usai melakoni laga persahabatan melawan SFC U-21 di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Selasa (4/3/2014).
Meski saat ini di posisi winger sendiri bisa dibilang paling gemuk dibandingkan posisi lainnya, tapi Subangkit tetap tertarik untuk menambah amunisi lagi. Baginya semakin banyak pilihan pemain maka akan semakain bagus, karena persaingan pun akan semakin ketat. Masing-masing pemain dipastikan bakal berlomba-lomba menunjukkan kemampuan terbaiknya agar bisa menjadi pilihan utama dalam setiap pertandingan.
“Saya pikir daripada kita cari-cari pemain dari daerah luar yang kebanyakan sudah ada klub, lebih baik kita manfaatkan potensi yang ada di SFC U-21,” terang pelatih yang kerap mengorbitkan pemain-pemain muda itu.
(sripo)
Satu nama yang menjadi incaran untuk ditarik ke skuad SFC senior adalah Yogi Novrian, yang tidak lain mantan anak asuhnya sewaktu melatih SFC U-21 musim lalu.
“Saya lihat Yogi mainnya bagus. Kita ada rencana untuk tarik dia ke skuad senior,” katanya usai melakoni laga persahabatan melawan SFC U-21 di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Selasa (4/3/2014).
Meski saat ini di posisi winger sendiri bisa dibilang paling gemuk dibandingkan posisi lainnya, tapi Subangkit tetap tertarik untuk menambah amunisi lagi. Baginya semakin banyak pilihan pemain maka akan semakain bagus, karena persaingan pun akan semakin ketat. Masing-masing pemain dipastikan bakal berlomba-lomba menunjukkan kemampuan terbaiknya agar bisa menjadi pilihan utama dalam setiap pertandingan.
“Saya pikir daripada kita cari-cari pemain dari daerah luar yang kebanyakan sudah ada klub, lebih baik kita manfaatkan potensi yang ada di SFC U-21,” terang pelatih yang kerap mengorbitkan pemain-pemain muda itu.
(sripo)
Rabu, 05 Maret 2014
Sriwijaya FC Antisipasi Bola Atas Persija
Semakin dekatnya pertandingan menghadapi Persija Jakarta, Minggu (9/3), pasukan Sriwijaya FC terus mematangkan persiapan. Salah satunya, dengan mengasah kemampuan para pemain belakang dalam menjaga areal pertahanan.
Terutama dalam mengantisipasi permainan bola-bola atas. Apalagi seperti diketahui, tim asuhan Pelatih Benny Dollo itu baru saja mendatangkan mantan penyerang Perak FA, Zelimir Terkes yang berasal dari Bosnia untuk mendampingi pemain berpaspor Kroasia, Ivan Bosnjak.
Dengan postur tubuh tinggi yang dimiliki kedua penyerang itu, Bendol, julukan Benny Dollo, diprediksi akan memanfaatkannya dengan menerapkan pola permainan melalui sektor sayap. Karena itu, ketangguhan Abdullaye Maiga dkk. yang menjadi palang pintu terakhir Laskar Wong Kito, diharapkan dapat menjadi kunci keberhasilan dalam upaya meraih minimal satu poin.
Selain mewaspadai permainan bola-bola atas, pelatih Subangkit juga akan lebih merapatkan barisan pertahanannya. Strategi itu diterapkan agar tidak mudah ditembus oleh para gelandang serang yang dimiliki Persija seperti Ramdhani Lestaluhu dan Rohit Chand.
Dari pertandingan uji coba melawan Perak FA dan sesi latihan yang dilakukan, arsitek asal Pasuruan itu mencoba memantapkan pola 5-4-1, 3-5-2 maupun 4-1-4-1 dan bermain lebih menunggu sebelum membangun serangan melalui counter attack.
''Koordinasi di lini pertahanan memang masih menjadi masalah yang harus segera diselesaikan sebelum menghadapi Persija nanti. Apalagi dari tiga pertandingan terakhir, mereka selalu mencetak gol. Inilah yang harus kita waspadai,”ungkapnya.
Persija saat ini bercokol di urutan empat klasemen sementara dengan poin tujuh sama dengan yang telah dikumpulkan SFC dari lima pertandingan. Namun bedanya, dari tiga laga itu tim asuhan Bendol sukses menorehkan dua kemenangan dan satu kali imbang.
Selain itu, lini depan Macan Kemayoran sudah mencetak enam gol dan baru kebobolan tiga gol. Yakni saat berhasil meraih kemenangan 1-2 atas Barito, melumat Semen Padang 2-0, dan ditahan imbang Pelita Bandung Raya (PBR) 2-2.
Sementara Laskar Wong Kito, baru menyarangkan tiga gol dan sudah kemasukan empat gol serta meraih dua kemenangan, dua kekalahan dan satu kali imbang. Dari catatan statistik itu, Persija lebih produktif dalam mencetak gol dan cukup baik dalam bertahan.
''Sebagai tuan rumah, Persija pastinya akan bermain lebih menyerang. Karena itu, kita juga tengah berusaha memperkuat lini tengah tim agar tidak terus ditekan. Karena sekuat apa pun pertahanan kita, apabila terus ditekan maka dapat berakibat fatal,”lanjutnya.
Sementara itu, bek SFC, Firdaus Ramadhan mengatakan siap menunjukkan permainan terbaiknya apabila dirinya diberikan kepercayaan oleh pelatih saat menghadapi Persija. ''Kondisi fisik saya dalam kondisi siap apabila diberikan kepercayaan. Saya berjanji akan memberikan penampilan terbaik saya untuk SFC,’'janjinya.
Terutama dalam mengantisipasi permainan bola-bola atas. Apalagi seperti diketahui, tim asuhan Pelatih Benny Dollo itu baru saja mendatangkan mantan penyerang Perak FA, Zelimir Terkes yang berasal dari Bosnia untuk mendampingi pemain berpaspor Kroasia, Ivan Bosnjak.
Dengan postur tubuh tinggi yang dimiliki kedua penyerang itu, Bendol, julukan Benny Dollo, diprediksi akan memanfaatkannya dengan menerapkan pola permainan melalui sektor sayap. Karena itu, ketangguhan Abdullaye Maiga dkk. yang menjadi palang pintu terakhir Laskar Wong Kito, diharapkan dapat menjadi kunci keberhasilan dalam upaya meraih minimal satu poin.
Selain mewaspadai permainan bola-bola atas, pelatih Subangkit juga akan lebih merapatkan barisan pertahanannya. Strategi itu diterapkan agar tidak mudah ditembus oleh para gelandang serang yang dimiliki Persija seperti Ramdhani Lestaluhu dan Rohit Chand.
Dari pertandingan uji coba melawan Perak FA dan sesi latihan yang dilakukan, arsitek asal Pasuruan itu mencoba memantapkan pola 5-4-1, 3-5-2 maupun 4-1-4-1 dan bermain lebih menunggu sebelum membangun serangan melalui counter attack.
''Koordinasi di lini pertahanan memang masih menjadi masalah yang harus segera diselesaikan sebelum menghadapi Persija nanti. Apalagi dari tiga pertandingan terakhir, mereka selalu mencetak gol. Inilah yang harus kita waspadai,”ungkapnya.
Persija saat ini bercokol di urutan empat klasemen sementara dengan poin tujuh sama dengan yang telah dikumpulkan SFC dari lima pertandingan. Namun bedanya, dari tiga laga itu tim asuhan Bendol sukses menorehkan dua kemenangan dan satu kali imbang.
Selain itu, lini depan Macan Kemayoran sudah mencetak enam gol dan baru kebobolan tiga gol. Yakni saat berhasil meraih kemenangan 1-2 atas Barito, melumat Semen Padang 2-0, dan ditahan imbang Pelita Bandung Raya (PBR) 2-2.
Sementara Laskar Wong Kito, baru menyarangkan tiga gol dan sudah kemasukan empat gol serta meraih dua kemenangan, dua kekalahan dan satu kali imbang. Dari catatan statistik itu, Persija lebih produktif dalam mencetak gol dan cukup baik dalam bertahan.
''Sebagai tuan rumah, Persija pastinya akan bermain lebih menyerang. Karena itu, kita juga tengah berusaha memperkuat lini tengah tim agar tidak terus ditekan. Karena sekuat apa pun pertahanan kita, apabila terus ditekan maka dapat berakibat fatal,”lanjutnya.
Sementara itu, bek SFC, Firdaus Ramadhan mengatakan siap menunjukkan permainan terbaiknya apabila dirinya diberikan kepercayaan oleh pelatih saat menghadapi Persija. ''Kondisi fisik saya dalam kondisi siap apabila diberikan kepercayaan. Saya berjanji akan memberikan penampilan terbaik saya untuk SFC,’'janjinya.
(aww/sn)
Maman Kubur Asa Lawan Persija
Harapan Maman Abdurahman sudah bisa dimainkan saat Sriwijaya FC bertamu ke markas Persija Jakarta pada akhir pekan ini kandas, setelah dirinya masih harus menjalani perawatan pemulihan cedera lutut.
Menurut Maman, saat ini kondisinya belum sembuh total. Menurut analisa dokter yang menanganinya selama ini, paling tidak butuh sekitar enam pekan agar bisa sembuh total.
“Kata dokter butuh terapi rutin sekitar enam minggu. Sekarang baru masuk minggu keempat,” jelas Maman.
Dikatakan Maman, untuk mempercepat kesembuhan cederanya, dirinya harus menjalani terapi rutin selama enam jam dalam sehari.
“Selama di Jakarta saya selalu terapi tiap hari dari pukul 08.00 pagi sampai jam 02.00 siang,” ungkapnya.
Menurut Maman, cedera yang dialaminya ini memang membutuhkan waktu cukup lama untuk sembuh total, seperti halnya pernah dirasakan mantan penggawa Sriwijaya FC Firman Utina dan Aliyudin. Mereka harus menjalani operasi sebagai upaya penyembuhan, karena sudah terbilang kategori parah.
“Kalau cedera saya masih tergolong ringan, cukup dengan terapi saja untuk penyembuhan, tidak sampai harus operasi,” ujar pemain berusia 31 tahun itu.
Dengan kondisinya saat ini, Maman tak hanya bakal absen kala menghadapi Persija, namun juga saat bertamu ke Semen Padang pada 13 Maret, mengingat dirinya butuh waktu dua pekan lagi untuk sembuh total. Sementara pertandingan tidak menyisakan waktu hingga satu pekan.
“Sebenarnya saya sudah ingin main lawan Persija, tapi saya tidak ingin memaksakan diri. Saya ingin sembuh total agar mainnya tidak setengah-setengah,” pungkasnya. (gk-55)
goal
Menurut Maman, saat ini kondisinya belum sembuh total. Menurut analisa dokter yang menanganinya selama ini, paling tidak butuh sekitar enam pekan agar bisa sembuh total.
“Kata dokter butuh terapi rutin sekitar enam minggu. Sekarang baru masuk minggu keempat,” jelas Maman.
Dikatakan Maman, untuk mempercepat kesembuhan cederanya, dirinya harus menjalani terapi rutin selama enam jam dalam sehari.
“Selama di Jakarta saya selalu terapi tiap hari dari pukul 08.00 pagi sampai jam 02.00 siang,” ungkapnya.
Menurut Maman, cedera yang dialaminya ini memang membutuhkan waktu cukup lama untuk sembuh total, seperti halnya pernah dirasakan mantan penggawa Sriwijaya FC Firman Utina dan Aliyudin. Mereka harus menjalani operasi sebagai upaya penyembuhan, karena sudah terbilang kategori parah.
“Kalau cedera saya masih tergolong ringan, cukup dengan terapi saja untuk penyembuhan, tidak sampai harus operasi,” ujar pemain berusia 31 tahun itu.
Dengan kondisinya saat ini, Maman tak hanya bakal absen kala menghadapi Persija, namun juga saat bertamu ke Semen Padang pada 13 Maret, mengingat dirinya butuh waktu dua pekan lagi untuk sembuh total. Sementara pertandingan tidak menyisakan waktu hingga satu pekan.
“Sebenarnya saya sudah ingin main lawan Persija, tapi saya tidak ingin memaksakan diri. Saya ingin sembuh total agar mainnya tidak setengah-setengah,” pungkasnya. (gk-55)
goal
SFC U-21 Tunggu Instruksi Gubernur
Indonesia Super League (ISL) 2014 bakal kick off, 12 April nanti. Kompetisi sepak bola antar klub non profesional kontestan ISL ini bakal mempertandingkan 22 kontestan.
Sesuai surat pelaksana Liga 22 peserta dibagi dalam 5 grup. Sriwijaya FC, Semen Padang FC, Persib Bandung dan Pelita Bandung Raya (PBR) tergabung dalam grup 1.
Kemudian grup 2 diisi Persija Jakarta, Persita Tangerang, Persijap Jepara, Persiba Bantul, dan Arema Indonesia.
Lalu, grup 3 dihuni Persela Lamongan, Persepam Madura United, Gresik United, Persebaya Surabaya, serta Persik Kediri. Sedangkan Persisam, Persiba Balikpapan, Mitra Kukar, Barito Putra dalan grup 4. Dan terakhir di grup 5 ada Persipura, Persiram, Perseru, serta PSM Makassar.
"Pendaftaran klub, ofisial, seragam tim dari, 3-15 Maret. Kemudian, pendaftaran
pemain tahap pertama, 5 Maret - 11 April, dan tahap kedua, 9-23 Mei 2014," ujar Augie Bunyamin, manajer Sriwijaya FC U-21, Selasa (4/3).
ISL U-21 dilaksanakan dalam 4 babak, pendahuluan, 12 Besar, semifinal, dan final.
"Babak pendahuluan (home and away), Putaran 1, 12 April-8 Mei dan Putaran 2, 20 Mei-12 Juni. Kemudian babak 12 Besar (home tournament), 9 Agustus-6 September, babak semifinal (knock-out, home & away) 14- 20 September dan babak final 27 September nanti," tambah bos Hotel Swarna Dwipa ini.
Namun sayang Laskar Wong Kito Mudo -julukan Sriwijaya FC U-21- sebagai juara bertahan belum tetapkan target. "Kita tinggal tunggu instruksi pak Gubernur, (Alex Noerdin, red) sebagai pembina Sriwijaya FC. Kalau pak Gubernur minta kita juara, kita siapkan tim juara," lanjut dia.
Kini, Sriwijaya Junior sudah siapkan skuat, total 26 pemain. Namun sebelumnya coach Sriwijaya FC U-21, Andi Susanto menilai hanya 14 pemain memiliki kualitas mumpuni.
Peta kekuatan musim ini dengan musim lalu juga jauh berbeda. Musim lalu sebagian besar jebolan SAD Uruguay. Sedangkan musim ini mayoritas putra daerah.
"Masih ada waktu untuk merekrut pemain. Kita lihat saja nanti, yang jelas tim kita sekarang sudah siap berkompetisi," tambah dia. (ion)
(sumeks)
Sesuai surat pelaksana Liga 22 peserta dibagi dalam 5 grup. Sriwijaya FC, Semen Padang FC, Persib Bandung dan Pelita Bandung Raya (PBR) tergabung dalam grup 1.
Kemudian grup 2 diisi Persija Jakarta, Persita Tangerang, Persijap Jepara, Persiba Bantul, dan Arema Indonesia.
Lalu, grup 3 dihuni Persela Lamongan, Persepam Madura United, Gresik United, Persebaya Surabaya, serta Persik Kediri. Sedangkan Persisam, Persiba Balikpapan, Mitra Kukar, Barito Putra dalan grup 4. Dan terakhir di grup 5 ada Persipura, Persiram, Perseru, serta PSM Makassar.
"Pendaftaran klub, ofisial, seragam tim dari, 3-15 Maret. Kemudian, pendaftaran
pemain tahap pertama, 5 Maret - 11 April, dan tahap kedua, 9-23 Mei 2014," ujar Augie Bunyamin, manajer Sriwijaya FC U-21, Selasa (4/3).
ISL U-21 dilaksanakan dalam 4 babak, pendahuluan, 12 Besar, semifinal, dan final.
"Babak pendahuluan (home and away), Putaran 1, 12 April-8 Mei dan Putaran 2, 20 Mei-12 Juni. Kemudian babak 12 Besar (home tournament), 9 Agustus-6 September, babak semifinal (knock-out, home & away) 14- 20 September dan babak final 27 September nanti," tambah bos Hotel Swarna Dwipa ini.
Namun sayang Laskar Wong Kito Mudo -julukan Sriwijaya FC U-21- sebagai juara bertahan belum tetapkan target. "Kita tinggal tunggu instruksi pak Gubernur, (Alex Noerdin, red) sebagai pembina Sriwijaya FC. Kalau pak Gubernur minta kita juara, kita siapkan tim juara," lanjut dia.
Kini, Sriwijaya Junior sudah siapkan skuat, total 26 pemain. Namun sebelumnya coach Sriwijaya FC U-21, Andi Susanto menilai hanya 14 pemain memiliki kualitas mumpuni.
Peta kekuatan musim ini dengan musim lalu juga jauh berbeda. Musim lalu sebagian besar jebolan SAD Uruguay. Sedangkan musim ini mayoritas putra daerah.
"Masih ada waktu untuk merekrut pemain. Kita lihat saja nanti, yang jelas tim kita sekarang sudah siap berkompetisi," tambah dia. (ion)
(sumeks)
Rebutan Hafit Ibrahim
Sriwijaya FC miliki empat pemain usia di bawah 21 tahun. Masing-masing, Rifan Nahumarury, Teja Paku Alam, Ichsan Kurniawan, dan Hafit Ibrahim. Dari empat nama tersebut hanya Hapit yang sudah merasakan atmosfer Indonesia Super League (ISL) VI 2013/2014. Bahkan kelahiran, 12 Mei 1993 itu sudah dua kali tampil sebagai starting eleven dari empat penampilan bersama skuat Jakabaring.
Sisanya Teja, Rifan, maupun Ichsan belum sekali pun main di kompetisi sepak bola paling bergengsi dalam negeri ini. Teja masih berada di bawah bayang-bayang penjaga gawang utama Fauzi Toldo dan pilihan kedua Celcius Gebze.
Sedangkan Rifan masih terbelenggu dengan cedera. Winger bertenaga kuda ini butuhkan waktu sekitar dua minggu lagi untuk pemulihan. Sedangkan Ichsan masih tergabung dalam pemusatan latihan Tim Nasional (Timnas) U-19 proyeksi Piala Asia Myanmar 2014. So, wajar jika kontribusi Hafit masih sangat dibutuhkan bagi Lancine Kone dan kawan-kawan.
Sekali pun sudah ada Septa Ryanto sebagai pelapis Asri Akbar. “Ya, Hafit sudah sangat menyatu dengan tim. Yang pasti dia (Hafit, red) sangat kita butuhkan untuk melangsungkan kompetisi,” ujar Asisten Manajer Sriwijaya FC, H Muchendi Mahzareki, kemarin.
Di sisi lain, Sriwijaya FC U-21 juga sangat membutuhkan tenaga Hafit untuk arungi kompetisi ISL U-21, mulai April nanti. “Ya, karena Hafit masih berusia di bawah 21 tahun, maka dia kita daftarkan ke Sriwijaya FC U-21. Selain Hafit, ada Rifan dan Teja,” kata Augie Bunyamin, manajer Sriwijaya FC, kemarin.
Lanjut Augie, untuk Teja dan Rifan bisa dipastikan aman membela Laskar Wong Kito Mudo, julukan Sriwijaya FC U-21. Kemudian Ichsan masih menunggu hasil di skuat Garuda Jaya, julukan Timnas U-19. Sedangkan Hafit masih jadi rebutan. Mengingat baik Sriwijaya FC maupun Sriwijaya FC U-21 sama-sama tidak lepas Hafit.
“Nanti akan saya diskusikan sama pelatih (Subangkit, red) dulu. Paling-paling kita akan pakai Hafit jika tidak dimainkan senior. Tapi, jika di waktu bersamaan digunakan senior tentu Hafit akan perkuat senior,” tambah bos Hotel Swarna Dwipa Palembang ini.
Apalagi jajaran pelatih klub berjuluk Laskar Wong Kito bakal menjadikan Hafit sebagai pemain reguler. “Yang jelas kita tetap akan mempersiapkan pemain pengganti Hafit,” tukas ketua harian IMI Sumsel ini. (ion/nan/ce5)
(sumeks)
Sriwijaya FC Panggil Dua Punggawa Di Timnas U-23
Pelatih Sriwijaya FC Subangkit berencana memanggil dua penggawa muda, Risky Dwi Ramadhana dan Hapit Ibrahim, untuk menghadapi Persija Jakarta, Minggu (9/3).
Meski usianya masih belia dan minim pengalaman, namun nakhoda asal Pasuruan itu menilai Eky, panggilan akrab Risky Dwi Ramadhana dan Hapit sudah padu dengan tim dan mengenal baik pola permainannya. Pengalaman Subangkit saat mengantar SFC U-21 juara Indonesia Super League (ISL) U-21, cukup untuk memberikan penilaian mengenai kualitas kedua penggawa Laskar Mudo Wong Kito itu.
Karena itulah, dirinya tidak memiliki keraguan sama sekali mengenai skill individu kedua anak asuhnya itu. Meskipun terkadang eks pelatih Persiwa itu menilai Eky dan Hapit masih sering grogi, saat diturunkan saat menghadapi tim besar seperti Arema Cronous belum lama ini.
Saat itu, Hapit digantikan oleh Syamsir Alam saat pertandingan belum berjalan setengah babak lantaran dirinya tidak bermain maksimal dan sering kali salah passing serta mudah kehilangan bola. Sementara Eky tetap dipertahankan hingga pertandingan berakhir.
''Informasinya, seleksi tahap awal Timnas U-23 akan berakhir tanggal 7 Maret nanti. Risky dan Hapit akan saya minya untuk bergabung bersama tim di Jakarta. Meski masih muda, tetapi tenaga mereka dibutuhkan tim,”ungkapnya.
Menghadapi Persija, Subangkit mengatakan dirinya membutuhkan seluruh komposisi pemain terbaiknya. Meskipun saat ini sudah ada nama Septarianto, yang notabennya merupakan pemain berpengalaman.
Namun tanpa merendahkan kemampuan yang dimiliki oleh mantan pemain Barito Putra itu, suksesor Kas Hartadi ini mengaku tidak mau berspekulasi untuk menurunkan Septa, karena masih membutuhkan adaptasi.
Subangkit juga yakin, banyak pengalaman berharga dan masukan yang telah diperoleh Eky dan Hapit setelah kedua anak asuhnya itu pulang dari pemusatan latihan nasional (Pelatnas) yang dilakukan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNJ).
''Saya yakin mereka mendapatkan banyak ilmu selama mengikuti pelatnas, baik itu dari mental bertanding maupun peningkatan secara teknik dan skill permainan. Selain itu, mereka berdua memang kita persiapkan untuk melapis lini depan dan tengah tim kita. Apalagi mengingat, Persija juga banyak didominasi para pemain muda,”jelasnya.
Sementara itu, Risky Dwi Ramadhana membenarkan jika pelatnas Timnas U-23 akan berakhir pada (7/3) nanti. Dia juga mengaku siap apabila memang pelatih menginginkannya langsung bergabung dengan tim di Jakarta. ''Kalau memang pelatih menginginkan, saya tentunya siap,”paparnya yang juga diamini oleh Hapit Ibrahim.
Meski usianya masih belia dan minim pengalaman, namun nakhoda asal Pasuruan itu menilai Eky, panggilan akrab Risky Dwi Ramadhana dan Hapit sudah padu dengan tim dan mengenal baik pola permainannya. Pengalaman Subangkit saat mengantar SFC U-21 juara Indonesia Super League (ISL) U-21, cukup untuk memberikan penilaian mengenai kualitas kedua penggawa Laskar Mudo Wong Kito itu.
Karena itulah, dirinya tidak memiliki keraguan sama sekali mengenai skill individu kedua anak asuhnya itu. Meskipun terkadang eks pelatih Persiwa itu menilai Eky dan Hapit masih sering grogi, saat diturunkan saat menghadapi tim besar seperti Arema Cronous belum lama ini.
Saat itu, Hapit digantikan oleh Syamsir Alam saat pertandingan belum berjalan setengah babak lantaran dirinya tidak bermain maksimal dan sering kali salah passing serta mudah kehilangan bola. Sementara Eky tetap dipertahankan hingga pertandingan berakhir.
''Informasinya, seleksi tahap awal Timnas U-23 akan berakhir tanggal 7 Maret nanti. Risky dan Hapit akan saya minya untuk bergabung bersama tim di Jakarta. Meski masih muda, tetapi tenaga mereka dibutuhkan tim,”ungkapnya.
Menghadapi Persija, Subangkit mengatakan dirinya membutuhkan seluruh komposisi pemain terbaiknya. Meskipun saat ini sudah ada nama Septarianto, yang notabennya merupakan pemain berpengalaman.
Namun tanpa merendahkan kemampuan yang dimiliki oleh mantan pemain Barito Putra itu, suksesor Kas Hartadi ini mengaku tidak mau berspekulasi untuk menurunkan Septa, karena masih membutuhkan adaptasi.
Subangkit juga yakin, banyak pengalaman berharga dan masukan yang telah diperoleh Eky dan Hapit setelah kedua anak asuhnya itu pulang dari pemusatan latihan nasional (Pelatnas) yang dilakukan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNJ).
''Saya yakin mereka mendapatkan banyak ilmu selama mengikuti pelatnas, baik itu dari mental bertanding maupun peningkatan secara teknik dan skill permainan. Selain itu, mereka berdua memang kita persiapkan untuk melapis lini depan dan tengah tim kita. Apalagi mengingat, Persija juga banyak didominasi para pemain muda,”jelasnya.
Sementara itu, Risky Dwi Ramadhana membenarkan jika pelatnas Timnas U-23 akan berakhir pada (7/3) nanti. Dia juga mengaku siap apabila memang pelatih menginginkannya langsung bergabung dengan tim di Jakarta. ''Kalau memang pelatih menginginkan, saya tentunya siap,”paparnya yang juga diamini oleh Hapit Ibrahim.
(aww/sn)
Selasa, 04 Maret 2014
Jadwal Sriwijaya FC Di ISL 2014
PUTARAN I :
1. Minggu (2/2/2014)
Persib 1-0 SFC
2.Kamis (6/2/2014)
Pelita Bandung Raya 0-1 SFC
3.Minggu (9/2/2014)
SFC 0-2 Arema
4.Kamis (13/2/2014)
SFC 0-0 Gresik United
5.Selasa(18/2/2014)
SFC 1-0 Persijap Jepara
6.Minggu (9/3/2014)
Persija vs SFC
7.Kamis (13/3/2014)
Semen Padang vs SFC
8.Minggu (13/4/2014)
SFC vs Barito Putera
9.Selasa (22/4/2014)
SFC vs Persita Tangerang
10.Sabtu (26/4/2014)
Persik vs SFC
Putaran II:
11.Rabu (21/5/2014)
SFC vs Persik
12.Sabtu (25/5/2014)
Persita Tangerang vs SFC
13.Minggu (1/6/2014)
Barito Putera vs SFC
14.Minggu (8/6/2014)
SFC vs Semen Padang
15.Rabu (11/6/2014)
SFC vs Persija
16.Selasa (17/8/2014)
Persijap Jepara vs SFC
17.Rabu (20/8/2014)
Gresik United vs SFC
18.Sabtu (23/8/2014)
Arema vs SFC
19.Rabu (27/8/2014)
SFC vs Pelita Bandung Raya
20. Minggu (31/8/2014)
1. Minggu (2/2/2014)
Persib 1-0 SFC
2.Kamis (6/2/2014)
Pelita Bandung Raya 0-1 SFC
3.Minggu (9/2/2014)
SFC 0-2 Arema
4.Kamis (13/2/2014)
SFC 0-0 Gresik United
5.Selasa(18/2/2014)
SFC 1-0 Persijap Jepara
6.Minggu (9/3/2014)
Persija vs SFC
7.Kamis (13/3/2014)
Semen Padang vs SFC
8.Minggu (13/4/2014)
SFC vs Barito Putera
9.Selasa (22/4/2014)
SFC vs Persita Tangerang
10.Sabtu (26/4/2014)
Persik vs SFC
Putaran II:
11.Rabu (21/5/2014)
SFC vs Persik
12.Sabtu (25/5/2014)
Persita Tangerang vs SFC
13.Minggu (1/6/2014)
Barito Putera vs SFC
14.Minggu (8/6/2014)
SFC vs Semen Padang
15.Rabu (11/6/2014)
SFC vs Persija
16.Selasa (17/8/2014)
Persijap Jepara vs SFC
17.Rabu (20/8/2014)
Gresik United vs SFC
18.Sabtu (23/8/2014)
Arema vs SFC
19.Rabu (27/8/2014)
SFC vs Pelita Bandung Raya
20. Minggu (31/8/2014)
SFC vs Persib
Lancine Kone Belum Tentu Di Mainkan Saat Persija vs SFC
Sejak selesai menjalani operasi jempol kanan, penampilan kapten tim Sriwijaya FC, Lancine Kone tak kunjung membaik. Malah, performa Kone cenderung menurun drastis. Berbeda seperti saat dirinya baru direkrut oleh manajemen klub Laskar Wong Kito beberapa bulan lalu.
Dia selalu tampil dominan dalam setiap pertandingan ujicoba maupun pramusim. Puncaknya, Kone menjadi pahlawan kemenangan SFC saat membombardir gawang tim promosi asal Papua, Perseru Serui delapan gol tanpa balas.
Kala itu, legiun asing asal Pantai Gading itu menyumbangkan lima gol. Namun setelah itu, performanya terus menurun. Apalagi setelah dirinya absen di dua pertandingan perdana SFC menghadapi Persib (2/2) dan Pelita Bandung Raya (6/2).
Kone baru kembali merumput saat menghadapi Arema Cronus (9/2) dilaga kandang. Tapi, Kone masih belum menunjukkan peningkatan penampilan dengan alasan kondisinya masih belum fit 100%.
Begitu pula saat dia tampil melawan Gresik United (13/2) dan Persijap Jepara (18/2) lalu. Meskipun di laga terakhir itu dia mencetak satu gol. Karena satu gol tersebut disumbangkannya melalui titik putih dan bukan dari skema pertandingan.
Setelah itu, kompetisi Indonesia Super League (ISL) memasuki masa jeda kompetisi. Dan Kone pun memanfaatkannya untuk beristirahat total di Swarna Dwipa Resiudent, disaat rekan-rekan lainnya memilih pulang kampong ataupun pergi berlibur.
Namun ternyata, waktu istirahat yang panjang itu masih menurut Kone masih belum membuat kondisinya sembuh 100 persen, dari cedera jempol tangan kanannya.
Malah pada pertandingan melawan Perak FA, dia terlihat mengeluhkan bahu kanan pada pelatih pada menit 28, usai berbenturan dengan salah satu pemain Perak FA. ''Bahu saya masih terasa sakit, setelah mengalami benturan dengan pemain Perak FA,” ujarnya singkat.
Saat ditanya apakah dirinya nanti bisa bermain lawan Persija Jakarta. Mantan kapten Putra Samarinda ini mengatakan belum bisa memastikannya dan akan terlebih dahulu memeriksakan kondisinya dengan dokter tim. ''Saya belum tahu bisa main atau tidak lawan Persija nanti, tergantung hasil pemeriksaan dokter nanti,” jawabnya.
Kone juga mengatakan, sebenarnya kondisinya belum begitu fit saat melawan Perak FA dengan alasan luka di tangannya masih belum sembuh. Bahkan dirinya mengaku masih trauma dan takut jahitan lukanya kembali terbuka.
''Aku belum fit karena luka di tangan masih belum sembuh benar. Jadi aku masih takut-takut untuk bermain saat lawan Perak FA kemarin,” terangnya.
Akan tetapi, pernyataan berbeda diungkapkan oleh pelatih Subangkit. Menurut dia kondisi Kone baik-baik saja dan tidak ada masalah dengan luka dijempol tangan kanannya maupun bahunya. ''Kondisi Kone baik-baik saja, dia tidak mengalami cedera apa-apa,” ucapnya singkat.
(aww/sn)
Dia selalu tampil dominan dalam setiap pertandingan ujicoba maupun pramusim. Puncaknya, Kone menjadi pahlawan kemenangan SFC saat membombardir gawang tim promosi asal Papua, Perseru Serui delapan gol tanpa balas.
Kala itu, legiun asing asal Pantai Gading itu menyumbangkan lima gol. Namun setelah itu, performanya terus menurun. Apalagi setelah dirinya absen di dua pertandingan perdana SFC menghadapi Persib (2/2) dan Pelita Bandung Raya (6/2).
Kone baru kembali merumput saat menghadapi Arema Cronus (9/2) dilaga kandang. Tapi, Kone masih belum menunjukkan peningkatan penampilan dengan alasan kondisinya masih belum fit 100%.
Begitu pula saat dia tampil melawan Gresik United (13/2) dan Persijap Jepara (18/2) lalu. Meskipun di laga terakhir itu dia mencetak satu gol. Karena satu gol tersebut disumbangkannya melalui titik putih dan bukan dari skema pertandingan.
Setelah itu, kompetisi Indonesia Super League (ISL) memasuki masa jeda kompetisi. Dan Kone pun memanfaatkannya untuk beristirahat total di Swarna Dwipa Resiudent, disaat rekan-rekan lainnya memilih pulang kampong ataupun pergi berlibur.
Namun ternyata, waktu istirahat yang panjang itu masih menurut Kone masih belum membuat kondisinya sembuh 100 persen, dari cedera jempol tangan kanannya.
Malah pada pertandingan melawan Perak FA, dia terlihat mengeluhkan bahu kanan pada pelatih pada menit 28, usai berbenturan dengan salah satu pemain Perak FA. ''Bahu saya masih terasa sakit, setelah mengalami benturan dengan pemain Perak FA,” ujarnya singkat.
Saat ditanya apakah dirinya nanti bisa bermain lawan Persija Jakarta. Mantan kapten Putra Samarinda ini mengatakan belum bisa memastikannya dan akan terlebih dahulu memeriksakan kondisinya dengan dokter tim. ''Saya belum tahu bisa main atau tidak lawan Persija nanti, tergantung hasil pemeriksaan dokter nanti,” jawabnya.
Kone juga mengatakan, sebenarnya kondisinya belum begitu fit saat melawan Perak FA dengan alasan luka di tangannya masih belum sembuh. Bahkan dirinya mengaku masih trauma dan takut jahitan lukanya kembali terbuka.
''Aku belum fit karena luka di tangan masih belum sembuh benar. Jadi aku masih takut-takut untuk bermain saat lawan Perak FA kemarin,” terangnya.
Akan tetapi, pernyataan berbeda diungkapkan oleh pelatih Subangkit. Menurut dia kondisi Kone baik-baik saja dan tidak ada masalah dengan luka dijempol tangan kanannya maupun bahunya. ''Kondisi Kone baik-baik saja, dia tidak mengalami cedera apa-apa,” ucapnya singkat.
(aww/sn)
Sriwijaya FC Rugi Ratusan Juta Saat Gelar Laga Ujicoba Lwan Perak FA
Panitia Dodi Reza Alex (DRA) International Friendly Match merugi ratusan juta. Itu karena pemasukan tiket pada pertandingan Sriwijaya FC versus Perak FA di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, (1/3) lalu, hanya Rp29,7 juta. Padahal, dana yang harus dikeluarkan untuk menggelar dua laga mencapai Rp209 juta.
Untuk pertandingan Sriwijaya FC U-21 kontra Perak FA gratis.
"Jelas secara materi kami rugi. Namun, untungnya Sriwijaya FC mendapatkan modal bagus jelang hadapi Persija Jakarta karena menang 1- 0. Sedangkan Sriwijaya FC U-21 berhasil menahan imbang 2-2," ujar Augie Bunyamin, ketua panitia pelaksana DRA International Friendly Match, kepada awak media kemarin, (3/3).
Sedikitnya pemasukan disebabkan beberapa faktor. Di antaranya penonton sepi ditambah dengan harga tiket murah atau diskon 50 persen dari tiket pertandingan home Indonesia Super League (ISL). "Ditambah lagi diskon khusus suporter. Memang kelihatan suporter ramai, tapi harga tiketnya sangat murah, dari sebelumnya sudah didiskon Rp15 ribu jadi Rp8 ribu," sambung Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC ini.
Meski demikian, panpel tetap puas diri. Mengingat The Bos Gaurus--julukan Perak FA--telah memberi apresiasi terhadap sambutan tuan rumah. "Bahkan, petinggi Perak FA bilang ini kali pertama dalam sejarah klub melakoni laga uji coba internasional mendapat sambutan hangat dari panitia," lanjut Direktur Utama Asrama Haji ini.
Padahal, masih kata bos Hotel Swarna Dwipa Palembang ini, pihaknya tidak memberikan bayaran khusus bagi tim tamu. Seperti sambutan spanduk selamat datang berjumlah 40 lembar, jamuan makan malam dan wisata kuliner, serta kunjungi tempat sejarah di Masjid Agung Darusalam.
"Tiket pesawat mereka bayar sendiri, hanya hotel yang sharing, namun kita hanya memberikan diskon 50 persen. Setiap makan malam kita suguhkan hiburan musik dangdut dan kita berikan souvenir. Mereka juga terlihat senang bisa belanja ke Pasar 16 Ilir," tambahnya.
Nah, karena pendapatan dan pengeluaran tidak seimbang, maka klub berjuluk Laskar Wong Kito pikir-pikir untuk gelar laga internasional selanjutnya. Di antaranya kontra klub asal Korea Selatan (Korsel) dan Thailand yang rencana semula akan dilangsungkan Mei dan Agustus nanti. "Kita akan tinjau ulang wacana mendatangkan klub Korsel dan Thailand. Tapi, kalau DRA sih pada prinsipnya setuju saja," tukas dia. (ion/nan/ce6)
(sumeks)
Untuk pertandingan Sriwijaya FC U-21 kontra Perak FA gratis.
"Jelas secara materi kami rugi. Namun, untungnya Sriwijaya FC mendapatkan modal bagus jelang hadapi Persija Jakarta karena menang 1- 0. Sedangkan Sriwijaya FC U-21 berhasil menahan imbang 2-2," ujar Augie Bunyamin, ketua panitia pelaksana DRA International Friendly Match, kepada awak media kemarin, (3/3).
Sedikitnya pemasukan disebabkan beberapa faktor. Di antaranya penonton sepi ditambah dengan harga tiket murah atau diskon 50 persen dari tiket pertandingan home Indonesia Super League (ISL). "Ditambah lagi diskon khusus suporter. Memang kelihatan suporter ramai, tapi harga tiketnya sangat murah, dari sebelumnya sudah didiskon Rp15 ribu jadi Rp8 ribu," sambung Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC ini.
Meski demikian, panpel tetap puas diri. Mengingat The Bos Gaurus--julukan Perak FA--telah memberi apresiasi terhadap sambutan tuan rumah. "Bahkan, petinggi Perak FA bilang ini kali pertama dalam sejarah klub melakoni laga uji coba internasional mendapat sambutan hangat dari panitia," lanjut Direktur Utama Asrama Haji ini.
Padahal, masih kata bos Hotel Swarna Dwipa Palembang ini, pihaknya tidak memberikan bayaran khusus bagi tim tamu. Seperti sambutan spanduk selamat datang berjumlah 40 lembar, jamuan makan malam dan wisata kuliner, serta kunjungi tempat sejarah di Masjid Agung Darusalam.
"Tiket pesawat mereka bayar sendiri, hanya hotel yang sharing, namun kita hanya memberikan diskon 50 persen. Setiap makan malam kita suguhkan hiburan musik dangdut dan kita berikan souvenir. Mereka juga terlihat senang bisa belanja ke Pasar 16 Ilir," tambahnya.
Nah, karena pendapatan dan pengeluaran tidak seimbang, maka klub berjuluk Laskar Wong Kito pikir-pikir untuk gelar laga internasional selanjutnya. Di antaranya kontra klub asal Korea Selatan (Korsel) dan Thailand yang rencana semula akan dilangsungkan Mei dan Agustus nanti. "Kita akan tinjau ulang wacana mendatangkan klub Korsel dan Thailand. Tapi, kalau DRA sih pada prinsipnya setuju saja," tukas dia. (ion/nan/ce6)
(sumeks)
Senin, 03 Maret 2014
Septa Ryanto Masih Di Parkir
Gelandang anyar Sriwijaya FC, Septa Ryanto belum dapat garansi inti menghadapi Persija Jakarta dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) VI 2013/2014. Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Subangkit telah mengisyaratkan jadikan pemain kelahiran Muara Enim, 1 September 1982 ini sebagai cadangan atau diparkir dalam duel away di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, pada Minggu (9/3) nanti.
Alasan sang juru taktik, pemain yang tiga musim sebelumnya berbaju Barito Putera Banjarmasin ini masih belum klop dengan skuat berjuluk Laskar Wong Kito. Itu lumrah mengingat jebolan Diklat Palembang ini baru gabung Lancine Kone dan kawan-kawan, Selasa (25/2) sebelum resmi dikontrak, (28/2) lalu.
“Saya kira Septa perlu adaptasi lagi dan tentunya tidak bisa langsung main (masuk starting eleven, red) hadapi Persija Jakarta nanti,” ujar Bangkit, panggilan akrab Subangkit, kemarin, (2/3).
Namun bukan berarti jadi penyesalan perekrutan pemain ber-jersey 4 tersebut. Pasalnya, stok lini tengah tipis. Setelah ditinggal Hafit Ibrahim ikut seleksi Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 dan belum kembalinya Ichsan Kurniawan dalan trining center (TC) bersama Timnas U-19 nyaris hanya menyisakan Asri Akbar di barisan jangkar.
Maman Abdurrahman yang pada turnamen pramusim sempat dicoba sebagai gelandang bertahan sampai sekarang belum fit 100 persen. Bahkan eks penggawa Persib Bandung ini masih diragukan untuk turun menghadapi Macan Kemayoran, julukan Persija. “Pertimbangan kita ambil Septa karena kita hanya ada Asri. Jadi kesulitan untuk posisi lini tengah,” sambung mantan juru taktik Persiwa Wamena ini.
Hanya untuk informasi, Septa merupakan pemain terakhir atau ke-28 skuat Jakabaring musim ini. Fans Xavi Alonso ini didaftarkan seiring penutupan bursa transfer putaran pertama. Saat menghadapi Perak FA dalam laga uji coba internasional di Jakabaring, 1 Maret kemarin, dia juga harus duduk manis di bangku cadangan.
Meski demikian, tidak membuat Septa patah arang. Alumni SMAN 3 Palembang ini tetap akan berusaha maksimal untuk menembus skuat utama. Berbekal pengalaman bersama beberapa klub besar dalam negeri, pemain yang sempat merumput bersama Sriwijaya FC musim 2005-2008 ini yakin akan segera beradaptasi.
“Iya, itu memang yang saya hadapi sekarang (butuh adaptasi, red). Saya masih butuh adaptasi terhadap skuat baru Sriwijaya FC. Memang saya sempat bersama Sriwijaya FC, tapi sudah lama dan pemain-pemainnya juga sudah ganti,” timpal dia.
Pemilik tinggi 168 cm dan berat 65 kg ini meyakini jika tidak butuh waktu lama untuk menyatu dengan tim. “Saya akan berusaha untuk segera pahami strategi yang selama ini dijalankan sama tim pelatih. Ya, saya akan meyakinkannya di atas lapangan nanti kalau diberi kesempatan buat turun bermain,” tambah dia. (ion)
sumek
Alasan sang juru taktik, pemain yang tiga musim sebelumnya berbaju Barito Putera Banjarmasin ini masih belum klop dengan skuat berjuluk Laskar Wong Kito. Itu lumrah mengingat jebolan Diklat Palembang ini baru gabung Lancine Kone dan kawan-kawan, Selasa (25/2) sebelum resmi dikontrak, (28/2) lalu.
“Saya kira Septa perlu adaptasi lagi dan tentunya tidak bisa langsung main (masuk starting eleven, red) hadapi Persija Jakarta nanti,” ujar Bangkit, panggilan akrab Subangkit, kemarin, (2/3).
Namun bukan berarti jadi penyesalan perekrutan pemain ber-jersey 4 tersebut. Pasalnya, stok lini tengah tipis. Setelah ditinggal Hafit Ibrahim ikut seleksi Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 dan belum kembalinya Ichsan Kurniawan dalan trining center (TC) bersama Timnas U-19 nyaris hanya menyisakan Asri Akbar di barisan jangkar.
Maman Abdurrahman yang pada turnamen pramusim sempat dicoba sebagai gelandang bertahan sampai sekarang belum fit 100 persen. Bahkan eks penggawa Persib Bandung ini masih diragukan untuk turun menghadapi Macan Kemayoran, julukan Persija. “Pertimbangan kita ambil Septa karena kita hanya ada Asri. Jadi kesulitan untuk posisi lini tengah,” sambung mantan juru taktik Persiwa Wamena ini.
Hanya untuk informasi, Septa merupakan pemain terakhir atau ke-28 skuat Jakabaring musim ini. Fans Xavi Alonso ini didaftarkan seiring penutupan bursa transfer putaran pertama. Saat menghadapi Perak FA dalam laga uji coba internasional di Jakabaring, 1 Maret kemarin, dia juga harus duduk manis di bangku cadangan.
Meski demikian, tidak membuat Septa patah arang. Alumni SMAN 3 Palembang ini tetap akan berusaha maksimal untuk menembus skuat utama. Berbekal pengalaman bersama beberapa klub besar dalam negeri, pemain yang sempat merumput bersama Sriwijaya FC musim 2005-2008 ini yakin akan segera beradaptasi.
“Iya, itu memang yang saya hadapi sekarang (butuh adaptasi, red). Saya masih butuh adaptasi terhadap skuat baru Sriwijaya FC. Memang saya sempat bersama Sriwijaya FC, tapi sudah lama dan pemain-pemainnya juga sudah ganti,” timpal dia.
Pemilik tinggi 168 cm dan berat 65 kg ini meyakini jika tidak butuh waktu lama untuk menyatu dengan tim. “Saya akan berusaha untuk segera pahami strategi yang selama ini dijalankan sama tim pelatih. Ya, saya akan meyakinkannya di atas lapangan nanti kalau diberi kesempatan buat turun bermain,” tambah dia. (ion)
sumek
Selasa, 19 November 2013
Kenali Pemain, Sriwijaya FC Makin Kompak
Perlahan tapi pasti, skuad baru Sriwijaya FC mulai menunjukkan kekompakannya di lapangan. Pelatih Subangkit mengungkapkan, secara kualitas Laskar Wong Kito terus menunjukkan peningkatan selama berlatih di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring.
Setidaknya masing-masing pemain telah mulai mengenal gaya permainan rekan-rekannya. Sang arsitek pun telah mengantongi karakteristik anak asuhnya satu persatu. Karena itulah, manta pelatih Persiwa Wamena ini memiliki rasa optimistis yang tinggi anak asuhnya siap menyongsong Liga Unifikasi musim depan.
Hingga hari ini, baru ada sekitar 19 pemain yang baru bergabung latihan. Sementara pemain yang belum hadir seperti bek asal Mali, Abdoulaye Maiga, pemain tengah asal Pantai Gading, Lancine Kone, Siswanto, Diogo Santos Ranggel dari Timor Leste dan lainnya. Belum lagi, ada pemain yang meminta izin pulang ke kampung halamannya karena ada urusan keluarga.
''Alhamdulillah, hasil latihan sudah mulai terlihat hasilnya, mereka semakin hari terus memperlihatikan kekompakkannya. Begitu pula karakter masing-masing pemain, saya mohon doa dan dukungannya agar tim ini bisa bersaing dengan tim peserta lainnya,” ungkap Subangkit.
Keyakinan pelatih asal Pasuruan, Jawa Timur itu cukup beralasan. Pasalnya anak asuhnya masih mempunyai waktu yang cukup panjang untuk terus meningkatkan kualitas dan kerja samanya secara tim. Oleh sebab itu, dia merasa waktu dua bulan yang tersisa cukup untuk mempersiapkan tim asalkan bisa dimaksimalkan dengan sangat baik.
Puncak latihan SFC sendiri diperkirakan baru akan terjadi pada awal Desember mendatang. Pasalnya saat itu seluruh pemain sudah lengkap. Saat itulah Subangkit akan benar-benar memaksimalkan porsi latihan baik itu fisik maupun taktik dan strategi tim.
Suksesor Kas Hartadi ini sendiri tidak terlalu khawatir dengan kondisi timnya saat ini. karena bukan hanya SFC saja yang masa persiapannya terbilang lambat, masih banyak tim-tim lain yang juga masih berburu pemain.
''Kondisi tim memang seperti ini, jadi tidak ada kekhawatiran. Tim-tim lain selain Persipura, Arema, Persib juga sama seperti SFC yang lagi mencari pemain. Memang kalau lebih bagus seharusnya pemain cepat bergabung, biar waktu persiapan lebih banyak. Tapi kan bukan hanya SFC yang mencari pemain,” katanya.
Saat disinggung tentang bagaimana kebugaran dan fisik pemain selama dua pekan latihan bersama ini, Subangkit mengakui jika secara kualitas memang masih belum terlihat. Tetapi hal itu dikarenakan dirinya memang belum memberikan menu khusus untuk fisik.
''Nanti ada sesinya untuk itu, (latihan fisik) yang pasti sebelum kompetisi dimulai. Dari sana akan terlihat sejauh mana kualitas dan peningkatan fisik dan stamina masing-masing pemain,” tuturnya.
(aww)
Setidaknya masing-masing pemain telah mulai mengenal gaya permainan rekan-rekannya. Sang arsitek pun telah mengantongi karakteristik anak asuhnya satu persatu. Karena itulah, manta pelatih Persiwa Wamena ini memiliki rasa optimistis yang tinggi anak asuhnya siap menyongsong Liga Unifikasi musim depan.
Hingga hari ini, baru ada sekitar 19 pemain yang baru bergabung latihan. Sementara pemain yang belum hadir seperti bek asal Mali, Abdoulaye Maiga, pemain tengah asal Pantai Gading, Lancine Kone, Siswanto, Diogo Santos Ranggel dari Timor Leste dan lainnya. Belum lagi, ada pemain yang meminta izin pulang ke kampung halamannya karena ada urusan keluarga.
''Alhamdulillah, hasil latihan sudah mulai terlihat hasilnya, mereka semakin hari terus memperlihatikan kekompakkannya. Begitu pula karakter masing-masing pemain, saya mohon doa dan dukungannya agar tim ini bisa bersaing dengan tim peserta lainnya,” ungkap Subangkit.
Keyakinan pelatih asal Pasuruan, Jawa Timur itu cukup beralasan. Pasalnya anak asuhnya masih mempunyai waktu yang cukup panjang untuk terus meningkatkan kualitas dan kerja samanya secara tim. Oleh sebab itu, dia merasa waktu dua bulan yang tersisa cukup untuk mempersiapkan tim asalkan bisa dimaksimalkan dengan sangat baik.
Puncak latihan SFC sendiri diperkirakan baru akan terjadi pada awal Desember mendatang. Pasalnya saat itu seluruh pemain sudah lengkap. Saat itulah Subangkit akan benar-benar memaksimalkan porsi latihan baik itu fisik maupun taktik dan strategi tim.
Suksesor Kas Hartadi ini sendiri tidak terlalu khawatir dengan kondisi timnya saat ini. karena bukan hanya SFC saja yang masa persiapannya terbilang lambat, masih banyak tim-tim lain yang juga masih berburu pemain.
''Kondisi tim memang seperti ini, jadi tidak ada kekhawatiran. Tim-tim lain selain Persipura, Arema, Persib juga sama seperti SFC yang lagi mencari pemain. Memang kalau lebih bagus seharusnya pemain cepat bergabung, biar waktu persiapan lebih banyak. Tapi kan bukan hanya SFC yang mencari pemain,” katanya.
Saat disinggung tentang bagaimana kebugaran dan fisik pemain selama dua pekan latihan bersama ini, Subangkit mengakui jika secara kualitas memang masih belum terlihat. Tetapi hal itu dikarenakan dirinya memang belum memberikan menu khusus untuk fisik.
''Nanti ada sesinya untuk itu, (latihan fisik) yang pasti sebelum kompetisi dimulai. Dari sana akan terlihat sejauh mana kualitas dan peningkatan fisik dan stamina masing-masing pemain,” tuturnya.
(aww)
Jumat, 19 April 2013
Prediksi Sriwijaya FC Vs Persipura Sabtu 20 April 2013
Jadwal pertandingan ISL Sabtu 20 April 2013 selain Persib Vs Arema, juga akan mempertemukan Sriwijaya FC Vs Persipura. Jika tidak ada perubahan, sedianya laga ini juga akan disiarkan oleh ANTV mulai pukul 18.30 wib.
Manajemen klub Persipura Jayapura menjanjikan bonus kepada para pemain, apabila berhasil meraih kemenangan pada laga menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring Palembang.
Ketua Harian Persipura, La Siya mengatakan bonus sudah menunggu apabila pemain mampu meraih hasil positif pada laga menghadapi Sriwijaya FC.
“Setiap pertandingan tandang apabila Persipura berhasil meraih hasil imbang atau meraih kemenangan, maka bonus akan diberikan manajemen” ungkap La Siya, Jumat (19/4/13).
Sementara itu di kubu tuan rumah kembali diperkuat pemain asal Liberia, Erick Weeks setelah sempat terusir akibat bermasalah dengan surat keterangan izin tinggal sementara (kitas).
Meskpiun sudah kembali ke SFC, Pelatih Kas Hartadi belum dapat memastikan apakah Erick akan ditampilkan pada laga ini atau tidak.
Menurut Kas Hartadi, biasanya orang yang baru saja menempuh perjalaanan jauh akan menghadapi persoalan fitalitas tubuh. Namun dia belum dapat memastikannya karena belum melihat secara langsung kondisi fisik Erick.
“Kalau kondisinya bagus kami mainkan, karena kami kehilangan Boakay Foday akibat akumulasi kartu kuning” ungkap Kas Hartadi.
Head To Head Sriwijaya FC Vs Persipura
~27 Mei 2012 Sriwijaya FC 1 – Persipura 0 ISL
~28 Jan 2012 Persipura 2 – Sriwijaya FC 1 ISL
~23 Mar 2011 Sriwijaya FC 0 – Persipura 0 ISL
~30 Jan 2011 Persipura 3 – Sriwijaya FC 2 ISL
~27 Jul 2010 Sriwijaya FC 5 – Persipura 3 Piala Indonesia (PI)
Lima Pertandingan Terakhir Sriwijaya FC
~16 Apr 2013 Sriwijaya FC 1 – Persiwa Wamena 0 ISL
~31 Mar 2013 Persela 1 – Sriwijaya FC 2 ISL
~26 Mar 2013 Persepam Madura United 0 – Sriwijaya FC 2 ISL
~13 Mar 2013 Sriwijaya FC 2 – Persita Tangerang 0 ISL
~9 Mar 2013 Sriwijaya FC 2 – Persib 1 ISL
Lima Pertandingan Terakhir Persipura
~14 Apr 2013 Pelita Bandung Raya 0 – Persipura 2 ISL
~2 Apr 2013 Persipura 1 – Persija 0 ISL
30 Mar 2013 Persipura 5 – PSPS Pekanbaru 0 ISL
~13 Mar 2013 Mitra Kutai Kartanegara 0 – Persipura 3 ISL
~10 Mar 2013 Persisam Putra Samarinda 0 – Persipura 0 ISL
Perkiraan Susunan pemain
Sriwijaya FC: Ferry Rotinsulu, Mahyadi Panggabean, Won Lee, Abdul Rahman, Fandy Mochtar, Hilton Moreira, Ponaryo Astaman, Tantan, Achmad Jufrianto, Ramdani Lestaluhu, Sultan Samma/Erick Weeks
Persipura : Yoo Jae Hoon, Ruben Karel Sanadi, Otavio Dutra, Bio Paulin, Ricardo Salampessy, Lim Jun Sik, Imanuel Wanggai, Ian Louis Kabes, Gerald Pangkali, Ferinando Pahabol, Boaz Solossa.
Prediksi hasil akhir
Pertandingan berakhir imbang
©Sidomi
Manajemen klub Persipura Jayapura menjanjikan bonus kepada para pemain, apabila berhasil meraih kemenangan pada laga menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring Palembang.
Ketua Harian Persipura, La Siya mengatakan bonus sudah menunggu apabila pemain mampu meraih hasil positif pada laga menghadapi Sriwijaya FC.
“Setiap pertandingan tandang apabila Persipura berhasil meraih hasil imbang atau meraih kemenangan, maka bonus akan diberikan manajemen” ungkap La Siya, Jumat (19/4/13).
Sementara itu di kubu tuan rumah kembali diperkuat pemain asal Liberia, Erick Weeks setelah sempat terusir akibat bermasalah dengan surat keterangan izin tinggal sementara (kitas).
Meskpiun sudah kembali ke SFC, Pelatih Kas Hartadi belum dapat memastikan apakah Erick akan ditampilkan pada laga ini atau tidak.
Menurut Kas Hartadi, biasanya orang yang baru saja menempuh perjalaanan jauh akan menghadapi persoalan fitalitas tubuh. Namun dia belum dapat memastikannya karena belum melihat secara langsung kondisi fisik Erick.
“Kalau kondisinya bagus kami mainkan, karena kami kehilangan Boakay Foday akibat akumulasi kartu kuning” ungkap Kas Hartadi.
Head To Head Sriwijaya FC Vs Persipura
~27 Mei 2012 Sriwijaya FC 1 – Persipura 0 ISL
~28 Jan 2012 Persipura 2 – Sriwijaya FC 1 ISL
~23 Mar 2011 Sriwijaya FC 0 – Persipura 0 ISL
~30 Jan 2011 Persipura 3 – Sriwijaya FC 2 ISL
~27 Jul 2010 Sriwijaya FC 5 – Persipura 3 Piala Indonesia (PI)
Lima Pertandingan Terakhir Sriwijaya FC
~16 Apr 2013 Sriwijaya FC 1 – Persiwa Wamena 0 ISL
~31 Mar 2013 Persela 1 – Sriwijaya FC 2 ISL
~26 Mar 2013 Persepam Madura United 0 – Sriwijaya FC 2 ISL
~13 Mar 2013 Sriwijaya FC 2 – Persita Tangerang 0 ISL
~9 Mar 2013 Sriwijaya FC 2 – Persib 1 ISL
Lima Pertandingan Terakhir Persipura
~14 Apr 2013 Pelita Bandung Raya 0 – Persipura 2 ISL
~2 Apr 2013 Persipura 1 – Persija 0 ISL
30 Mar 2013 Persipura 5 – PSPS Pekanbaru 0 ISL
~13 Mar 2013 Mitra Kutai Kartanegara 0 – Persipura 3 ISL
~10 Mar 2013 Persisam Putra Samarinda 0 – Persipura 0 ISL
Perkiraan Susunan pemain
Sriwijaya FC: Ferry Rotinsulu, Mahyadi Panggabean, Won Lee, Abdul Rahman, Fandy Mochtar, Hilton Moreira, Ponaryo Astaman, Tantan, Achmad Jufrianto, Ramdani Lestaluhu, Sultan Samma/Erick Weeks
Persipura : Yoo Jae Hoon, Ruben Karel Sanadi, Otavio Dutra, Bio Paulin, Ricardo Salampessy, Lim Jun Sik, Imanuel Wanggai, Ian Louis Kabes, Gerald Pangkali, Ferinando Pahabol, Boaz Solossa.
Prediksi hasil akhir
Pertandingan berakhir imbang
©Sidomi
Erick Weeks Harus Tiga Kali Transit Menuju Palembang
Kedatangan pemain asing asal Liberia, Eric Weeks Lewis yang dikabarkan akan tiba pada Jumat (19/4/2013) diperkirakan akan molor satu hari dan kemungkinan besar baru akan tiba pada Sabtu (20/4/2013) nanti.
Manajer SFC, Robert Heri mengungkapkan memang jadwal kedatangan Eric ini akan meleset satu hari dari perkiraannya. Pasalnya, perjalanan udara Eric dari Liberia menuju Indonesia, harus melewati tiga kali transit di Ghana, Dubai dan terakhir di Jakarta sebelum menuju ke Palembang.
Jika penerbangan lancar paling cepat 17 jam, tapi kalau harus mengalami penundaan (delay) jelas akan butuh lebih lama lagi.
“Mudah-mudahan saja perjalanan Eric tidak ada kendala, sebab tiketnya sudah kita pesankan,” katanya ketika dihubungi Sripoku.com, Kamis (18/4/2013).
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel ini menambahkan, semakin cepat Eric tiba di Palembang maka akan semakin baik. Pasalnya, selepas perjalanan yang jauh tersebut pasti dia membutuhkan jedah waktu untuk beristirahat sebelum bergabung latihan dengan pemain lainnya.
Apalagi, kondisinya saat ini Eric sudah lama tidak beradaptasi dengan rekan-rekannya yang lain, tentu beberapa penyesuain harus dilakukan terutama sebelum dipastikan turun menghadapi Persipura Jayapura.
"Saya tidak ingin memaksakan Eric untuk langsung tampil lawan Persipura. Kalaupun dia belum siap, tenaganya bisa kita gunakan dua laga sisa pada tur Papua nanti," ujarnya.
©sripo
Manajer SFC, Robert Heri mengungkapkan memang jadwal kedatangan Eric ini akan meleset satu hari dari perkiraannya. Pasalnya, perjalanan udara Eric dari Liberia menuju Indonesia, harus melewati tiga kali transit di Ghana, Dubai dan terakhir di Jakarta sebelum menuju ke Palembang.
Jika penerbangan lancar paling cepat 17 jam, tapi kalau harus mengalami penundaan (delay) jelas akan butuh lebih lama lagi.
“Mudah-mudahan saja perjalanan Eric tidak ada kendala, sebab tiketnya sudah kita pesankan,” katanya ketika dihubungi Sripoku.com, Kamis (18/4/2013).
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel ini menambahkan, semakin cepat Eric tiba di Palembang maka akan semakin baik. Pasalnya, selepas perjalanan yang jauh tersebut pasti dia membutuhkan jedah waktu untuk beristirahat sebelum bergabung latihan dengan pemain lainnya.
Apalagi, kondisinya saat ini Eric sudah lama tidak beradaptasi dengan rekan-rekannya yang lain, tentu beberapa penyesuain harus dilakukan terutama sebelum dipastikan turun menghadapi Persipura Jayapura.
"Saya tidak ingin memaksakan Eric untuk langsung tampil lawan Persipura. Kalaupun dia belum siap, tenaganya bisa kita gunakan dua laga sisa pada tur Papua nanti," ujarnya.
©sripo
Selasa, 27 November 2012
Sriwijaya FC tak Dapat Jatah Tiket AFC Cup
Indonesia mendapatkan dua tiket untuk mengikuti kompetisi antar klub di kawasan Asia, AFC Cup 2013.
Satu tiket otomatis lolos dan satu tiket play off. Namun tidak disebutkan nama Sriwijaya FC sebagai klub juara Indonesia Super League (ISL), salah satu klub yang berhak atas satu dari dua tiket untuk kompetisi kelas dua untuk klub-klub di Asia.
Kepastian itu didapatkan setelah perwakilan Indonesia mengikuti Rapat Komite Ad Hoc Sepakbola Profesional AFC yang digelar pada hari Senin (26/11/2012).
Indonesia hanya dapat jatah dua tiket di AFC Cup, sementara di kasta tertinggi Liga Champions Asia (LCA), tidak ada peluang.
"Saya mengikuti Rapat Komite Ad Hoc Sepakbola Profesional AFC. Hasilnya kita dapat dua jatah ke AFC Cup. Saya tidak membahas mengenai peluang ke Liga Champions Asia mengingat poin kita saat penilaian AFC beberapa waktu lalu sangat jauh dari kriteria," kata CEO PT. LPIS, Widjajanto seperti dilansir dari Tribunnews, Selasa (27/11/2012).
Menurut Widjajanto, dalam rapat tersebut dibahas tentang peluang Indonesia untuk berlaga di AFC Cup.
Akhirnya diputuskan bahwa ada dua tiket yang diberikan kepada Indonesia untuk berkompetisi di turnamen strata kedua Asia tersebut.
"Semen Padang, akhirnya diputuskan bisa lolos otomatis ke AFC Cup. Sedangkan satu tiket play off diberikan kepada Persibo Bojonegoro yang berstatuskan juara Piala Indonesia," ujarnya.
Widjajanto menambahkan, ada kemungkinan Persibo lolos otomatis ke AFC Cup jika klub asal Australia tidak mengonfirmasikan keikutsertaan mereka di AFC Cup hingga tanggal 29 November mendatang.
Menanggapi ini, pihak Sriwijaya FC memang sudah mendengar kabar terakhir itu, namun sebagai klub juara kompetisi yang paling banyak didukung penonton dan mendapatkan apresiasi, SFC seharusnya mendapatkan jatah tiket AFC, selain Semen Padang.
"Saat ini tengah kita perjuangkan lewat Badan Liga Indonesia. Namun apapun itu kami akan berusaha, tentunya akan ada solusi terbaik, karena ISL jelas-jelas sudah diakui oleh AFC, dalam kesepakatan Joint Commitee," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin, kepada Sripoku.com, Selasa (27/11/2012).
[sripo]
Satu tiket otomatis lolos dan satu tiket play off. Namun tidak disebutkan nama Sriwijaya FC sebagai klub juara Indonesia Super League (ISL), salah satu klub yang berhak atas satu dari dua tiket untuk kompetisi kelas dua untuk klub-klub di Asia.
Kepastian itu didapatkan setelah perwakilan Indonesia mengikuti Rapat Komite Ad Hoc Sepakbola Profesional AFC yang digelar pada hari Senin (26/11/2012).
Indonesia hanya dapat jatah dua tiket di AFC Cup, sementara di kasta tertinggi Liga Champions Asia (LCA), tidak ada peluang.
"Saya mengikuti Rapat Komite Ad Hoc Sepakbola Profesional AFC. Hasilnya kita dapat dua jatah ke AFC Cup. Saya tidak membahas mengenai peluang ke Liga Champions Asia mengingat poin kita saat penilaian AFC beberapa waktu lalu sangat jauh dari kriteria," kata CEO PT. LPIS, Widjajanto seperti dilansir dari Tribunnews, Selasa (27/11/2012).
Menurut Widjajanto, dalam rapat tersebut dibahas tentang peluang Indonesia untuk berlaga di AFC Cup.
Akhirnya diputuskan bahwa ada dua tiket yang diberikan kepada Indonesia untuk berkompetisi di turnamen strata kedua Asia tersebut.
"Semen Padang, akhirnya diputuskan bisa lolos otomatis ke AFC Cup. Sedangkan satu tiket play off diberikan kepada Persibo Bojonegoro yang berstatuskan juara Piala Indonesia," ujarnya.
Widjajanto menambahkan, ada kemungkinan Persibo lolos otomatis ke AFC Cup jika klub asal Australia tidak mengonfirmasikan keikutsertaan mereka di AFC Cup hingga tanggal 29 November mendatang.
Menanggapi ini, pihak Sriwijaya FC memang sudah mendengar kabar terakhir itu, namun sebagai klub juara kompetisi yang paling banyak didukung penonton dan mendapatkan apresiasi, SFC seharusnya mendapatkan jatah tiket AFC, selain Semen Padang.
"Saat ini tengah kita perjuangkan lewat Badan Liga Indonesia. Namun apapun itu kami akan berusaha, tentunya akan ada solusi terbaik, karena ISL jelas-jelas sudah diakui oleh AFC, dalam kesepakatan Joint Commitee," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin, kepada Sripoku.com, Selasa (27/11/2012).
[sripo]
Inilah Nominasi Kiper dadakan Indonesia : Pamungkas , Cornelius Geddi dan Fachruddin
Pelatih kiper tim nasional Indonesia, Haryanto, menilai saat ini Bambang Pamungkas adalah pemain yang paling siap untuk menjadi kiper. Hal itu diungkapkannya menanggapi krisis kiper tim "Merah Putih" menjelang matchday kedua Grup B Piala AFF 2012 melawan Singapura, Rabu (28/11/2012).
Indonesia harus melakoni laga kontra Singapura hanya dengan satu kiper. Pasalnya, Endra Prasetya harus menjalani sanksi larangan tampil satu pertandingan setelah mendapat kartu merah saat melawan Laos.
Dengan demikian, slot kiper hanya diisi oleh Wahyu Tri. Tim pelatih Indonesia sebelumnya telah menyiapkan dua pemain yang akan dijadikan kiper, jika Wahyu Tri bermasalah saat melawan Singapura. Calon kiper "dadakan" tersebut adalah penyerang Bambang Pamungkas dan Fachruddin.
"Fachruddin sepertinya belum siap. Bambang yang paling siap. Satu lagi, Cornelius Geddi. Tapi, nanti semua tergantung keputusan dan strategi pelatih kepala seperti apa," ujar Haryanto di Lapangan Institut Penilaian Negara (Inspen), Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (27/11/2012) kepada wartawan
Indonesia kini berada di peringkat dua klasemen sementara Grup B dengan satu poin atau tertinggal dua angka dari Singapura di puncak. Setelah melawan "The Lions", Bepe dan kawan-kawan akan menghadapi tuan rumah Malaysia, 1 Desember 2012.
Indonesia harus melakoni laga kontra Singapura hanya dengan satu kiper. Pasalnya, Endra Prasetya harus menjalani sanksi larangan tampil satu pertandingan setelah mendapat kartu merah saat melawan Laos.
Dengan demikian, slot kiper hanya diisi oleh Wahyu Tri. Tim pelatih Indonesia sebelumnya telah menyiapkan dua pemain yang akan dijadikan kiper, jika Wahyu Tri bermasalah saat melawan Singapura. Calon kiper "dadakan" tersebut adalah penyerang Bambang Pamungkas dan Fachruddin.
"Fachruddin sepertinya belum siap. Bambang yang paling siap. Satu lagi, Cornelius Geddi. Tapi, nanti semua tergantung keputusan dan strategi pelatih kepala seperti apa," ujar Haryanto di Lapangan Institut Penilaian Negara (Inspen), Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (27/11/2012) kepada wartawan
Indonesia kini berada di peringkat dua klasemen sementara Grup B dengan satu poin atau tertinggal dua angka dari Singapura di puncak. Setelah melawan "The Lions", Bepe dan kawan-kawan akan menghadapi tuan rumah Malaysia, 1 Desember 2012.
Manajemen SFC: Kami Lebih Fokus IIC daripada AFC Cup
Manajemen Sriwijaya FC menilai layak mendapatkan jatah tiket ke AFC Cup bahkan LCA. Namun, persoalan dualisme di tubuh PSSI membuat mereka tidak mendapatkan jatah tiket mewakili Indonesia.
Daripada memikirkan hal yang tidak pasti, manajemen kini lebih fokus kepada Inter Island Cup (IIC) pada 2-22 Desember, dan mempersiapkan diri menghadapi ISL pada Januari 2013 mendatang.
"Namun kami tetap akan berusaha maksimal demi mendapatkan jatah tiket ke AFC. Sejauh ini, kami sudah melaporkannya ke Ketua BLI Joko Driono, dan Ketua KPSI, La Nyalla Mattalitti. Keduanya lah yang tengah memperjungkan kita di tingkat Asia, SFC juga berusaha keras untuk mendapatkan tiket iut, karena kita memang memiliki hak selaku juara ISL (Indonesia Super League)," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, kepada Sripoku.com, Selasa (27/11/2012).
Menurut dia, dari pada pusing memikirkan soal dualisme dan jatah tiket AFC Cup, pihaknya lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi perhelatan di Inter Island Cup (ICC), karena SFC sebagai tuan rumah pada 7-11 Desember nanti di Stadion Gelora Jakabaring.
"Kami memilih lebih fokus ke IIC dulu, sembari menunggu kabar dari pihak KPSI," jelasnya.
Hal serupa juga diungkapkan Direktur Keuangan SFC Augie Bunyamin, SFC memilih lebih fokus ke soal persiapan IIC. Apalagi sejauh ini persoalan keuangan juga menjadi pertimbangkan jika SFC kemudian harus berlaga di tingkat AFC Cup.
"Banyak pertimbangan kita, SFC tetap berusaha agar mendapatkan jatah tiket itu, karena status kita juara. Namun itu persoalan dualisme yang kini terjadi dan memang merugikan banyak pihak. Kita termasuk yang dirugikan. Tetapi dari pada memikirkan itu lebih kami fokus bagaimana mempersiapkan IIC dan fokus mengatasi finansial SFC saat ini," jelas Augie.
[sripo]
Daripada memikirkan hal yang tidak pasti, manajemen kini lebih fokus kepada Inter Island Cup (IIC) pada 2-22 Desember, dan mempersiapkan diri menghadapi ISL pada Januari 2013 mendatang.
"Namun kami tetap akan berusaha maksimal demi mendapatkan jatah tiket ke AFC. Sejauh ini, kami sudah melaporkannya ke Ketua BLI Joko Driono, dan Ketua KPSI, La Nyalla Mattalitti. Keduanya lah yang tengah memperjungkan kita di tingkat Asia, SFC juga berusaha keras untuk mendapatkan tiket iut, karena kita memang memiliki hak selaku juara ISL (Indonesia Super League)," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, kepada Sripoku.com, Selasa (27/11/2012).
Menurut dia, dari pada pusing memikirkan soal dualisme dan jatah tiket AFC Cup, pihaknya lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi perhelatan di Inter Island Cup (ICC), karena SFC sebagai tuan rumah pada 7-11 Desember nanti di Stadion Gelora Jakabaring.
"Kami memilih lebih fokus ke IIC dulu, sembari menunggu kabar dari pihak KPSI," jelasnya.
Hal serupa juga diungkapkan Direktur Keuangan SFC Augie Bunyamin, SFC memilih lebih fokus ke soal persiapan IIC. Apalagi sejauh ini persoalan keuangan juga menjadi pertimbangkan jika SFC kemudian harus berlaga di tingkat AFC Cup.
"Banyak pertimbangan kita, SFC tetap berusaha agar mendapatkan jatah tiket itu, karena status kita juara. Namun itu persoalan dualisme yang kini terjadi dan memang merugikan banyak pihak. Kita termasuk yang dirugikan. Tetapi dari pada memikirkan itu lebih kami fokus bagaimana mempersiapkan IIC dan fokus mengatasi finansial SFC saat ini," jelas Augie.
[sripo]
Sriwijaya FC Tidak Pantau Pemain Di AFF Cup 2012
Manajemen Sriwijaya FC tidak memantau pemain-pemain yang berlaga di ajang AFF Cup 2012. Meski masih menyisakan satu slot kosong untuk pemain asing Asia, Sriwijaya FC menyerahkan sepenuhnya kepada agen.
“Kita tidak memantau piala AFF 2012. Untuk kebutuhan pemain asing, kita serahkan sepenuhnya kepada agen,” kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin.
Dalam skuad timnas Indonesia saat ini, hanya Bambang Pamungkas (Persija) merupakan pemain dari klub Indonesia Super League (ISL), sementara sisanya berasal dari klub-klub Indonesia Premier League (IPL). Padahal dalam beberapa tahun terakhir, Sriwijaya FC merupakan salah satu klub penyumbang pemain timnas terbanyak.
Hendri membenarkan dirinya telah mendapat masukan soal pemain-pemain timnas Singapura dan Thailand yang cukup berkualitas. Sriwijaya FC, dikatakan Hendri cukup terbuka untuk menerima pemain asing Asia.
“Tetapi masalahnya , kita harus menyesuaikan dengan keuangan Klub. Kalau memang ada pemain yang mau gabung dengan harga terjangkau, tentu dengan senang hati direkrut,” tegasnya.
Mengenai peluang timnas Indonesia pada kejuaraan AFF Cup, Hendri cukup pesimistis. Apalagi dalam pertandingan perdana melawan negara yang dianggap paling ringan di grup B, Laos, hanya bisa bermain imbang 2-2. “Sepertinya untuk jadi juara masih sulit,” tukasnya. (kie)
“Kita tidak memantau piala AFF 2012. Untuk kebutuhan pemain asing, kita serahkan sepenuhnya kepada agen,” kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin.
Dalam skuad timnas Indonesia saat ini, hanya Bambang Pamungkas (Persija) merupakan pemain dari klub Indonesia Super League (ISL), sementara sisanya berasal dari klub-klub Indonesia Premier League (IPL). Padahal dalam beberapa tahun terakhir, Sriwijaya FC merupakan salah satu klub penyumbang pemain timnas terbanyak.
Hendri membenarkan dirinya telah mendapat masukan soal pemain-pemain timnas Singapura dan Thailand yang cukup berkualitas. Sriwijaya FC, dikatakan Hendri cukup terbuka untuk menerima pemain asing Asia.
“Tetapi masalahnya , kita harus menyesuaikan dengan keuangan Klub. Kalau memang ada pemain yang mau gabung dengan harga terjangkau, tentu dengan senang hati direkrut,” tegasnya.
Mengenai peluang timnas Indonesia pada kejuaraan AFF Cup, Hendri cukup pesimistis. Apalagi dalam pertandingan perdana melawan negara yang dianggap paling ringan di grup B, Laos, hanya bisa bermain imbang 2-2. “Sepertinya untuk jadi juara masih sulit,” tukasnya. (kie)
Langganan:
Postingan (Atom)

